Teropongistana.com Jambi – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB Elpisina menyoroti percepatan pembangunan jalan khusus batu bara, reklamasi tambang, hingga akses listrik bagi desa-desa yang belum terlistriki optimal di Jambi.
Menurutnya, pembangunan jalan khusus batu bara tak bisa terus ditunda lagi. Sebab, aktivitas angkutan batu bara yang masih melintas di jalan umum dinilai memberi dampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari aspek keselamatan hingga kerusakan infrastruktur.
“Persoalan jalan khusus batubara ini harus segera direalisasikan. Jangan sampai angkutan batu bara terus-menerus melewati jalan umum karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat, baik dari sisi keselamatan maupun kerusakan infrastruktur,” katanya saat melakukan kunjungan kerja pengawasan ke Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jambi, Sabtu (9/5/2026).
Ia menegaskan, Komisi XII DPR RI mendorong agar pembangunan jalan khusus batu bara segera ditindaklanjuti secara konkret oleh seluruh pihak terkait.
“Kita ingin ada tindak lanjut yang nyata. Jalan khusus batu bara ini penting agar tata kelola pertambangan di Jambi berjalan lebih baik dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Selain soal jalan khusus, Elpisina juga mengingatkan kewajiban reklamasi bagi setiap pelaku usaha tambang. Ia menekankan aktivitas pertambangan tidak boleh meninggalkan persoalan lingkungan.
“Setiap pelaku usaha wajib menyelesaikan reklamasi. Jangan sampai setelah melakukan aktivitas pertambangan, lingkungan ditinggalkan begitu saja tanpa pemulihan,” tegasnya.
Selama jalan khusus belum rampung, Elpisina menilai pengaturan kuota produksi batu bara juga perlu menjadi perhatian untuk mengurangi tekanan angkutan di jalan umum.
“Kami mendukung adanya pengurangan kuota produksi batu bara selagi jalan khusus belum diselesaikan. Ini demi menjaga kepentingan masyarakat dan mengurangi beban di jalan umum,” katanya.
Di sisi lain, Elpisina juga menyoroti masih adanya desa dan dusun di Jambi yang belum menikmati akses listrik secara optimal. Menurut dia, pemerataan listrik harus menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami juga berharap desa-desa yang hingga saat ini belum teraliri listrik bisa segera mendapatkan akses listrik. Ini menjadi perhatian bersama karena listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi Tandry Adi Negara mengatakan masih ada wilayah yang membutuhkan dukungan elektrifikasi meski rasio listrik di Jambi secara umum telah mencapai 100 persen.
“Memang di Jambi secara elektrifikasi sudah 100 persen, namun untuk desa atau dusun yang belum terlistriki masih banyak. Ini yang terus kami dorong agar mendapat dukungan lebih lanjut,” ujarnya.
Selain elektrifikasi, Pemprov Jambi juga mendorong pengembangan energi baru terbarukan, khususnya panas bumi, sebagai salah satu potensi energi yang diharapkan ikut menopang pertumbuhan ekonomi daerah.









