Menu

Mode Gelap
BaraNusa Soroti Aksi Dukungan MBG, Minta Telusuri Kepentingan di Baliknya Pemadaman Berulang dan Utang Rp804 Triliun, GSBK Minta Presiden Copot dan Periksa Dirut PLN Buronan Kasus Penipuan Rp7 Miliar Diamankan Usai Kembali dari Singapura BPA Raih PNBP Rp1,02 Triliun, Perluas Akses Masyarakat Ikut Lelang di PRJ Masyayikh NU Ingatkan Pentingnya Menjaga Khittah dalam Munas Alim Ulama dan Konbes DPR Desak Audit Total MBG, Firman: Jangan Sampai Niat Baik Rusak di Lapangan

Nasional

Pemadaman Berulang dan Utang Rp804 Triliun, GSBK Minta Presiden Copot dan Periksa Dirut PLN


					Kantor PLN Perbesar

Kantor PLN

Teropongistana.com Jakarta — Terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa memicu desakan dari Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK) agar Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo segera mengundurkan diri. Langkah itu dinilai sebagai bentuk tanggung jawab atas gangguan pasokan listrik yang berulang kali terjadi.

Koordinator Nasional GSBK, Febri Yohansyah, menyatakan permintaan maaf yang disampaikan pimpinan PLN setiap kali terjadi gangguan tidak lagi cukup memuaskan. Menurutnya, pola yang sama terus berulang tanpa solusi nyata.

“Setiap ada pemadaman, baik di Sumatera maupun Pulau Jawa, hanya ada permintaan maaf seolah masalah selesai begitu saja. Sikap ini tidak mencerminkan tanggung jawab yang sesungguhnya,” tegas Febri dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Ia menambahkan bahwa pemadaman listrik bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan merugikan masyarakat luas dan pelaku usaha yang bergantung pada pasokan energi yang stabil.

“Bukan hanya minta maaf, tapi harus ada langkah nyata, termasuk menghitung dan mengganti kerugian yang dialami pelanggan. Bila perlu Kejaksaan atau KPK periksa beliau” ujarnya.

Selain soal keandalan layanan, GSBK juga menyoroti kondisi keuangan perusahaan. Mengutip data dari Center for Budget Analysis (CBA), disebutkan bahwa utang PLN pada akhir tahun 2025 mencapai Rp804,2 triliun, naik dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp736,4 triliun.

“Utang terus membengkak dari tahun ke tahun tanpa ada langkah efektif untuk menahannya. Ini menjadi masalah serius yang harus diperhatikan pemerintah,” kata Febri.

Atas dua persoalan mendasar tersebut, GSBK meminta Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen PLN. Mereka mendesak agar Darmawan Prasodjo dicopot dari jabatannya sekaligus dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kondisi keuangan dan pengelolaan perusahaan.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PLN terkait desakan tersebut. Sebelumnya, manajemen PLN hanya menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan agar kembali berjalan normal.

Baca Lainnya

BaraNusa Soroti Aksi Dukungan MBG, Minta Telusuri Kepentingan di Baliknya

21 Juni 2026 - 22:37 WIB

Baranusa Soroti Aksi Dukungan Mbg, Minta Telusuri Kepentingan Di Baliknya

BPA Raih PNBP Rp1,02 Triliun, Perluas Akses Masyarakat Ikut Lelang di PRJ

20 Juni 2026 - 23:20 WIB

Bpa Raih Pnbp Rp1,02 Triliun, Perluas Akses Masyarakat Ikut Lelang Di Prj

Masyayikh NU Ingatkan Pentingnya Menjaga Khittah dalam Munas Alim Ulama dan Konbes

20 Juni 2026 - 23:17 WIB

Masyayikh Nu Ingatkan Pentingnya Menjaga Khittah Dalam Munas Alim Ulama Dan Konbes
Trending di Nasional