Teropongistana.com Nias – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah di Pulau Tello menuai sorotan setelah sejumlah siswa mengalami muntah, lemas, dan harus mendapatkan perawatan medis.
Menanggapi hal tersebut, Irman Bunawolo, S.H., yang mengikuti kabar dari media sosial menggambarkan kondisi anak-anak saat menyantap menu MBG. Menurutnya, menu yang disajikan tahu-tempe premium imigran antar-pulau versi pengelola dapur MBG, sedikit lauk goreng, nasi, dan puding hijau yang entah apa bahan-bahannya menjadi pemicu gangguan kesehatan pada siswa.
“Anak-anak muntah, lemas, infus sana-sini. Selamat datang di menu absurd MBG, program yang katanya untuk gizi tapi hari ini jadi diet ekstrim untuk anak-anak Pulau Tello.” ujar Irman, Selasa (24/2/2026).
Ia juga menyoroti soal bahan makanan, terutama tahu-tempe yang didatangkan dari luar pulau.
“Karena di Pulau Tello memang tidak ada pabrik lokal, bisa diduga kuat didatangkan dari luar pulau. Stoknya sudah perjalanan panjang kemungkinan lama, risiko kesehatan jelas ada,” jelasnya.
Selain itu, ia mempertanyakan pengawasan tenaga kesehatan, termasuk ahli gizi, yang mendampingi program MBG.
“Apakah mereka benar-benar bekerja sesuai standar atau cuma formalitas belaka? Semua ini menunjuk satu hal jelas MBG lebih mikirin bisnis dan prosedur kosong daripada keselamatan anak-anak,” tuturnya
Menurut Irman, peristiwa ini bukan sekadar kelalaian, tetapi kegagalan penyelenggaraan yang nyata.
“Pemerintah dan penyelenggara wajib bertanggung jawab penuh. Evaluasi menyeluruh, transparansi total, dan perlindungan maksimal bagi anak-anak harus dilakukan,” katanya.
“Anak-anak seharusnya datang ke sekolah untuk belajar dan bermain, bukan menjadi tester menu absurd MBG” imbuhnya
Sebagai penutup, Irman menegaskan keresahannya sebagai anak daerah yang memiliki keluarga di Pulau Tello, termasuk ponakannya yang menjadi siswa di SD Negeri 071123.
“Peristiwa hari ini jelas membuktikan seberapa jauh program ini menyimpang dari tujuan aslinya,” tutup Irman Bunawolo.









