Teropongistana.com Lebak – Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) Muhamad Yusuf mendorong Polres Lebak meningkatkan langkah tegas dan berkelanjutan dalam pemberantasan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dinilai masih meresahkan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terungkapnya kasus dugaan curanmor di wilayah Rangkasbitung yang sempat viral di media sosial. Yusuf menilai pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku saja, tetapi harus diikuti upaya sistematis agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kasus curanmor di Lebak masih sering terjadi dan membuat warga khawatir. Penindakan harus diperkuat dan dilakukan secara konsisten supaya ada efek jera dan jaringan pelaku benar-benar terputus,” kata Muhamad Yusuf, Senin (23/2/2026).
Ia meminta kepolisian tidak hanya fokus pada pelaku lapangan, melainkan juga membongkar jaringan penadah yang selama ini menjadi mata rantai utama kejahatan curanmor.
“Selama penadah masih ada, curanmor akan terus hidup. Karena itu kami mendorong Polres Lebak memburu dan menindak tegas para penadah serta jaringan yang terlibat, bukan hanya pelaku di lapangan,” tegasnya.
Yusuf juga mendorong peningkatan patroli pada jam rawan, khususnya di kawasan permukiman, pusat keramaian, area parkir pertokoan, hingga sekitar fasilitas umum. Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas agar masyarakat merasa aman beraktivitas.
“Polres Lebak harus lebih gencar melakukan patroli dan pemetaan wilayah rawan. Kejahatan jalanan seperti curanmor tidak boleh dianggap kasus biasa karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat kecil,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan meningkatkan kewaspadaan, penggunaan kunci pengaman tambahan, serta melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat setempat.
“Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi perlindungan rasa aman warga. Kami mendorong Polres Lebak serius dan berkelanjutan memberantas curanmor agar tidak semakin marak di Kabupaten Lebak,” pungkasnya.









