Menu

Mode Gelap
BGN Kunjungi Korban Kecelakaan SPPG Langkat, Solusi Masih Menggantung Solusi Keterisolasian, Jembatan Perintis Garuda Membuka Akses Selatan Dugaan Korupsi Beasiswa PIP, Dua Anggota DPR RI Kini Dibidik KPK Jeritan Rakyat di Balik Serang Bahagia, Abah Elang: Pengangguran Masih Tinggi Waspada PHK Prematur di Kasus Kecelakaan Kereta, Diperiksa Bukan Berarti Langsung Bersalah Harta Naik Drastis, BaraNusa: Teddy Wajib Jelaskan ke Publik

Nasional

Harta Naik Drastis, BaraNusa: Teddy Wajib Jelaskan ke Publik


					Keterangan foto : Sekertaris Kabinet RI Letkol Teddy Indra Wijaya, Selasa (5/4/2026) Perbesar

Keterangan foto : Sekertaris Kabinet RI Letkol Teddy Indra Wijaya, Selasa (5/4/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, kembali melontarkan kritik pedas terkait status rangkap yang diemban oleh Teddy Indra Wijaya. Menurutnya, menjadi prajurit TNI aktif namun sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Kabinet adalah hal yang kurang etis dan tidak sesuai dengan semangat reformasi serta supremasi sipil.

Adi menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Jangan serakah memegang dua jabatan sekaligus. Negara ini bukan milik pribadi. Teddy harus tegas memilih: mundur dari TNI atau lepas saja kursi Sekretaris Kabinet,” ujar Adi dengan santai namun tegas.

Ia pun mencontohkan langkah yang diambil oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang memilih mundur dari TNI sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan. Itu, menurutnya, adalah contoh sikap yang sportif dan menghargai profesionalisme institusi.

“Kalau ingin tetap jadi tentara, ya fokus jalankan tugas militer dengan baik. Tapi kalau mau duduk di jabatan sipil yang strategis, ya lepaskan dulu atribut militernya. Jangan main di dua kaki sekaligus, kan nggak enak dilihatnya,” tambahnya.

Desak Audit Kekayaan, LHKPN Melonjak Drastis

Tidak soal jabatan saja, Adi juga menyoroti soal harta kekayaan. Ia mendesak KPK dan BPK untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap aset Teddy Indra Wijaya.

Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat kenaikan yang cukup signifikan.

“Dari catatan kami, LHKPN-nya melonjak tajam, dari sekitar Rp4,7 miliar jadi Rp20,1 miliar selama masa jabatannya. Ini kan angka yang lumayan besar, harusnya bisa dijelaskan dengan jelas dan transparan ke publik,” ungkapnya.

Adi juga menyinggung soal gaya hidup yang dinilai terlalu mewah, termasuk kabar perayaan ulang tahun di hotel berbintang luar biasa yang terkesan kurang peka dengan kondisi ekonomi rakyat saat ini.

“Makanya kami minta diaudit tuntas. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Minta MBG dan Kopdes Merah Putih Juga Diperiksa

Lebih jauh, BaraNusa juga meminta agar program-program besar pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kopdes Merah Putih turut diaudit secara menyeluruh.

“Jangan sampai uang rakyat yang sebenarnya untuk subsidi dan kebutuhan pokok, malah mengalir ke mana-mana, dipakai pesta atau proyek yang tidak jelas manfaatnya. Harus jelas kemana perginya,” pungkas Adi.

Ia mengingatkan agar aturan dan etika berlaku sama untuk semua orang, tidak boleh ada pengecualian demi menjaga kepercayaan publik.

Baca Lainnya

Waspada PHK Prematur di Kasus Kecelakaan Kereta, Diperiksa Bukan Berarti Langsung Bersalah

5 Mei 2026 - 19:18 WIB

Waspada Phk Prematur Di Kasus Kecelakaan Kereta, Diperiksa Bukan Berarti Langsung Bersalah

MataHukum ke Presiden Prabowo: Copot Bahlil, Rakyat Tercekik BBM Naik

5 Mei 2026 - 15:21 WIB

Jakarta — Aliansi Muda Garuda Indonesia (Ampgi) Mohamad Menyatakan Bahwa Presiden Prabowo Subianto Sudah Saatnya Mengambil Langkah Tegas Dengan Melakukan Reshuffle Kabinet. Menurut Mereka, Sejumlah Menteri Di Kabinet Saat Ini Justru Menjadi Penghambat Jalannya Pemerintahan Yang Efektif Dan Berintegritas. “Presiden Harus Berani Melepaskan Diri Dari Bayang-Bayang Pemerintahan Sebelumnya. Kabinet Saat Ini Perlu Dibersihkan Dari Tokoh-Tokoh Yang Lebih Sering Membuat Kegaduhan Ketimbang Bekerja Untuk Rakyat,” Tegas Perwakilan Ampgi Mohamad Dalam Pernyataan Resminya, Rabu (22/5). Ampgi Menyoroti Beberapa Nama Yang Dinilai Tidak Menunjukkan Kinerja Optimal Dan Justru Lebih Menonjolkan Kepentingan Pribadi. Salah Satu Yang Menjadi Sorotan Adalah Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia. “Bahlil Kerap Menciptakan Panggung Untuk Dirinya Sendiri, Terkesan Lebih Sibuk Membangun Citra Pribadi Ketimbang Fokus Menjalankan Tugas Negara. Ini Menjadi Beban Bagi Presiden Prabowo,” Lanjutnya. Ampgi Juga Menyatakan Bahwa Reshuffle Bukan Hanya Menjadi Kebutuhan Politik, Tetapi Juga Menjadi Sinyal Penting Bahwa Presiden Prabowo Adalah Pemimpin Yang Mandiri Dan Bukan Sekadar Penerus Kebijakan Pemerintahan Sebelumnya. “Kami Mendesak Agar Menteri-Menteri Yang Terlalu Lekat Dengan Kepentingan Masa Lalu Segera Digantikan Oleh Profesional Yang Kompeten Dan Paham Terhadap Tugas Pokoknya. Jangan Sampai Publik Menganggap Presiden Prabowo Hanya Sekadar Simbol Atau ‘Boneka Politik’,” Pungkasnya.

Janji Dihapus, Nyatanya Dikukuhkan Permenaker Baru Dinilai Legitimasi Outsourcing

5 Mei 2026 - 15:10 WIB

Janji Dihapus, Nyatanya Dikukuhkan Permenaker Baru Dinilai Legitimasi Outsourcing
Trending di Nasional