Menu

Mode Gelap
Waketua SPN Nikomas Didugaaniaya Karyawan yang Ingin Mundur Bonnie: Aturan LPDP Sudah Baik, Masalah Ada di Individu BEM Untirta Ajukan 12 Tuntutan: Soroti Disparitas Pembangunan dan Dugaan Represif Aparat UTA’45 Jakarta Soroti Perlindungan Nelayan Kecil dalam Tata Kelola Ruang Laut Praperadilan di PN Jakarta Selatan Memanas, Ahli Sebut Penetapan Tersangka Cacat Formil dan Prematur PGN Area Jakarta Perkuat Sinergi Strategis di Bulan Ramadan, Gelar Buka Puasa dan Santuni Anak Yatim

Headline

Anton Suratto: Konflik Modern Bisa Dimulai dari Sabotase Siber, Harus Jadi Bagian Strategi Pertahanan Nasional


					Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Anton Suratto saat Rapat Koordinasi Nasional Keamanan Siber dan Sandi 2026 di BSSN, Rabu (25/2/2026) Perbesar

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Anton Suratto saat Rapat Koordinasi Nasional Keamanan Siber dan Sandi 2026 di BSSN, Rabu (25/2/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Suratto mengemukakan pandangan krusial terkait keamanan siber dalam dinamika global saat ini. Dalam pernyataannya yang juga diunggah melalui akun Instagram pribadinya, ia menyatakan bahwa konflik modern tidak lagi selalu diawali dengan pengerahan pasukan konvensional.

“Ancaman bisa muncul melalui sabotase sistem informasi, intrusi data strategis, hingga perang siber yang tak kasat mata,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Anton Suratto saat Rapat Koordinasi Nasional Keamanan Siber dan Sandi 2026 di BSSN, Rabu (25/2/2026)

Anton Suratto menambahkan bahwa integrasi keamanan siber ke dalam strategi nasional akan membantu Indonesia menghadapi risiko yang terus berkembang dan menjaga kedaulatan serta stabilitas negara di era digital.

“Oleh karena itu, keamanan siber harus ditempatkan sebagai bagian integral dari strategi pertahanan dan keamanan nasional Indonesia,” ujar politisi Demokrat tersebut.

Pernyataan Anton Suratto juga mendapatkan dukungan sinergis dari Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam acara terkait ekonomi digital, AHY menekankan bahwa kejahatan siber merupakan ancaman militer dan non-militer yang bisa dilakukan oleh aktor negara maupun non-negara.

AHY menyoroti perlunya perbaikan tata kelola, penguatan infrastruktur digital, serta peningkatan literasi digital masyarakat untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Kita harus waspada dan siapkan mitigasi efektif, sambil memastikan inklusivitas dalam perkembangan ekonomi digital,” tegas AHY.

Di tengah lanskap global yang semakin kompleks, seperti yang terlihat dari berbagai kasus serangan siber di kawasan konflik dan ancaman terhadap infrastruktur kritis dunia, pandangan kedua tokoh ini menjadi panggilan penting untuk memperkuat pertahanan digital bangsa.

Baca Lainnya

Waketua SPN Nikomas Didugaaniaya Karyawan yang Ingin Mundur

27 Februari 2026 - 13:27 WIB

Waketua Spn Nikomas Didugaaniaya Karyawan Yang Ingin Mundur

Bonnie: Aturan LPDP Sudah Baik, Masalah Ada di Individu

27 Februari 2026 - 12:25 WIB

Bonnie: Aturan Lpdp Sudah Baik, Masalah Ada Di Individu

BEM Untirta Ajukan 12 Tuntutan: Soroti Disparitas Pembangunan dan Dugaan Represif Aparat

27 Februari 2026 - 10:36 WIB

Bem Untirta Ajukan 12 Tuntutan: Soroti Disparitas Pembangunan Dan Dugaan Represif Aparat
Trending di Daerah