Menu

Mode Gelap
Paradoks Pendidikan Tinggi: Dosen Dituntut Berprestasi, Kesejahteraan Belum Terpenuhi Polda Kepri dan BGN Ungkap Penipuan Titik SPPG: Program MBG Gratis, Tidak Ada Transaksi Jual Beli Hanya 1 Tahun 4 Bulan!” Rieke Murka, Vonis Bos Terra Drone Dinilai Lecehkan 22 Nyawa Korban Permen PKP 5/2025 Dinilai Pihakkan Kelas Menengah, Buruh UMP Malah Gigit Jari Polsek Sorong Barat Tangkap IMK, Terlibat Curanmor, Begal dan Pengeroyokan di Kota Sorong Modus Gunakan Izin Resmi untuk Bauksit Ilegal, Kejagung Ungkap Kebocoran Negara

Daerah

Di Tengah Keramaian, Agis Menjual Mimpi dengan Warna-Warni


					Keterangan foto : Agis pelukis kecil kreatif dari Ciledug Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2026) Perbesar

Keterangan foto : Agis pelukis kecil kreatif dari Ciledug Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2026)

Teropongistana.com Serang – Di tengah hiruk-pikuk keramaian sekitar Indomaret, sosok kecil yang duduk tenang di atas tikar terpal menjadi sorotan tak terduga. Tangannya yang masih kecil namun lincah menggerakkan kuas dengan penuh fokus, setiap goresan warna di atas kertas kosong seolah menjadi jendela bagi dunia yang ia ciptakan sendiri. Ini adalah Agis, seorang anak kecil yang memilih jalan yang berbeda dari banyak teman seusianya.

Tak seperti anak-anak seusianya yang sering menghabiskan waktu bermain atau bahkan meminta-minta di jalanan, Agis dengan bangga menawarkan hasil karyanya sendiri. Setiap lembar kertas yang ia jual adalah karya unik, ada pemandangan sawah yang hijau menyegarkan, karakter kartun yang lucu, hingga ilustrasi bunga-bunga penuh warna yang seolah hidup. Semua itu dibuat dengan alat yang sangat sederhana: beberapa cat yang sudah hampir habis, kuas yang ujungnya mulai aus, dan kertas bekas yang ia kumpulkan dengan susah payah.

Ketika seorang netizen mengarahkan kamera padanya, ekspresi wajahnya tak menunjukkan rasa minder sedikit pun. Ia tetap fokus menggaris bagian sayap burung yang sedang ia gambar, sambil sesekali mengangkat wajah dengan senyum lembut saat ada yang lewat. Ketika akhirnya netizen itu menghampirinya dengan membawa coklat hangat, Agis menangis pelan. Air mata itu bukan karena kesedihan semata, melainkan campuran rasa terharu karena ada yang peduli dan bangga atas apa yang ia hasilkan.

“Dulu saya tinggal di Banten, tepatnya di Jalan Cipto Mangunkusumo RT 2 RW 7, Peninggilan Ciledug Tangerang,” ujarnya sambil mengusap air matanya.

Kadang-kadang ia berpindah tempat berjualan sesuai dengan tempat yang dianggap lebih ramai pengunjung. Di saat banyak anak seusianya memilih untuk mengandalkan bantuan orang lain, Agis memilih untuk berkarya. Di saat banyak orang dewasa mengeluh tentang kesulitan hidup, ia justru berjuang dengan penuh semangat melalui setiap goresan kuasnya.

Keterbatasan yang ia alami bukanlah penghalang. Dia tidak punya tempat tinggal yang tetap, tidak punya uang untuk membeli alat lukis yang baik, bahkan terkadang kesulitan mendapatkan makanan yang cukup.

Namun semua itu tak pernah membuatnya berhenti menggambar. Lukisan adalah cara ia menunjukkan bahwa dia bisa berdiri sendiri, bahwa ia punya nilai dan bakat yang layak untuk dikenali.

Baca Lainnya

TMMD ke-128 Buka Akses Pelosok Cigudeg, Jalan 5,2 Km Permudah Aktivitas Warga

21 Mei 2026 - 23:19 WIB

Tmmd Ke-128 Buka Akses Pelosok Cigudeg, Jalan 5,2 Km Permudah Aktivitas Warga

Pemkab Tangerang Dorong Usaha Mikro, Bupati Maesyal Rasyid Bagikan Hibah Gerobak dan Kompor Gas di Teluknaga

21 Mei 2026 - 23:11 WIB

Pemkab Tangerang Dorong Usaha Mikro, Bupati Maesyal Rasyid Bagikan Hibah Gerobak Dan Kompor Gas Di Teluknaga

KSP Tinjau Lapas Perempuan Palembang, Tekankan Penguatan Pembinaan dan Hak Warga Binaan

21 Mei 2026 - 22:47 WIB

Ksp Tinjau Lapas Perempuan Palembang, Tekankan Penguatan Pembinaan Dan Hak Warga Binaan
Trending di Daerah