Menu

Mode Gelap
Zulhamedy Syamsi: Perombakan Total BGN Langkah Tepat Prabowo Pulihkan Kepercayaan Audiensi di BGN, Yayasan Mutiara Kharisma Insani Siap Biayai Pengobatan Sri Rahayu Hingga Sembuh Irma Suryani Sebut Pergantian Kepala BGN Wajar, Harap Program MBG Lebih Fokus dan Tepat Sasaran Dadan Hindayana Dicopot, Jerry Massie: Bukan Anak Buah Jokowi, Prabowo Tegas Tak Main-main SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Pimpinan BGN: Hanya Politik Promosi Bukan Evaluasi Sejalan dengan Dasco, DPRD Banten Nilai Pergantian Pimpinan BGN Momentum Perkuat Kinerja

Nasional

Audiensi di BGN, Yayasan Mutiara Kharisma Insani Siap Biayai Pengobatan Sri Rahayu Hingga Sembuh


					Gedung BGN Perbesar

Gedung BGN

Teropongistana.com Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen memfasilitasi penyelesaian kasus kecelakaan kerja yang menimpa Sri Rahayu Adiningsih, pekerja pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan audiensi yang berlangsung konstruktif di kantor pusat BGN pada Selasa (2/6/2026) ini dihadiri oleh Komite Pemantau MBG (KP-MBG), keluarga korban beserta pendamping hukum, hingga perwakilan Yayasan Mutiara Kharisma Insani selaku mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Pertemuan ini difokuskan untuk merumuskan langkah terbaik, memastikan penanganan yang layak, serta menjamin perlindungan penuh bagi Sri Rahayu Adiningsih. Wanita berusia 24 tahun yang menjabat sebagai Kepala Koki tersebut hingga saat ini masih memerlukan perawatan medis intensif guna memulihkan kondisi pasca kecelakaan yang menimpanya saat menjalankan tugas.

Dalam pertemuan tersebut, BGN diwakili langsung oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional, Harjito. Ia menegaskan bahwa BGN hadir sepenuh hati sebagai jembatan komunikasi yang netral, mempertemukan keinginan keluarga dengan tanggung jawab pengelola yayasan demi tercapainya kesepakatan yang adil, manusiawi, dan memuaskan semua pihak.

“Kami sangat memahami rasa cemas dan keprihatinan yang dirasakan keluarga. Seluruh aspirasi, data, dan harapan yang disampaikan hari ini kami terima dengan terbuka. BGN akan memfasilitasi penyelesaian ini dengan mengumpulkan informasi lengkap dari seluruh pihak, sehingga kita mendapatkan gambaran yang utuh tentang kejadian yang terjadi, dan bersama-sama mencari solusi terbaik,” ujar Harjito saat pertemuan tersebut, Selasa (2/6/2026)

Sri Rahayu Adiningsih dikenal sebagai sosok pekerja berdedikasi tinggi. Kecelakaan nahas itu terjadi pada dini hari, saat ia sedang dalam perjalanan menuju dapur pelayanan. Ia berangkat lebih awal demi memastikan segala persiapan makanan bagi ribuan anak penerima manfaat berjalan sempurna. Namun, insiden lalu lintas tak terduga terjadi dan menyebabkan Sri Rahayu mengalami cedera serius yang menuntut proses pengobatan berkelanjutan dengan biaya yang tidak sedikit.

Mendengarkan harapan keluarga, Perwakilan Yayasan Mutiara Kharisma Insani, Erizal, menyampaikan sikap tulus dan kesediaan penuh untuk bertanggung jawab secara moral. Ia menegaskan pihaknya akan senantiasa menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga korban dan berkomitmen mendukung penuh proses pemulihan Sri Rahayu.

“Pihak yayasan akan terus berkomunikasi dan duduk bersama keluarga dengan hati terbuka. Kami bertekad mencari jalan keluar terbaik dan solusi nyata, termasuk memfasilitasi serta membantu pembiayaan pengobatan yang sedang dijalani Sri Rahayu sampai ia benar-benar pulih kembali seutuhnya,” ungkap Erizal menyampaikan janji yayasan.

Koordinator Komite Pemantau MBG, Achmad Ismail atau akrab disapa Ais, dalam pandangannya yang bijak menyatakan bahwa kasus ini harus diselesaikan dengan pendekatan profesional, berlandaskan aturan hukum dan norma ketenagakerjaan yang berlaku, agar seluruh hak dasar korban terpenuhi dengan sempurna. Lebih dari itu, Ais berharap momen ini menjadi langkah awal perbaikan sistem, di mana keselamatan dan perlindungan para pekerja di garda terdepan menjadi prioritas utama yang senantiasa dijaga.

“Kasus ini hendaknya menjadi momen evaluasi yang mendalam. Penanganannya wajib sejalan dengan hukum dan ketentuan yang berlaku, serta hak-hak korban harus terpenuhi dengan layak. Harapan kami ke depan, aspek keselamatan dan perlindungan tenaga kerja benar-benar menjadi perhatian utama dan bagian tak terpisahkan dari setiap langkah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” ucap Ais lembut namun tegas.

Senada dengan itu, Penasihat Hukum keluarga korban, Maruli Rajagukguk, mengingatkan bahwa penanganan perkara ini harus selalu menempatkan nilai kemanusiaan di urutan teratas. Ia mengutip prinsip luhur bangsa: Salus Populi Suprema Lex Esto, yang artinya Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. Oleh sebab itu, segala upaya pemulihan korban harus segera dilakukan tanpa harus menunggu proses hukum berlarut-larut.

“Nilai kemanusiaan mutlak menjadi landasan utama dalam menangani peristiwa ini. Berpegang pada prinsip bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, maka saat korban sedang berjuang memulihkan diri, negara dan pengelola wajib hadir menjamin kebutuhan hidup dan kesehatannya terpenuhi dengan baik,” jelas Maruli.

Rama, abang kandung sekaligus perwakilan keluarga, menyampaikan harapan tulus dan sederhana kepada pemerintah serta pengelola. Ia hanya memohon agar kehadiran negara benar-benar terasa melindungi anak bangsanya yang sedang berbakti, dengan memastikan seluruh biaya pengobatan adiknya dilunasi hingga sembuh, serta hak-hak yang melekat sebagai pekerja negara dipenuhi sepenuhnya.

“Kami sangat berharap Negara melalui BGN dan Yayasan Mutiara Kharisma Insani, kiranya berkenan membantu melunasi seluruh biaya pengobatan adik saya sampai beliau pulih dan sehat kembali. Selain itu, hak-hak adik saya selaku pekerja yang sedang menjalankan tugas kenegaraan, kami mohon agar dipenuhi dengan layak dan pantas,” pungkas Rama dengan harapan besar.

Baca Lainnya

Zulhamedy Syamsi: Perombakan Total BGN Langkah Tepat Prabowo Pulihkan Kepercayaan

3 Juni 2026 - 15:22 WIB

Zulhamedy Syamsi: Perombakan Total Bgn Langkah Tepat Prabowo Pulihkan Kepercayaan

Irma Suryani Sebut Pergantian Kepala BGN Wajar, Harap Program MBG Lebih Fokus dan Tepat Sasaran

3 Juni 2026 - 12:27 WIB

Irma Suryani Sebut Pergantian Kepala Bgn Wajar, Harap Program Mbg Lebih Fokus Dan Tepat Sasaran

Dadan Hindayana Dicopot, Jerry Massie: Bukan Anak Buah Jokowi, Prabowo Tegas Tak Main-main

3 Juni 2026 - 12:11 WIB

Dadan Hindayana Dicopot, Jerry Massie: Bukan Anak Buah Jokowi, Prabowo Tegas Tak Main-Main
Trending di Nasional