Menu

Mode Gelap
Rencana Alun-Alun Baru Kepanjen: Gerindra Wanti-wanti Masalah Lahan dan Anggaran Firman Soebagyo Minta Transparansi DSI, Khawatir Harga Sawit Petani Terus Tertekan Kejari Karawang Kembali Geledah PT BAS: GSBK Desak Kejagung Usut Kerugian Rp1,3 Triliun di BTN Satresnarkoba Polresta Sorong Kota Gagalkan Peredaran 4,8 Kilogram Ganja, Satu Tersangka Diamankan Menggali Potensi di Selat Tersibuk Dunia: Rintis Layanan Maritim di Pulau Nipa, Realitas dan Tantangan Layanan Maritim Indonesia Luruskan Isu, Budi Arie Tegaskan: Pak Jokowi Milik Bangsa dan Rakyat

Daerah

Gawat, Menu MBG Picu Anak-Anak Muntah di Nias Selatan


					Menu MBG Perbesar

Menu MBG

Teropongistana.com Nias – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah di Pulau Tello menuai sorotan setelah sejumlah siswa mengalami muntah, lemas, dan harus mendapatkan perawatan medis.

Menanggapi hal tersebut, Irman Bunawolo, S.H., yang mengikuti kabar dari media sosial menggambarkan kondisi anak-anak saat menyantap menu MBG. Menurutnya, menu yang disajikan tahu-tempe premium imigran antar-pulau versi pengelola dapur MBG, sedikit lauk goreng, nasi, dan puding hijau yang entah apa bahan-bahannya menjadi pemicu gangguan kesehatan pada siswa.

“Anak-anak muntah, lemas, infus sana-sini. Selamat datang di menu absurd MBG, program yang katanya untuk gizi tapi hari ini jadi diet ekstrim untuk anak-anak Pulau Tello.” ujar Irman, Selasa (24/2/2026).

Ia juga menyoroti soal bahan makanan, terutama tahu-tempe yang didatangkan dari luar pulau.

“Karena di Pulau Tello memang tidak ada pabrik lokal, bisa diduga kuat didatangkan dari luar pulau. Stoknya sudah perjalanan panjang kemungkinan lama, risiko kesehatan jelas ada,” jelasnya.

Selain itu, ia mempertanyakan pengawasan tenaga kesehatan, termasuk ahli gizi, yang mendampingi program MBG.

“Apakah mereka benar-benar bekerja sesuai standar atau cuma formalitas belaka? Semua ini menunjuk satu hal jelas MBG lebih mikirin bisnis dan prosedur kosong daripada keselamatan anak-anak,” tuturnya

Menurut Irman, peristiwa ini bukan sekadar kelalaian, tetapi kegagalan penyelenggaraan yang nyata.

“Pemerintah dan penyelenggara wajib bertanggung jawab penuh. Evaluasi menyeluruh, transparansi total, dan perlindungan maksimal bagi anak-anak harus dilakukan,” katanya.

“Anak-anak seharusnya datang ke sekolah untuk belajar dan bermain, bukan menjadi tester menu absurd MBG” imbuhnya

Sebagai penutup, Irman menegaskan keresahannya sebagai anak daerah yang memiliki keluarga di Pulau Tello, termasuk ponakannya yang menjadi siswa di SD Negeri 071123.

“Peristiwa hari ini jelas membuktikan seberapa jauh program ini menyimpang dari tujuan aslinya,” tutup Irman Bunawolo.

Baca Lainnya

Anggaran Sekwan DPRD Kabupaten Tangerang Melonjak, Hikmah Ibrahim Realisasi Firaun

30 Mei 2026 - 18:34 WIB

Anggaran Sekwan Dprd Kabupaten Tangerang Melonjak, Hikmah Ibrahim Realisasi Firaun

Disaksikan Istri, Lomon Monei Bahagia Terima Rumah Baru PT Kristalin Ekalestari

30 Mei 2026 - 10:25 WIB

Disaksikan Istri, Lomon Monei Bahagia Terima Rumah Baru Pt Kristalin Ekalestari

KITA Banten Soroti Peresmian Hotel Grand Keisha di Rangkasbitung

29 Mei 2026 - 20:18 WIB

Kita Banten Soroti Peresmian Hotel Grand Keisha Di Rangkasbitung
Trending di Daerah