Menu

Mode Gelap
Laporta Tolak Tawaran Rp 4,9 Triliun PSG untuk Lamine Yamal Lammens Jadi Tembok MU di Kandang Everton Sesko Jadi Penentu, MU Curi Kemenangan di Markas Everton Ramadan Tanpa Khawatir, Bulog Siapkan Pasokan dan Pasar Murah Kejati Kaltim Tahan Direktur Tiga Perusahaan Tambang, Dugaan Korupsi Rugikan Negara Rp500 Miliar Pemkab Tangerang Hentikan Sementara Truk Tambang untuk Perbaikan Jalan

Daerah

Gawat, Menu MBG Picu Anak-Anak Muntah di Nias Selatan


					Menu MBG Perbesar

Menu MBG

Teropongistana.com Nias – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah di Pulau Tello menuai sorotan setelah sejumlah siswa mengalami muntah, lemas, dan harus mendapatkan perawatan medis.

Menanggapi hal tersebut, Irman Bunawolo, S.H., yang mengikuti kabar dari media sosial menggambarkan kondisi anak-anak saat menyantap menu MBG. Menurutnya, menu yang disajikan tahu-tempe premium imigran antar-pulau versi pengelola dapur MBG, sedikit lauk goreng, nasi, dan puding hijau yang entah apa bahan-bahannya menjadi pemicu gangguan kesehatan pada siswa.

“Anak-anak muntah, lemas, infus sana-sini. Selamat datang di menu absurd MBG, program yang katanya untuk gizi tapi hari ini jadi diet ekstrim untuk anak-anak Pulau Tello.” ujar Irman, Selasa (24/2/2026).

Ia juga menyoroti soal bahan makanan, terutama tahu-tempe yang didatangkan dari luar pulau.

“Karena di Pulau Tello memang tidak ada pabrik lokal, bisa diduga kuat didatangkan dari luar pulau. Stoknya sudah perjalanan panjang kemungkinan lama, risiko kesehatan jelas ada,” jelasnya.

Selain itu, ia mempertanyakan pengawasan tenaga kesehatan, termasuk ahli gizi, yang mendampingi program MBG.

“Apakah mereka benar-benar bekerja sesuai standar atau cuma formalitas belaka? Semua ini menunjuk satu hal jelas MBG lebih mikirin bisnis dan prosedur kosong daripada keselamatan anak-anak,” tuturnya

Menurut Irman, peristiwa ini bukan sekadar kelalaian, tetapi kegagalan penyelenggaraan yang nyata.

“Pemerintah dan penyelenggara wajib bertanggung jawab penuh. Evaluasi menyeluruh, transparansi total, dan perlindungan maksimal bagi anak-anak harus dilakukan,” katanya.

“Anak-anak seharusnya datang ke sekolah untuk belajar dan bermain, bukan menjadi tester menu absurd MBG” imbuhnya

Sebagai penutup, Irman menegaskan keresahannya sebagai anak daerah yang memiliki keluarga di Pulau Tello, termasuk ponakannya yang menjadi siswa di SD Negeri 071123.

“Peristiwa hari ini jelas membuktikan seberapa jauh program ini menyimpang dari tujuan aslinya,” tutup Irman Bunawolo.

Baca Lainnya

Ramadan Tanpa Khawatir, Bulog Siapkan Pasokan dan Pasar Murah

24 Februari 2026 - 21:58 WIB

Ramadan Tanpa Khawatir, Bulog Siapkan Pasokan Dan Pasar Murah

Pemkab Tangerang Hentikan Sementara Truk Tambang untuk Perbaikan Jalan

24 Februari 2026 - 20:29 WIB

Pemkab Tangerang Hentikan Sementara Truk Tambang Untuk Perbaikan Jalan

Keluarga Korban Meninggal di Jalan Rusak Kota Sorong Ajukan Laporan ke Polisi

24 Februari 2026 - 19:56 WIB

Keluarga Korban Meninggal Di Jalan Rusak Kota Sorong Ajukan Laporan Ke Polisi
Trending di Daerah