Menu

Mode Gelap
Firman Soebagyo: Koperasi Nelayan Harus Menyejahterakan, Bukan Mengabaikan Nelayan KOHATI Bogor Luncurkan Program TOKO HATI untuk Kemandirian Ekonomi Kader Tolak Masuk Gedung Parlemen, BEM SI Desak DPR Temui Massa Aksi di Luar Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel untuk Pengamanan Unjuk Rasa di Jakarta BEM SI Jakarta Demo di DPR, Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM Komisi II DPR Setujui Pagu Indikatif KPU Rp4,68 Triliun dan Bawaslu Rp3,74 Triliun untuk RAPBN 2027

Daerah

Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara


					Keterangan foto ; Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius  foto bersama  Panitia Pelaksana Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia di Situs Bung Karno Kediri usai peletakan batu pertama, Sabtu (08/07/2023). Perbesar

Keterangan foto ; Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius foto bersama Panitia Pelaksana Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia di Situs Bung Karno Kediri usai peletakan batu pertama, Sabtu (08/07/2023).

Teropongistana.com KEDIRI – “Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara ini bukan pesantren keagamaan tapi pesantren kebangsaan. Disini akan fokus pada kesadaran berbangsa. Agar sadar kita ini berbangsa,” pesan tegas Kiai Moch. Mukhtar Mu’thi Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah saat peletakan batu pertama pembangunan pesantren.

Perlu diketahui, berdekatan dengan situs Persada Bung Karno, Ndalem Pojok di lereng gunung Kelud pada 7 Juli telah dimulai pembangunan pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Nusantra (PJDBI). Tepatnya di desa Pojok Krapak,Kecamatan Wates, Kediri inilah dua ribuan orang dari berbagai lapisan gotong royong dan hadir dalam acara yang dihadiri pula oleh Kapuspen TNI, Laksama Muda Julius Widjojono, C.H.R.M.P. mewakili Panglima TNI dan sejumlah tokoh lintas agama dan komunitas.

Menariknya warga dari beragam profesi dan agama tidak hanya hadir menyaksikan prosesi peletakan batu pertama tapi juga ikut memberikan sumbangan spontan. Mulai tenaga, pikiran bahkan dana dan material dicurahkan sejak dua minggu sebelumnya dari berbagai daerah. Bahkan sumbangan spontanitas yang digalang oleh panitia dalam tempo 30 menit terkumpul hampir 50 juta rupiah.

“Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa shodaqoh spontanitas diikuti semua yang hadir termasuk Pak Kyai Muchtar, pejabat pemerintah, Bapak Kapuspen TNI, Dandim, Kapolres, Bakesbanpol hingga kepala Desa Pojok. Alhamdulillah terkumpul 45 juta lebih kurang dari 30 menit,” kata Suhardono, SE Ketua Panitia Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa.

Menurutnya gotong royong itu sungguh diluar dugaan padahal hanya dengan kardus keliling.

“Kita tidak tahu masing-masing orang menyumbang berapa. Semua sukarela, kami tidak memaksa. Ini diluar dugaan kami,” aku Suhardono.

Suhardono dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa sesuai gambar desain, biaya pembangunan pesantren ini diperkirakan mencapai Rp 2 milyar dan pihaknya berjanji tidak akan membuat proposal.

“Pembangunan pesantren ini diperkirakan 2 rupiah milyar lebih dan kita ingin membangun Pesantren Jatidiri Bangsa ini dengan gotong royong dengan kesadaran cinta tanah air. Panitia sepakat tidak akan membuat proposal-proposal. Tapi siapapun kalau mau membantu dengan ikhkas kita terima,” tambah Kus Hartono Ketua Harian Situs Bung Karno mengutip sambutan Suhardono.

Menilik antusias masyarakat yang ingin menyaksikan peletakan baru pertama pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia ini cukup besar, panitia menyiapkan tenda cukup luas.

“Untuk antisipasi kita siapkan kursi dan konsumsi 2000 buah, tumbeng 40 buah dan makanan prasmanan untuk para tokoh lintas agama dan pejabat. Jadi yang hadir mungkin lebih dari 2500 orang lah,” ujar Erni Ningtyas Kordinator konsumsi.

Sementara itu Kapuspen TNI Laksama Muda JuliusWidjojono sangat mendukung penuh pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia.

“Saya sudah menghadap Bapak Panglima TNI dan beliau mendukung pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa. Acara ini amazing dan semesta alam mendukung. Tandanya Tuhan Memberkati kita semua,” ujar Laksama yang langsung disambut tepuk tangan meriah.

Usuai prosesi peletakan batu pertama Kyai Muchtar Mu’thi penggagas Pesantren Jatidiri Bangsa bersama Kapuspen TNI dan para tokoh lintas agama napak tilas ke rumah masa kecil Presiden Soekarno Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri sekaligus ramah tamah.

Baca Lainnya

Deinas Geley: Kontingen Pesparawi Papua Tengah Bawa Nama Daerah dan Kesaksian Iman

15 Juni 2026 - 17:04 WIB

Deinas Geley: Kontingen Pesparawi Papua Tengah Bawa Nama Daerah Dan Kesaksian Iman

Perkuat Harkamtibmas dan Kemitraan Warga, Polda PBD Lakukan Lomba Poskamling

14 Juni 2026 - 16:58 WIB

Perkuat Harkamtibmas Dan Kemitraan Warga, Polda Pbd Lakukan Lomba Poskamling

Tak Dilengkapi Plang Proyek, Pembangunan Rabat Beton di Wantisari Jadi Sorotan

13 Juni 2026 - 23:24 WIB

Tak Dilengkapi Plang Proyek, Pembangunan Rabat Beton Di Wantisari Jadi Sorotan
Trending di Daerah