Menu

Mode Gelap
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Tersangka Kasus MBG Ikhyar Velayati : MBG Meningkatkan Ekonomi Nasional dan Menyerap Jutaan Tenaga Kerja LHKPN Dua Pejabat Kemendag Disorot, Muncul Nama Mereka di Kasus Suap Blueray Cargo Disekap dan Dianiaya 3 Tahun, Matahukum: Negara Wajib Lindungi Korban, Tangkap Pelaku Sekarang CBA Sebut Penyidikan KPK di Bea Cukai Janggal, Diduga Lindungi Jaringan Mafia Semakin Kencang Wacana Dua Periode, Ruang Bersaing Figur Koalisi Menuju 2029 Makin Sempit

Daerah

Audiensi FPI dan Ulama, Pemkab Lebak Diminta Bertindak Lebih Konkret


					Audiensi FPI Lebak bersama Brigade 313 dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, Senin (20/4/2026). Perbesar

Audiensi FPI Lebak bersama Brigade 313 dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, Senin (20/4/2026).

Teropongistana.com Lebak – Audiensi antara sejumlah ulama yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) Lebak bersama Brigade 313 dengan Pemerintah Kabupaten Lebak berlangsung dinamis, Senin (20/4/2026). Pertemuan yang digelar di ruang audiensi Pemkab Lebak itu dihadiri oleh Asisten Daerah (Asda) I dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak.

Dalam forum tersebut, para ulama menyampaikan berbagai aspirasi dan kritik terkait penanganan penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten Lebak. Ketua FPI Lebak, Kyai Rudi, bersama KH. Hikmatullah dan KH. Ade, menekankan pentingnya langkah tegas pemerintah dalam merespons laporan masyarakat.

Menurut mereka, masih terdapat kesan lambannya penanganan terhadap sejumlah persoalan sosial, termasuk dugaan praktik-praktik yang dinilai meresahkan masyarakat. Para ulama juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengabaikan peran masyarakat dan tokoh agama dalam menjaga ketertiban sosial.

“Pemerintah diharapkan lebih responsif dan berani dalam mengambil tindakan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat,” ujar salah satu perwakilan ulama dalam audiensi tersebut.

Dalam pertemuan itu, terdapat sejumlah poin yang disampaikan sebagai masukan kepada pemerintah daerah. Di antaranya, peningkatan sinergi antara pemerintah dan ulama, percepatan tindak lanjut laporan masyarakat, serta penegakan aturan secara konsisten tanpa pandang bulu.

Selain itu, aparat penegak peraturan daerah diminta lebih transparan dan tegas dalam menangani dugaan pelanggaran, termasuk jika terdapat oknum yang terlibat. Penanganan terhadap tempat-tempat yang diduga melanggar aturan juga diharapkan dilakukan secara menyeluruh sesuai ketentuan yang berlaku.

Isu sosial lain yang turut disoroti dalam audiensi tersebut adalah fenomena yang dinilai berpotensi mengganggu tatanan sosial masyarakat. Para ulama meminta adanya langkah pembinaan dan penanganan yang komprehensif dari pemerintah daerah.

Para peserta audiensi juga menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah dalam menerima masukan dari masyarakat. Mereka berharap setiap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara serius dan menjadi bahan evaluasi bersama.

Audiensi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban serta nilai-nilai sosial di Kabupaten Lebak.

Baca Lainnya

MTsN 9 Ciamis Tutup Tahun Ajaran dengan Pelepasan Siswa dan Pengukuhan Kenaikan Kelas

18 Juni 2026 - 21:46 WIB

Mtsn 9 Ciamis Tutup Tahun Ajaran Dengan Pelepasan Siswa Dan Pengukuhan Kenaikan Kelas

Berbekal Latihan Matang, Kontingen Pramuka Karang Pamitran Bidik Prestasi di Ciamis

18 Juni 2026 - 21:42 WIB

Berbekal Latihan Matang, Kontingen Pramuka Karang Pamitran Bidik Prestasi Di Ciamis

Kapolda Cup II Resmi Bergulir, Perkuat Soliditas Personel Polri di Papua Barat Daya

17 Juni 2026 - 19:35 WIB

Kapolda Cup Ii Resmi Bergulir, Perkuat Soliditas Personel Polri Di Papua Barat Daya
Trending di Daerah