Menu

Mode Gelap
Juni 2026, GBK Jadi Saksi Pertarungan Timnas Indonesia vs Oman dalam FIFA Matchday ​ Ribuan Eks Pekerja Sritex Berharap Negara Ambil Alih dan Jadikan Perusahaan Sebagai BUMN Tekstil Modernisasi Ancam Tradisi, Adde Rosi Tegaskan Pelestarian Seba Baduy Butuh Kebijakan Nyata Keluarga Korban Penikaman Desak Polisi Tangkap Pelaku Laksa Seba Baduy Diberikan ke Gubernur: Bukan Sekadar Hasil Bumi, Tapi Amanat yang Harus Dijaga Seumur Hidup Tiga Faktor Penentu Reshuffle: Kinerja, Pertimbangan Pribadi, dan Dukungan Politik

Daerah

Koperasi Produsen Gerak Nusantara Aktif Dukung Hilirisasi Industri Nasional


					Foto: Gerakan Ekonomi Kreatif Nusantara Perbesar

Foto: Gerakan Ekonomi Kreatif Nusantara

Teropongistana.com Simalungun — Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan arah perubahan mendasar melalui program Asta Cita. Salah satu fokus strategis yang kini mulai dirasakan dampaknya adalah penguatan hilirisasi industri nasional.

Gerakan Ekonomi Kreatif Nusantara (GERAK NUSANTARA/GERAK 08) menjadi salah satu organisasi yang terlibat aktif dalam mendukung agenda tersebut. Melalui Koperasi Produsen Gerak Nusantara Sejahtera (KPGNS) Sumatera Utara, GERAK NUSANTARA mengambil peran nyata dalam menggerakkan hilirisasi industri kelapa sawit, dengan memanfaatkan batang sawit tua menjadi produk bernilai tambah berupa gula merah sawit.

Ketua Gerak Nusantara Sumatera Utara, Torop Sihombing, menyampaikan bahwa langkah konkret ini merupakan bentuk dukungan terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo di bidang industrialisasi dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Kami ingin memastikan bahwa hilirisasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat di daerah, terutama pelaku UMKM dan petani sawit,” ujarnya.

Program tersebut dijalankan melalui kerja sama antara KPGNS dan PTPN 4 PalmCo, yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian RI. Implementasi kerja sama ini telah berjalan di lahan seluas 10 hektare di Kebun Melati, PTPN 4 Regional 1, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Namun kabar duka datang dari rumah produksi KPGNS di Jalan Rindung, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Longsor akibat hujan deras yang melanda pada Minggu (12/10/2025) menghantam fasilitas produksi, menyebabkan kerusakan parah dan menghentikan sementara aktivitas pengolahan gula merah sawit.

Manajer Koperasi, Berto Purba, menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah berupaya melakukan pemulihan dan berharap dukungan dari berbagai pihak agar produksi dapat kembali berjalan.

“Kami sangat membutuhkan bantuan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak agar roda ekonomi lokal bisa bergerak lagi,” ungkapnya.

Dalam rapat internal yang digelar bersama Sekretaris GERAK Nusantara Sumut, Fery Simarmata, dan Bendahara, Tan Banjarnahor, dibahas sejumlah agenda penting, di antaranya:
Persiapan temu sel petani.

Evaluasi dan rencana perbaikan rumah produksi yang terdampak longsor.

Penyikapan terhadap perkembangan kasus tanah Huta Gurilla vs PTPN 4.

Persiapan temu diskusi sel mahasiswa di Medan–Siantar–Simalungun.

Gerak Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran koperasi dan UMKM sebagai garda depan hilirisasi industri nasional.

“Kami percaya, kemandirian ekonomi hanya bisa terwujud bila rakyat ikut memproduksi, bukan sekadar jadi penonton,” tutup Torop Sihombing.

Baca Lainnya

Keluarga Korban Penikaman Desak Polisi Tangkap Pelaku

26 April 2026 - 23:34 WIB

Keluarga Korban Penikaman Desak Polisi Tangkap Pelaku

Laksa Seba Baduy Diberikan ke Gubernur: Bukan Sekadar Hasil Bumi, Tapi Amanat yang Harus Dijaga Seumur Hidup

26 April 2026 - 21:52 WIB

Laksa Seba Baduy Diberikan Ke Gubernur: Bukan Sekadar Hasil Bumi, Tapi Amanat Yang Harus Dijaga Seumur Hidup

Komite Aksi Rakyat Bersatu : Usut Tuntas Kasus Air Keras, Minta Transparansi Program dan Anggaran Negara

25 April 2026 - 06:02 WIB

Komite Aksi Rakyat Bersatu : Usut Tuntas Kasus Air Keras, Minta Transparansi Program Dan Anggaran Negara
Trending di Daerah