Menu

Mode Gelap
DPRD Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-alun Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang Chaos! Alun-Alun Lebak Rp4,9 Miliar Amburadul, PUPR Diduga Cawe-Cawe Diduga Ada Backing, JAN Desak Satgas PKH Bongkar Tambang Ilegal Curugbitung–Maja 1.000 Genset ESDM–PLN Jadi Cahaya Warga Aceh Pascabencana PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

Daerah

Diam Seribu Bahasa, DPR Didesak Ungkap Tragedi Kematian Muhammad Athaya Helmi Nasution


					Foto ( DPR RI-red) Perbesar

Foto ( DPR RI-red)

Teropongistana.com Jakarta – Kematian tragis Muhammad Athaya Helmi Nasution (19) memicu gelombang kemarahan publik. Mahasiswa muda yang tengah menimba ilmu di luar negeri itu pulang ke tanah air dalam peti jenazah, setelah mendampingi rombongan kunjungan kerja anggota Komisi XI DPR RI di Wina, Austria, 27 Agustus lalu.

Dalam unggahan Facebook, Ernydar Erham menggambarkan Athaya sebagai sosok penuh mimpi dan cita-cita, namun terpaksa menanggung tugas berat tanpa kontrak resmi, perlindungan, atau kejelasan tanggung jawab.

“Dari pagi hingga malam, dengan tugas yang tak sebanding dengan kapasitasnya, tanpa kepastian siapa yang bertanggung jawab, hingga tubuh mudanya menyerah: kejang, henti jantung, dan wafat di negeri orang,” tulis Ernydar.

Ernydar menyesalkan sikap rombongan pejabat yang tetap melanjutkan agenda, sementara para penyelenggara acara dan liaison officer (LO) sibuk dengan jamuan makan. “Tak ada permintaan maaf, tak ada sikap gentar karena kehilangan nyawa seorang anak bangsa. Apakah martabat manusia begitu murah di mata penguasa?” ungkapnya.

Kritik senada datang dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, yang menuntut pimpinan dan anggota Komisi XI DPR RI untuk bertanggung jawab serta transparan.

“Buka dong, siapa saja anggota Komisi XI yang berangkat, serta pemilik travelnya. Jangan diam-diam saja. Tugas DPR itu fokus atasi masalah dalam negeri, bukan malah jalan-jalan ke luar negeri,” tegas Uchok, Sabtu (13/9/2025).

Ia juga mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) segera menyelidiki kematian Athaya.

“Jangan pura-pura tidak tahu atau masa bodoh. Athaya itu seorang manusia yang harus dihormati. Tapi DPR ini, jangankan bertanggung jawab, minta maaf saja susah banget dari mulut seorang anggota dewan,” tambahnya.

Publik kini menantikan langkah tegas dari DPR dan pihak terkait untuk mengungkap fakta, memastikan akuntabilitas, dan mencegah tragedi serupa menimpa mahasiswa Indonesia lain di luar negeri.

Baca Lainnya

DPRD Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-alun

11 Januari 2026 - 14:54 WIB

Dprd Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-Alun

Chaos! Alun-Alun Lebak Rp4,9 Miliar Amburadul, PUPR Diduga Cawe-Cawe

11 Januari 2026 - 09:32 WIB

Chaos! Alun-Alun Lebak Rp4,9 Miliar Amburadul, Pupr Diduga Cawe-Cawe

Diduga Ada Backing, JAN Desak Satgas PKH Bongkar Tambang Ilegal Curugbitung–Maja

10 Januari 2026 - 23:25 WIB

Diduga Ada Backing, Jan Desak Satgas Pkh Bongkar Tambang Ilegal Curugbitung–Maja
Trending di Daerah