Menu

Mode Gelap
Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama KPK Dinilai Tak Lagi Relevan, IndexPolitica Dorong Penguatan Kejaksaan Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari Ketua Ombudsman HS Jadi Tersangka, Terima Suap Rp1,5 Miliar Tender Borongan Kemenag, Mukhsin: Buka Dokumen atau Diperiksa

Megapolitan

Ferdinand, Andai JK Mediasi Afghanistan dan Taliban


					Ferdinand, Andai JK Mediasi Afghanistan dan Taliban Perbesar

Teropongistana.com Jakarta – Penggiat Media Sosial, Ferdinand Hutahaean menyinggung mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) tentang kondisi Afghanistan setelah dikuasai oleh Taliban.

Sambil meledek, Ferdinand Hutahaean menganalogikan Jusuf Kalla berangkat ke Afghanistan untuk menjadi mediator terkait konflik yang terjadi di negara tersebut.

Ferdinand Hutahaean menyebut, hasil yang terjadi kemungkinan akan berbeda kalau Jusuf Kalla berangkat ke Afghanistan.

“Andai pak JK berangkat ke Afganistan utk mencoba memediasi dan mendamaikan mereka disana, mgkn hasilnya akan berbeda,”kata Ferdinand Hutahaean, lewat akun Twitter @FerdinandHaean3, Minggu, 22 Agustus 2021.

Ferdinand mengatakan, seandainya JK berhasil melakukan memediasi dan mendamaikan konflik yang terjadi antara Afghanistan dan Taliban, maka perang bisa terhindarkan dan tidak akan ada korban jiwa.

Namun, Ferdinand sangat menyayangkan pandangan JK yang hanya memuji Taliban dari Jakarta. Menurut Ferdinand, hal tersebut tidak mempunyai pengaruh terhadap kondisi yang terjadi di Afghanistan.

“Perang bisa dikesampingkan dan warga tidak ada korban. Tapi sayangnya pak JK cuma memuji taliban dari Jakarta, jd ngga ngaruh ke Afgan,”ucap Ferdinand.

Diberitakan sebelumnya, JK yang menyebut bahwa Taliban akan lebih terbuka saat mengambil alih pemerintahan Afghanistan melalui konferensi pers pada Senin, 16, Agustus 2021 lalu.

Dikatakan JK, saat ini Taliban sudah banyak berubah dan memiliki sikap yang berbeda dibandingkan ketika memerintah Afghanistan pada tahun 1996-2001 silam.

Selain itu, kata JK bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Afghanistan bersifat kenegaraan. Artinya, tidak bergantung pada rezim yang memerintah.

Menurut JK, saat Taliban berkuasa pada tahun 1996-2001 itu, kedutaan Indonesia tetap ada di Afghanistan. Bahkan, kata JK pada masa pemerintahan Ashraf Ghani, kedutaan Indonesia di Afghanistan juga tetap ada.

Akibat dari pernyataan JK tersebut banyak menimbulkan kecaman dari sejumlah pihak yang menilai Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu seolah-olah mendukung Taliban.

Baca Lainnya

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

16 April 2026 - 22:08 WIB

Bantah Rekomendasi Parpol, Pansel Ombudsman Prof Erwan: Kami Tak Tahu Kasus Lama

Naikkan Daya Saing, CIMA Upayakan Kesejahteraan Pelaut RI

16 April 2026 - 19:22 WIB

Naikkan Daya Saing, Cima Upayakan Kesejahteraan Pelaut Ri

Ironi Pengawas: Dilantik Prabowo, Ditangkap Kejagung Cuma 6 Hari

16 April 2026 - 19:08 WIB

Ombudsman Tegaskan Pembatasan Bbm Subsidi Harus Pertimbangkan Mayoritas
Trending di Hukum