Menu

Mode Gelap
Silaturahmi Makin Erat, Muslim Suryadi Gerakkan FKDM Menuju Indonesia Maju Tolak Kambing Hitam, Kecelakaan Bekasi Timur, Minta Dirut KAI Dinonaktifkan Padahal Suara Rakyat, BaraNusa Desak Pemerintah Wujudkan Sekolah Gratis Viral Video Pria Berbaju Putih Tarik Upeti PKL Parung: Ke Mana Satpol PP Rakyat Terhimpit Ekonomi, Stafsus Bamsoet Malah Pamer Jet Pribadi Momentum Baru Kejaksaan Jabar, Kajati Lantik Asisten Intel dan Kajari Cirebon

Hukum

Merugikan Negara 1,020 Triliun, Pengadilan Tinggi Pontianak Vonis Bebas


					Kantor Pengadilan Tinggi Pontianak. Perbesar

Kantor Pengadilan Tinggi Pontianak.

Teropongistana.co Jakarta – Pengadilan Tinggi (PT) Pontianak membatalkan vonis 3,5 tahun penjara alias membebaskan terdakwa Warga Negara China Yu Hao terkait kasus tambang emas ilegal di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang merugikan negara hingga Rp1,020 triliun hasil pengerukan 774,27 kilogram emas dan 933,7 kilogram perak.

Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Kejaksaan Negeri Ketapang pun mengajukan langkah hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

“Sesuai hukum acara, JPU telah mengambil sikap untuk menyatakan kasasi atas putusan dimaksud dan sudah menandatangani Akte Permohonan Kasasi No.7/Akta.Pid/2025/apN-Ktp tanggal 17 Januari 2025, dan saat ini JPU dalam perkara ini sedang menyusun Memori Kasasi,” tutur Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar saat dikonfirmasi, Jumat (17/1/2025).

Diketahui, PT Pontianak membatalkan seluruh putusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Ketapang terhadap terdakwa Yu Hao terkait kasus tambang ilegal. Adapun majelis hakim terdiri dari Hakim Ketua Isnurul Syamsul Arif dan dua hakim anggota Eko Budi Supriyanto dan Prancis Sinaga.

Batalkan Putusan PN Ketapang
Dalam sidang, majelis hakim menyatakan terdakwa Yu Hao tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penambangan tanpa izin.

Atas dasar itu, Pengadilan Tinggi Pontianak membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Ketapang Nomor 332/Pid.Sus/2024/PN Ktp. tanggal 10 Oktober 2024 yang dimintakan banding tersebut.

“Membebaskan Terdakwa Yu Hao oleh karena itu dari dakwaan tersebut. Memulihkan hak Terdakwa Yu Hao dalam kedudukan, kemampuan, harkat serta martabatnya,” bunyi petikan putusan banding Pengadilan Tinggi Pontianak.

Awalnya, pada September 2024, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Yu Hao dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp50 miliar, yang apabila tidak dapat dibayarkan maka diganti enam bulan kurungan.

Dia didakwa bersalah melakukan penambangan tanpa izin berdasarkan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020.

Sementara, saat sidang putusan pada Oktober 2024, majelis hakim Pengadilan Negeri Ketapang menjatuhkan vonis terhadap Yu Hao dengan hukuman 3 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 30 miliar.

Tidak puas dengan itu, terdakwa lantas mengajukan banding ke pengadilan tinggi Pontianak.

Baca Lainnya

Pengadaan Printer BGN Diduga Mark Up, Mahasiswa Akan Demo di Kejaksaan

3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Pengadaan Printer Bgn Diduga Mark Up, Mahasiswa Akan Demo Di Kejaksaan

Jejak Korupsi 15 Tahun Terbongkar, Kejari Bekasi Usut BUMD Migas

3 Mei 2026 - 22:31 WIB

Jejak Korupsi 15 Tahun Terbongkar, Kejari Bekasi Usut Bumd Migas

Dugaan Mark Up Proyek Listrik, CBA Minta Kejati DKI Usut Tuntas Aliran Dana

3 Mei 2026 - 19:17 WIB

Dugaan Mark Up Proyek Listrik, Cba Minta Kejati Dki Usut Tuntas Aliran Dana
Trending di Hukum