Teropongistana.com Lebak – Perum Bulog Kantor Cabang Lebak-Pandeglang kembali menggulirkan penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari-Maret 2026., setelah sempat terkendala dan terbatasnya kemasan, kini distribusi dikebut agar segera sampai ke tangan masyarakat yang berhak.
Kepala Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, M Syaukani, memastikan bahwa proses distribusi saat ini sudah berjalan kembali dan terus dioptimalkan.
“Minggu ini kami mulai kembali menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 untuk wilayah-wilayah atau kecamatan yang sebelumnya belum tersalurkan,” ujar Syaukani kepada awak media, Sabtu (8/5/2026).
Realisasi Sudah 30 peresen, Sisa 70 peresen Dikebut di Mei
Hingga saat ini, Syaukani menyebut bahwa realisasi penyaluran untuk alokasi tersebut sudah berjalan cukup baik.
“Untuk realisasi penyaluran bantuan pangan sampai dengan saat ini, sudah mencapai sekitar 30 persen dari total target alokasi Februari-Maret 2026,” jelasnya.
Dia menambahkan, sisa penyaluran yang masih besar akan difokuskan dan dimaksimalkan di bulan Mei ini.
“Sisanya sekitar 70 persen akan kami maksimalkan penyalurannya di bulan Mei ini, agar target bisa segera tercapai,” tegasnya.
Kendala Kemasan Teratasi, Kejar Target Bapanas
Syaukani menjelaskan, sebelumnya sempat terjadi perubahan jadwal penyaluran dikarenakan keterbatasan ketersediaan kemasan plastik @10 kilogram. Namun kini, dengan masuknya pasokan kemasan atau karung bantuan pangan dari pabrikan kemasan, maka proses pengiriman dan penyaluran bisa kembali berjalan.
“Dengan mulai masuknya kemasan dari pabrik, kami berharap penyaluran alokasi Februari-Maret ini bisa segera tuntas dan ditargetkan selesai maksimal sampai akhir Mei 2026, sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan oleh Bapanas RI,” tambahnya.
Stok Aman Hingga Setahun, Siaga Intervensi Pasar
Selain soal penyaluran bantuan, Syaukani juga memberikan kabar menggembirakan terkait kondisi ketahanan pangan di wilayah Lebak dan Pandeglang. Ia memastikan pasokan beras dalam kondisi sangat aman.
“Untuk ketahanan pangan di wilayah kami, alhamdulillah sangat aman. Stok beras yang tersimpan di gudang kami dipastikan cukup hingga setahun ke depan atau aman sampai akhir 2026,” jelasnya.
Meski harga beras di pasaran saat ini terpantau relatif stabil, Bulog tetap bersiaga penuh. Bersama Pemerintah Daerah, Bulog terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai titik.
“Koordinasi dengan Pemda terus kami perkuat. Jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga, kami siap langsung meluncurkan GPM untuk menjaga daya beli masyarakat,” pungkas Syaukani.









