Menu

Mode Gelap
Kejutan Sano Bungkam Brasil, Jepang Unggul 1-0 di Babak Pertama Soroti Kasus Impor Bea Cukai, CBA: Bongkar Semua ke Pengadilan, Jangan Biarkan Publik Menafsir MataHukum: Nama Aldison Ronald Jelas di BAP Blueray Cargo, Kenapa KPK Masih Bungkam Pengamat: Gibran Jadi Capres Gurem di 2029, PSI Terancam Kiamat Elektoral Pemprov Papua Tengah Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah Lewat SIPD-RI Berbasis SP2D Online Kanada Singkirkan Afrika Selatan 1-0, Les Rouges Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Politik

Pengamat: Gibran Jadi Capres Gurem di 2029, PSI Terancam Kiamat Elektoral


					Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (mengenakan pin Mugiwara One Piece) di lokasi Debat Antarcawapres Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). Perbesar

Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (mengenakan pin Mugiwara One Piece) di lokasi Debat Antarcawapres Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024).

Teropongistana.com Jakarta – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, memprediksi peta politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 akan mengalami guncangan besar. Salah satu kejutan terbesar yang diramalkan adalah pecahnya kongsi antara Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurut analisis Jerry, Prabowo sangat kecil kemungkinan untuk kembali berpasangan dengan putra sulung Joko Widodo tersebut pada kontestasi mendatang.

“Saya rasa Gibran akan menjadi figur yang sulit bersaing jika harus berhadapan langsung atau bahkan terus mendampingi Prabowo di 2029,” ujar Jerry Massie saat dihubungi, Senin (29/6/2026)

Ambisi Jokowi yang Menjadi “Bom Waktu”

Jerry menyoroti manuver mantan Presiden Jokowi yang belakangan ini dinilai sangat agresif turun ke lapangan demi mempromosikan Gibran dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah “curi start” kampanye di luar jadwal resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini dipandang bukan hanya melanggar etika dan aturan pemilu, tetapi juga berpotensi merugikan kubu Prabowo.

Alih-alih membantu, gerakan sepihak dari lingkaran Jokowi ini dinilai bisa menjadi “bom waktu” yang merusak citra politik Prabowo Subianto. Publik menangkap kesan adanya ambisi dinasti yang dipaksakan agar trah Jokowi tetap memegang kendali pemerintahan di masa depan.

Lebih lanjut, Jerry menilai model politik pencitraan dengan bagi-bagi sembako berbalut simbol partai kini sudah tidak lagi sakti di mata masyarakat yang kian cerdas.

Meredupnya “Sihir” Jokowi di PSI

Upaya Jokowi mendongkrak elektabilitas PSI juga diprediksi akan berujung sia-sia. Meski menggunakan jargon “PSI partainya Jokowi”, perolehan suara partai tersebut pada pileg lalu mandek di angka 2,9%—gagal menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 presen.

Jerry Massie bahkan memperingatkan bahwa jika PSI terus memaksakan diri mengusung Gibran dan tidak fokus pada pembenahan internal, pemilu mendatang bisa menjadi “kiamat” elektoral bagi partai berlambang mawar tersebut.

“Elektabilitas PSI saat ini masih terpuruk di kisaran 1 hingga 1,5 persen. Lebih baik PSI fokus meloloskan diri ke parlemen ketimbang bermimpi muluk di bursa Pilpres,” tegas Jerry.

Gibran Terhambat Isu Sensititf, Prabowo Cari Alternatif

Di sisi lain, Jerry menyebut langkah Gibran menuju 2029 akan sangat berat akibat tumpukan sentimen negatif dari masa lalu. Polemik akun fiktif “Fufu Fafa” hingga isu keabsahan ijazah dinilai menjadi batu sandungan besar yang sewaktu-waktu bisa menganulir posisinya di mata publik.

Sebagai gantinya, Prabowo Subianto diprediksi akan mencari figur pendamping yang jauh lebih matang, cerdas, visioner, dan didukung oleh mesin partai yang solid demi menjaga stabilitas nasional.

Beberapa nama potensial dari kalangan profesional dan teknokrat kini mulai mencuat, seperti Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Tak hanya itu, Prabowo juga memiliki peluang besar untuk membangun koalisi kuat dengan merangkul para ketua umum partai besar, seperti Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN), Muhaimin Iskandar (PKB), bahkan tokoh sentral seperti Puan Maharani (PDIP) dan Surya Paloh (NasDem).

Baca Lainnya

Di Lampung, Jokowi Berdialog dengan Penggiat Buruh Migran soal Perlindungan PMI

28 Juni 2026 - 10:08 WIB

Di Lampung, Jokowi Berdialog Dengan Penggiat Buruh Migran Soal Perlindungan Pmi

PKB Banten Matangkan Struktur DPC, Fokus pada Keterwakilan Wilayah dan Kader Perempuan

18 Juni 2026 - 12:51 WIB

Pkb Banten Matangkan Struktur Dpc, Fokus Pada Keterwakilan Wilayah Dan Kader Perempuan

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai PKB Lebak

11 Juni 2026 - 15:16 WIB

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai Pkb Lebak
Trending di Politik