Menu

Mode Gelap
Negara Hadir Lewat Jalan 18 Kilometer, Pangdam Tinjau Karya Bakti TNI di Pandeglang Dolar Tembus Rp17.500, BaraNusa Minta Pemerintah Fokus Pemulihan Ekonomi Domestik Ironi Humas Kemendag: Kritik Harga Pangan Dibalas Lobi Edit Berita 1.066 Kasus Diungkap, Projo: Pemberantasan Narkoba Bukan Sekadar Kejar Angka Peristiwa Memalukan! Formappi: Sosialisasi 4 Pilar MPR Hanya Rutinitas Kosong Beban Operasional Mencekik, DPR Desak Penyesuaian Harga Solar Nelayan

Hukum

Copot Mutia Hafid, FPPI Nilai Menkomdigi Tidak Becus Berantas Judi Online


					Keterangan Foto : Judi online yang semakin menjamur di media sosial 7 September 2025 Perbesar

Keterangan Foto : Judi online yang semakin menjamur di media sosial 7 September 2025

Teropongistana.com Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) menyoroti kinerja Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Mutia Hafid yang dinilai tidak serius memberantas maraknya praktik perjudian online di Indonesia.

Bidang Keamanan FPPI, Surahman, menyebut lemahnya peran pemerintah menjadi faktor utama suburnya perjudian daring di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. “Judol (judi online) ini banyak digemari karena modalnya kecil, tapi dianggap bisa menghasilkan untung besar. Padahal efeknya sangat merusak,” kata Surahman saat memberikan keterangannya di Jakarta 7 September 2025.

Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan transaksi judi online sepanjang 2023 mencapai Rp327 triliun.

Sementara Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring mencatat ada 2,37 juta orang terjebak judi online, 80 persen di antaranya dari kelompok ekonomi menengah ke bawah. Tak hanya itu, sekitar 960 ribu pelajar SMA dan mahasiswa juga dilaporkan terlibat.

Studi lain mengungkap 60 persen pengguna judi online berasal dari generasi milenial dan Z. Sebanyak 82 persen masyarakat yang menggunakan internet bahkan pernah terpapar iklan judi online, dengan Instagram dan Facebook menjadi platform penyebaran terbanyak, disusul situs film ilegal dan game daring.

Di sisi lain, Surahman menilai Menkomdigi justru lebih sibuk dengan program yang dianggap tidak relevan dengan tupoksinya. Ia mencontohkan kegiatan Mutia Hafid bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di BPK Penabur, Gading Serpong, pada 4 Agustus lalu.

“Seharusnya beliau fokus menutup akses judi online dan konten ilegal yang merusak generasi muda, bukan pencitraan semata. Sudah waktunya Menkomdigi diisi orang yang berani dan serius bekerja,” tegas Surahman.

Baca Lainnya

KITA Banten: Kejari Pandeglang Harus Seret Direksi PT GSK Terkait Skandal KDMP

12 Mei 2026 - 10:30 WIB

Kita Banten: Kejari Pandeglang Harus Seret Direksi Pt Gsk Terkait Skandal Kdmp

BPA Fair 2026: Lewat CFD, BPA Kenalkan Transformasi Lelang Aset Negara

11 Mei 2026 - 18:11 WIB

Bpa Fair 2026: Lewat Cfd, Bpa Kenalkan Transformasi Lelang Aset Negara

BNN Tegas Larang Vape, Ombudsman Jakarta Raya : Ini Jalan Selamatkan Generasi

11 Mei 2026 - 17:00 WIB

Ombudsman Ri Perwakilan Jakarta Raya Melalui Kepala Perwakilannya Dedy Irsan
Trending di Hukum