Teropongistana.com Lebak – Setelah melalui dinamika yang sempat mengguncang ruang publik, penjelasan resmi Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, di hadapan DPRD akhirnya menjadi titik balik yang menentukan arah politik daerah. Forum tersebut bukan sekadar ruang klarifikasi, melainkan panggung pembuktian kepemimpinan di tengah ujian kepercayaan.
Di hadapan pimpinan DPRD dan seluruh unsur fraksi, Bupati Hasbi tampil memberikan penjelasan terbuka, lugas, dan penuh tanggung jawab atas insiden dalam acara halal bihalal di Pendopo. Penjelasan ini seolah memutus rantai spekulasi liar yang berkembang, sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan tidak dibangun dari persepsi, melainkan keberanian menghadapi realitas.
Sikap tegas pun ditunjukkan oleh Fraksi PKB. Ketua DPC PKB Lebak, Acep Dimyati, secara eksplisit menyatakan bahwa setelah mendengarkan langsung penjelasan Bupati, pihaknya tidak melihat alasan untuk menarik dukungan. Sebaliknya, PKB justru memperkuat barisan.
“Ini bukan sekadar menerima penjelasan, tetapi sikap politik yang sadar dan terukur. Kami akan terus mengawal kebijakan Bupati Hasbi demi kepentingan masyarakat,” tegasnya dengan nada yang tidak menyisakan ruang tafsir, Senin (31/3/2026).
Puncak dari momentum ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Bupati, pimpinan DPRD, dan pimpinan fraksi. Sebuah langkah politik yang sarat makna bukan hanya simbol administratif, tetapi pernyataan terbuka kepada publik bahwa stabilitas pemerintahan adalah harga mati.
Penandatanganan tersebut menjadi garis tegas yang memisahkan antara dinamika politik yang produktif dan upaya-upaya yang berpotensi melemahkan pemerintahan. Dalam konteks ini, DPRD bersama PKB memilih berdiri di sisi konsolidasi, bukan kontradiksi.
Langkah PKB yang menyatakan soliditas tanpa keraguan juga mengirimkan pesan kuat kepada seluruh elemen: bahwa di tengah isu dan tekanan, keberpihakan politik harus berpijak pada fakta, bukan opini yang digiring.
Situasi ini sekaligus menjadi ujian bagi seluruh kekuatan politik di Lebak apakah akan ikut menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan, atau justru terjebak dalam pusaran kepentingan sesaat yang berisiko merugikan masyarakat luas.
Dengan komitmen yang telah diteken bersama, arah politik kini semakin jelas. PKB tidak hanya berdiri sebagai pendukung, tetapi sebagai pengawal aktif kebijakan. Sebuah posisi yang menuntut konsistensi, keberanian, dan keteguhan dalam menjaga amanah rakyat.
Di tengah sorotan publik yang kian tajam, satu hal menjadi terang: kepercayaan tidak diberikan begitu saja, tetapi diperjuangkan dan hari ini, perjuangan itu telah menemukan pijakannya.








