Menu

Mode Gelap
Berkedok Proyek KPP Bekasi, Pria Gunakan Kop Surat Resmi Tipu Rp50 Juta Mantan Jampidsus Ditetapkan Tersangka, Berkas Kasus Batu Bara Dilimpahkan ke Kejagung Polri Tunjukkan Komitmen Berantas Korupsi, Sekjen Sahabat Presisi: Bravo Polri BaraNusa Apresiasi Kortastipidkor, Desak Tim Khusus Usut Skandal Batu Bara Damkar Kodim 0601/Pandeglang dan Masyarakat Padamkan Kebakaran di Cibaliung Aktivis Anti Korupsi: Isu Perjalanan Menteri PU Digiring Opini Tanpa Dasar

Daerah

Lahirnya Varian Baru Kristen Muhammadiyah,Simak Penjelasannya


					Kiprah Muhammadiyah yang semakin kosmopolis melahirkan varian baru, yaitu Kristen Muhammadiyah alias KrisMuha, (Selasa, 30/5/2023) Perbesar

Kiprah Muhammadiyah yang semakin kosmopolis melahirkan varian baru, yaitu Kristen Muhammadiyah alias KrisMuha, (Selasa, 30/5/2023)

TeropongIstana.com, Jakarta | Kiprah Muhammadiyah yang semakin kosmopolis melahirkan varian baru, yaitu Kristen Muhammadiyah alias KrisMuha.

Varian baru ini merujuk pada orang Kristen yang menjadi simpatisan Muhammadiyah.

Fenomena unik ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Abdul Mu’ti dan Fajar Riza Ulhaq yang kemudian disusun dalam buku utuh dengan judul Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan.

Baca Juga : FK UMSU Terus Cetak Dokter Islami Demi Hadapi Persaingan Era Global

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tertarik dengan buku ini dan menggelar acara bedah buku.

Bekerjasama dengan Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, acara bedah buku ini digelar pada pada Senin (22/05) di Kantor Kemendikbudristek, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta.

Menurut Ketua LKKS PP Muhammadiyah, Fajar Riza Ulhaq, buku ini menggambarkan situasi toleransi di daerah-daerah terpencil di Indonesia, terutama di daerah 3 T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).

Daerah-daerah pinggiran Indonesia yang dimaksud adalah Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT); Serui, Papua, dan Putussibau, Kalimantan Barat (Kalbar).

Ini Juga : Mendag Zulkifli Hasan Hadir di Musda Muhammadiyah Bogor

Menurut Fajar, fenomena munculnya varian KrisMuha dapat dijelaskan oleh adanya interaksi yang intens antara siswa-siswa Muslim dan Kristen dalam lingkungan pendidikan di sekolah Muhammadiyah.

Namun, perlu dicatat bahwa interaksi tersebut tidak menghilangkan identitas mereka sebagai penganut agama Kristen yang taat.

“Kami tidak menduga ketertarikan dan antusiasme masyarakat (pembaca) terhadap karya ini masih sedemikian besar hingga saat ini, meskipun buku ini pernah diterbitkan 2009 silam.

Inilah kontribusi Muhammadiyah dalam membangun generasi Indonesia yang lebih toleran, inklusif, dan terbiasa hidup bersama dalam perbedaan”, ucap Fajar.

Ini Juga : IMM FAI UMSU Gelar Paket Dakwah Ramadhan Di Karo

Selain itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pada awalnya, buku ini diterbitkan pada tahun 2009 namun kurang detail dalam hal data-data.

Menurut Mu`ti, buku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (Kompas Gramedia) telah mengalami penyempurnaan yang komprehensif dan juga telah diperbaiki dengan baik.

“Terutama pada bagian bab dua dalam buku ini dijelaskan tentang akar pluralisme dalam pendidikan Muhammadiyah di tingkat akar rumput”, kata Mu’ti. (Deni/red) 

Baca Lainnya

Damkar Kodim 0601/Pandeglang dan Masyarakat Padamkan Kebakaran di Cibaliung

11 Juli 2026 - 00:21 WIB

Damkar Kodim 0601/Pandeglang Dan Masyarakat Padamkan Kebakaran Di Cibaliung

IPSM Kabupaten Lebak Peringati HUT ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran untuk Pekerja Sosial

8 Juli 2026 - 22:32 WIB

Ipsm Kabupaten Lebak Peringati Hut Ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran Untuk Pekerja Sosial

Investasi PT Kristalin Ekalestari Berdampak Baik Pembangunan dan Ekonomi Warga

8 Juli 2026 - 19:13 WIB

Investasi Pt Kristalin Ekalestari Berdampak Baik Pembangunan Dan Ekonomi Warga
Trending di Daerah