Menu

Mode Gelap
DPR Minta Rencana MBG di Luar Negeri Dikaji Ulang, Domestik Masih Kalang Kabut Tanggapi Dino Patti Djalal, Gerindra: Prabowo Angkat Indonesia Jadi Pemain Kunci Dunia Potong Tumpeng Tandai Peresmian Kantor Baru GRI dan Mata Tunas 17 di Kebayoran Modus Rekayasa Dokumen Kredit Terkuak, Kejati Bali Pastikan Penyidikan Belum Selesai Kapolresta Tangerang: Pancasila Tak Hanya Simbol, Tapi Fondasi Hidup Bernegara APK Kuliah Masih di Bawah 40 Presen, Anggota DPR Desak Pemerintah Perluas Akses

Headline

200 Ribu Hektare Rusak, Arif Rahman: Banten Tidak Boleh Terluka


					Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Arif Rahman, mendorong pengelolaan dana haji agar dapat lebih transparan, dan pemanfaatannya wajib untuk kesejahteraan uma Perbesar

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Arif Rahman, mendorong pengelolaan dana haji agar dapat lebih transparan, dan pemanfaatannya wajib untuk kesejahteraan uma

Teropongistana.com Jakarta – Suara alam seakan memekakkan telinga meminta pertolongan. Provinsi Banten, khususnya wilayah Lebak, kini tengah mengalami luka mendalam akibat maraknya aktivitas pertambangan liar yang tak terkendali. Kerusakan yang terjadi bukan lagi sekadar masalah biasa, melainkan sebuah bencana lingkungan yang mengkhawatirkan masa depan.

Hal ini menjadi sorotan tajam dan keprihatinan mendalam dari Anggota Komisi IV DPR RI, Fraksi NasDem, Arif Rahman. Dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Kehutanan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/4), legislator dari Dapil Banten I ini berbicara dengan nada tegas namun penuh kesedihan.

“Pertambangan liar di daerah kami, terutama di Lebak ini sudah sangat luar biasa, khususnya tambang emas liar. Luas lahan yang sudah dirusak dan dikuasai secara ilegal ini diprediksi hampir mencapai 200 ribu hektare. Angka yang sangat besar dan menyakitkan. Ini bukan sekadar kerusakan, ini adalah perampasan terhadap masa depan generasi kita,” ujar Arif Rahman dengan penuh penekanan.

Ia memandang, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kerusakan lingkungan yang terjadi membutuhkan perhatian serius dan tindakan nyata dari pemerintah, terutama Kementerian Kehutanan.

“Saya memohon dan mendesak perhatian khusus dari pihak kementerian. Kita harus bekerja keras bagaimana cara menghentikan aktivitas ilegal ini. Jangan biarkan kekayaan alam kami dirampas dan dirusak tanpa ada kepastian hukum yang tegas. Banten tidak boleh terus terluka,” tegasnya.

Ujung Kulon, Paru-Paru Dunia yang Kurang Dihargai

Tidak hanya soal tambang, Arif Rahman juga membawa aspirasi untuk melindungi kawasan strategis Taman Nasional Ujung Kulon. Menurutnya, kawasan yang menjadi paru-paru dunia dan habitat asli badak bercula satu ini masih sangat minim fasilitas dan dukungan anggaran, padahal perannya sangat vital bagi dunia.

“Sudah beberapa kali saya kunjungi langsung ke sana. Saya melihat kondisinya masih sangat terbatas, fasilitasnya sangat minim, dan dukungan anggarannya belum sebanding dengan nilai strategisnya. Padahal, kawasan ini adalah penyangga kehidupan, bukan hanya bagi kita tapi bagi seluruh dunia. Ia bernapas untuk dunia, tapi dunia belum cukup menghargainya,” paparnya penuh harap.

Lebih jauh, politisi NasDem ini menekankan agar perlindungan terhadap satwa langka, khususnya badak yang menjadi ikon kebanggaan bangsa, harus menjadi prioritas utama.

“Kita tidak boleh lengah. Sang badak yang hanya ada di sana, hidupnya sangat bergantung pada kita. Mereka adalah harta karun yang harus dijaga nyawanya. Nasib mereka dan nasib hutan kita adalah tanggung jawab kita bersama. Mari selamatkan Ujung Kulon sebelum semuanya terlambat,” pungkas Arif Rahman dengan suara yang menyentuh hati.

Baca Lainnya

DPR Minta Rencana MBG di Luar Negeri Dikaji Ulang, Domestik Masih Kalang Kabut

2 Juni 2026 - 15:10 WIB

Dpr Minta Rencana Mbg Di Luar Negeri Dikaji Ulang, Domestik Masih Kalang Kabut

Tanggapi Dino Patti Djalal, Gerindra: Prabowo Angkat Indonesia Jadi Pemain Kunci Dunia

2 Juni 2026 - 14:41 WIB

Tanggapi Dino Patti Djalal, Gerindra: Prabowo Angkat Indonesia Jadi Pemain Kunci Dunia

Potong Tumpeng Tandai Peresmian Kantor Baru GRI dan Mata Tunas 17 di Kebayoran

2 Juni 2026 - 01:18 WIB

Potong Tumpeng Tandai Peresmian Kantor Baru Gri Dan Mata Tunas 17 Di Kebayoran
Trending di Nasional