Menu

Mode Gelap
Data Tunjukkan Tren Meningkat, IYAC Desak Reformasi Sistem Perlindungan di Pesantren BPA Fair 2026 Dibuka, Kejagung: Bukti Transparansi dan Pendapatan Negara Meningkat Siap Bersinergi dengan Kepala Kantor Staf Presiden, Relawan Tim 8 Prabowo Kawal Realisasi MBG dan Kopdes Anggaran Hama Rp500 Juta Disorot, CBA Minta Kemenkes Jelaskan Rinciannya MataHukum: Sinyal Kuat Pergantian Jaksa Agung Pelaku Jambret WNA Argentina di Sorong Diciduk Polisi

News

Loyalis Jokowi Sebut Ade Armando Susahkan Pemerintah


					Loyalis Jokowi Sebut Ade Armando Susahkan Pemerintah Perbesar

TEROPONGISTANA.COM – Kornas-Jokowi kembali mengkritik beberapa pejabat negara di kabinet Indonesia Maju yang sibuk mendesak pihak keamanan untuk menangkap para pelaku tindak pidana kekerasan terhadap Dosen Universitas Indonesia Ade Armando beberapa waktu yang lalu di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan.

“Kenapa pejabat negara kebakaran jenggot mendesak aparat keamanan mencari siapa pelaku tindak pidana kekerasan yang dialami Ade Armando, memangnya Ade Armando ini siapa sih? Kok sampai beberapa pejabat negara di Kabinet Indonesia Maju ikut repot,” tegas Sekjen Kornas-Jokowi Akhrom Saleh kepada media, Rabu (13/4/2022).

Namun pihaknya juga berempati terhadap Ade Armando yang dikeroyok hingga babak belur. “Tentunya kita mengutuk keras tindak kekerasan yang dilakukan oleh siapapun juga di Republik ini, khususnya yang dialami Ade Armando. Tindak Kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat Dibenarkan, apalagi secara sengaja,” papar Akhrom.

“Tapi juga bukan berarti kita harus terkuras tenaga dan pikiran dengan hanya masalah seorang Ade Armando yang dia sendiri memancing di Air Keruh,” sambungnya.

Baca juga : Bara API Minta Pelaku Pemasang Spanduk Andika Berlogo Paru Arit Ditangkap

Menurutnya, masih banyak urusan negara dan persoalan rakyat yang lebih penting dan genting untuk diselesaikan! “Misalnya, kenaikkan harga-harga bahan pokok kebutuhan masyarakat yang melambung harganya,” lanjut Akhrom lagi.

Selain itu ia juga menyesalkan, lantaran Ade Armando menjadi korban pengeroyokan, akibatnya tuntutan mahasiswa baik yang berjuang secara moral ke istana negara dan Isu politis di Gedung DPR RI, menjadi hilang subtansi perjuangannya.

“Ini artinya, kedua isu moral dan politis tersebut tenggelam akibat pemberitaan diberbagai media yang kebanyakan mengangkat hanya persoalan Ade Armando seorang diri,” imbuhnya.

Terkait siapa pejabat negara yang sibuk meminta untuk menangkap pelaku tindak kekerasan terhadap Ade Armando tersebut, kata Akhrom, ia tidak ingin menyebutkannya kepada publik, namun publik juga akan mengetahuinya.

“Maksud saya jangan terlalu berlebihan hanya seorang Ade Armando negara jadi direpotkan, kan masih banyak urusan yang lebih penting dibandingkan Ade Armando, apalagi dia hadir bukan karena perintah. Dia hadir ke situ karena keinginan dan kesadaran dia sendiri,” tutupnya. (Red)

Baca Lainnya

Data Tunjukkan Tren Meningkat, IYAC Desak Reformasi Sistem Perlindungan di Pesantren

18 Mei 2026 - 18:24 WIB

Data Tunjukkan Tren Meningkat, Iyac Desak Reformasi Sistem Perlindungan Di Pesantren

BPA Fair 2026 Dibuka, Kejagung: Bukti Transparansi dan Pendapatan Negara Meningkat

18 Mei 2026 - 18:11 WIB

Bpa Fair 2026 Dibuka, Kejagung: Bukti Transparansi Dan Pendapatan Negara Meningkat

Anggaran Hama Rp500 Juta Disorot, CBA Minta Kemenkes Jelaskan Rinciannya

18 Mei 2026 - 14:25 WIB

Anggaran Hama Rp500 Juta Disorot, Cba Minta Kemenkes Jelaskan Rinciannya
Trending di Nasional