Menu

Mode Gelap
Gawat, Dugaan Uang 1 Juta Dolar di Tangan ZA Bukti Pansus Haji Terkontaminasi PT KAI Gagal Total: Tragedi Bekasi Bukti Nyata Bobroknya Manajemen Sasar Peningkatan Ekonomi Kabupaten Lebak, Kemenkum Banten Sosialisasi Merek dan Perseroan Nasir Djamil: Bio Fit Tonggak Penting Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Adde Rosi di SMAN 1 Warunggunung: Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Harapan Pendidikan Kejati Sumsel Tetapkan 5 Tersangka Baru: Kasus Obstruction of Justice DPMD Muba dan Korupsi KUR Martapura

Headline

Bukan Bagi-bagi Jabatan, David Pajung: Reshuffle Bentuk Evaluasi demi Kinerja Optimal


					Keterangan foto : Ketua Umum Relawan All Cipayung Nusantara, David Pajung, Senin (27/4/2026) Perbesar

Keterangan foto : Ketua Umum Relawan All Cipayung Nusantara, David Pajung, Senin (27/4/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang kembali melakukan perombakan besar-besaran dan rotasi jabatan dalam pemerintahan kembali menjadi sorotan publik. Langkah ini memunculkan beragam tanggapan, mulai dari apresiasi hingga kritik. Sebagian pihak menilai reshuffle ini hanya sebatas “bagi-bagi kursi” atau strategi politik untuk melumpuhkan kritikan dengan mendudukkan tokoh-tokoh oposisi atau pengamat dalam struktur pemerintahan.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Ketua Umum Relawan All Cipayung Nusantara, David Pajung. Organisasi ini merupakan salah satu garda terdepan relawan pendukung pasangan Prabowo-Gibran. Menurut David, langkah yang diambil Presiden justru merupakan bukti nyata betapa serius dan tegasnya Prabowo dalam mengelola negara demi kepentingan rakyat banyak.

Bagi David, reshuffle atau rotasi adalah bentuk evaluasi kinerja yang bertujuan untuk mengakselerasi berbagai program prioritas yang sudah dicanangkan. Jika ada kementerian atau lembaga yang dinilai kinerjanya belum maksimal atau belum mencapai target, maka Presiden memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan perubahan.

“Ini adalah penerapan prinsip manajemen yang baik, yaitu The Right Man on the Right Place,” ujar David yang juga dikenal sebagai aktivis 98 ini, Selasa (28/4/2026)

Ia menegaskan, tidak sedikit orang yang memiliki kompetensi dan kemampuan intelektual yang hebat, namun ketika ditempatkan pada posisi yang tidak sesuai dengan karakter atau keahliannya, hasil yang diberikan pun tidak akan maksimal. Oleh karena itu, pergeseran atau rotasi sangat diperlukan agar setiap orang bisa bekerja di tempat yang tepat dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

Proses Pelantikan yang Khidmat

Sebagaimana diketahui, rangkaian perombakan kabinet ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam suasana yang khidmat dan resmi. Prosesi pelantikan berlangsung di Istana Negara, di mana Presiden secara langsung melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan para menteri serta kepala lembaga yang baru.

Dalam momen tersebut, Presiden terlihat memberikan arahan dan pesan khusus kepada para pembantunya yang baru dilantik agar segera bekerja maksimal, fokus melayani rakyat, dan menjaga integritas. Suasana pelantikan ini menjadi simbol transisi kekuasaan yang demokratis dan profesional, menandakan bahwa pemerintahan terus bergerak dinamis menuju perbaikan.

Daftar Pejabat Baru

Pada hari Senin, 27 April 2026, Presiden Prabowo resmi mengumumkan dan melantik sejumlah nama yang mendapatkan amanah baru dalam Kabinet Merah Putih, antara lain:

– Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

– Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

– Dudung Abdurachman menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

– Muhammad Qodari dipercaya memimpin Badan Komunikasi Pemerintah.

– Hasan Nasbi (Hasbi) ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

– Serta Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

Lebih lanjut, sebagai alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, David menekankan pentingnya memberikan kepercayaan penuh kepada Presiden. Di tengah derasnya arus tantangan dan dinamika global yang dihadapi oleh seluruh negara di dunia, Presiden membutuhkan kabinet yang solid, tanggap, dan mampu bekerja secara multidimensi serta multitasking.

“Kabinet ini harus berfungsi sebagai problem solver yang handal dalam menyelesaikan persoalan rakyat. Oleh karena itu, jika ada pembantu Presiden yang kinerjanya dinilai belum optimal, maka harus siap-siap untuk diganti. Kami sangat mengapresiasi langkah tegas dan visioner Presiden Prabowo ini demi kemajuan Indonesia,” pungkas David Pajung.

Baca Lainnya

Gawat, Dugaan Uang 1 Juta Dolar di Tangan ZA Bukti Pansus Haji Terkontaminasi

28 April 2026 - 22:37 WIB

Gawat, Dugaan Uang 1 Juta Dolar Di Tangan Za Bukti Pansus Haji Terkontaminasi

PT KAI Gagal Total: Tragedi Bekasi Bukti Nyata Bobroknya Manajemen

28 April 2026 - 22:32 WIB

Pt Kai Gagal Total: Tragedi Bekasi Bukti Nyata Bobroknya Manajemen

Nasir Djamil: Bio Fit Tonggak Penting Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

28 April 2026 - 22:07 WIB

Nasir Djamil: Bio Fit Tonggak Penting Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Trending di Headline