Menu

Mode Gelap
DPRD Lebak Dinilai Mandul Awasi Proyek Alun-alun Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang Chaos! Alun-Alun Lebak Rp4,9 Miliar Amburadul, PUPR Diduga Cawe-Cawe Diduga Ada Backing, JAN Desak Satgas PKH Bongkar Tambang Ilegal Curugbitung–Maja 1.000 Genset ESDM–PLN Jadi Cahaya Warga Aceh Pascabencana PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

Hukum

Copot Mutia Hafid, FPPI Nilai Menkomdigi Tidak Becus Berantas Judi Online


					Keterangan Foto : Judi online yang semakin menjamur di media sosial 7 September 2025 Perbesar

Keterangan Foto : Judi online yang semakin menjamur di media sosial 7 September 2025

Teropongistana.com Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) menyoroti kinerja Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Mutia Hafid yang dinilai tidak serius memberantas maraknya praktik perjudian online di Indonesia.

Bidang Keamanan FPPI, Surahman, menyebut lemahnya peran pemerintah menjadi faktor utama suburnya perjudian daring di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. “Judol (judi online) ini banyak digemari karena modalnya kecil, tapi dianggap bisa menghasilkan untung besar. Padahal efeknya sangat merusak,” kata Surahman saat memberikan keterangannya di Jakarta 7 September 2025.

Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan transaksi judi online sepanjang 2023 mencapai Rp327 triliun.

Sementara Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring mencatat ada 2,37 juta orang terjebak judi online, 80 persen di antaranya dari kelompok ekonomi menengah ke bawah. Tak hanya itu, sekitar 960 ribu pelajar SMA dan mahasiswa juga dilaporkan terlibat.

Studi lain mengungkap 60 persen pengguna judi online berasal dari generasi milenial dan Z. Sebanyak 82 persen masyarakat yang menggunakan internet bahkan pernah terpapar iklan judi online, dengan Instagram dan Facebook menjadi platform penyebaran terbanyak, disusul situs film ilegal dan game daring.

Di sisi lain, Surahman menilai Menkomdigi justru lebih sibuk dengan program yang dianggap tidak relevan dengan tupoksinya. Ia mencontohkan kegiatan Mutia Hafid bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di BPK Penabur, Gading Serpong, pada 4 Agustus lalu.

“Seharusnya beliau fokus menutup akses judi online dan konten ilegal yang merusak generasi muda, bukan pencitraan semata. Sudah waktunya Menkomdigi diisi orang yang berani dan serius bekerja,” tegas Surahman.

Baca Lainnya

Pemkab Bogor Gagal Bayar Sejumlah Proyek TA 2025, Jadi Sorotan

5 Januari 2026 - 19:06 WIB

Pemkab Bogor Gagal Bayar Sejumlah Proyek Ta 2025, Jadi Sorotan

Tarif Listrik Tak Naik, CBA Minta Kontrak Listrik Swasta Dievaluasi dan Libatkan Kejagung

3 Januari 2026 - 15:36 WIB

Tarif Listrik Tak Naik, Cba Minta Kontrak Listrik Swasta Dievaluasi Dan Libatkan Kejagung

Bongkar Dong, Beredar Kabar KPK akan Periksa Panitia Tender RSUD Panunggangan Barat Kota Tangerang Rp30 Miliar

27 Desember 2025 - 18:41 WIB

Ott Inhutani V Meledak: Aktivis Teriak Audit Perhutani, Presiden Ingatkan Jangan Ada Yang Kebal!
Trending di Hukum