Menu

Mode Gelap
Sehari Menjelang Putusan Perkara Gugatan CMNP VS Hary Tanoe dan MNC KPK Siaga Bau Amis Puluhan Jutaan Dollar Anggaran Podcast YouTube DPRD Banten Rp2,3 Miliar Jadi Sorotan, KPK Diminta Turun Tangan Ariel dan Niken: Menyanyikan Kisah Dewasa Dilan dan Ancika Tinjau Pelabuhan Patimban, Kajati Jabar Apresiasi Progres Pembangunan Sesuai Target Hinca Panjaitan Apresiasi Kapolres Langkat, Kasus Viral Berakhir Damai Langkah Kejari Tangsel Tepat, Pengamat Minta Kasus Lingkungan BSD Ditangani Secara Tuntas

Daerah

LMND Audiensi dengan DPR Komisi XI: Pajak Kekayaan untuk Hentikan Ledakan Ketimpangan


					Foto: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Perbesar

Foto: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND)

Teropongistana.com Jakarta – Pasca Kongres X di Mataram, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) langsung tancap gas. Ketua Umum Yoga Aldo Novensi dan Sekretaris Jenderal Riski Oktara Putra, bersama jajaran kolektif, beraudiensi dengan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, M.Si., untuk mendorong realisasi agenda reformasi perpajakan.

LMND membawa mandat kongres yang salah satunya sejalan dengan tuntutan 17+8, di mana salah satu poin penting adalah penerapan pajak kekayaan (wealth tax).

Dalam pertemuan tersebut, LMND menegaskan bahwa kegagalan negara mengatasi ketimpangan telah memicu gelombang protes rakyat dalam dua pekan terakhir.

“Kalau rakyat terus diperas lewat PPN dan pajak konsumsi, sementara orang super kaya aman dengan harta triliunan yang mengendap, itu namanya negara pilih kasih. Pajak kekayaan adalah koreksi yang harus segera dijalankan,” ujar Yoga, Rabu (10/9/2025).

Menurut LMND, struktur ekonomi Indonesia hari ini sudah berada di titik yang rawan. Laporan Oxfam 2024 mencatat, kekayaan empat orang terkaya di Indonesia setara dengan harta 100 juta rakyat termiskin. Di sisi lain, harga pangan melonjak, biaya kesehatan makin berat, dan lapangan kerja semakin sempit.

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ketimpangan ekstrem inilah yang jadi bahan bakar kemarahan rakyat. Pajak kekayaan bisa jadi jaring pengaman agar krisis sosial tidak meledak lebih jauh,” tambah Riski, Sekretaris Jenderal LMND.

Dengan simulasi sederhana, LMND menunjukkan bahwa memajaki 50 orang terkaya Indonesia dengan rata-rata 1% dari total aset mereka yang mencapai Rp3.200 triliun bisa menghadirkan tambahan penerimaan negara sebesar Rp30–50 triliun per tahun. Dana itu, kata Yoga, bisa langsung dipakai untuk membiayai program-program sosial yang menyentuh rakyat:

Sekolah gratis dari SD sampai perguruan tinggi. BPJS gratis bagi pekerja Informal.

LMND menekankan, pajak kekayaan bukan sekadar urusan fiskal. Argentina sudah membuktikan pada 2020 dengan pungutan darurat yang menghasilkan lebih dari US$2,4 miliar untuk program sosial. Indonesia, menurut LMND, tidak punya alasan untuk terus menunda.

“Kami minta Komisi XI DPR jangan hanya jadi stempel kepentingan oligarki. Reformasi pajak harus dibuka lewat dialog serius bersama mahasiswa dan rakyat. Negara hadir atau tidak, itu ditentukan dari keberanian menegakkan pajak kekayaan,” pungkas Yoga

Baca Lainnya

Anggaran Podcast YouTube DPRD Banten Rp2,3 Miliar Jadi Sorotan, KPK Diminta Turun Tangan

21 April 2026 - 16:08 WIB

Anggaran Podcast Youtube Dprd Banten Rp2,3 Miliar Jadi Sorotan, Kpk Diminta Turun Tangan

Langkah Kejari Tangsel Tepat, Pengamat Minta Kasus Lingkungan BSD Ditangani Secara Tuntas

21 April 2026 - 12:07 WIB

Langkah Kejari Tangsel Tepat, Pengamat Minta Kasus Lingkungan Bsd Ditangani Secara Tuntas

Audiensi dengan Inspektorat Lebak, GAMMA Bongkar Kelebihan Bayar Tak Kunjung Tuntas

21 April 2026 - 09:38 WIB

Audiensi Dengan Inspektorat Lebak, Gamma Bongkar Kelebihan Bayar Tak Kunjung Tuntas
Trending di Daerah