Menu

Mode Gelap
Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa

Megapolitan

Demer Sebut Bali Butuh Pemimpin Seperti Jokowi


					Demer Sebut Bali Butuh Pemimpin Seperti Jokowi Perbesar

TEROPONGISTAN.COM JAKARTA – Anggota legislatif Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih atau akrab disapa Demer mengakui bahwa saat ini yang menjadi masalah krusial di Bali adalah bagaimana menyeimbangkan ketimpangan pertumbuhan antara Bali Selatan dengan Bali Utara.

“Bali membutuhkan pemimpin yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan antara daerah Bali Selatan dan Bali Utara. Jika tidak maka hasilnya adalah ketimpangan yang kita lihat sekarang ini. Harga-harga yang terlalu tinggi akan menjadi beban dari masyarakat Bali Selatan. Di sisi lain di Bali Utara masyarakat akan dikeluhkan dengan tingkat pengangguran yang tinggi akibat fokus pembangunan yang rendah,”kata Gde Sumarjaya Linggih kepada awak media, Selasa (16/2).

“Untuk itu Bali membutuhkan sosok pemimpin yang mampu melihat dan mengeksekusi hal.itu. Kami ingin pemimpin seperti Jokowi di Bali,” tegasnya.

“Saya harap Pemimpin di Bali saat ini bisa secara tegas memindahkan pusat provinsi ke daerah yang pertimbuhannya rendah. Sehingga akan ada keseimbangan pembangunan,” ujar legislator Golkar itu.

“Saya harus kritis, karena ini untuk kepentingan orang banyak,” ungkap Sumarjaya Linggih.

BACA JUGA : Demer Minta Mendag Focus Urus Kelangkaan Minyak Goreng

Kawasan Timur Indonesia merupakan kawasan yang masih tertinggal baik dari segi pembangunan, ekonomi maupun infrastrukturnya. Kawasan Timur Indonesia termasuk diantaranya Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusra dan Papua.

Baca Lainnya

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

16 April 2026 - 22:08 WIB

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI

16 April 2026 - 19:22 WIB

Naikkan Daya Saing, Cima Upayakan Kesejahteraan Pelaut Ri

Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari

16 April 2026 - 19:08 WIB

Ombudsman Tegaskan Pembatasan Bbm Subsidi Harus Pertimbangkan Mayoritas
Trending di Hukum