Menu

Mode Gelap
KOHATI Bogor Luncurkan Program TOKO HATI untuk Kemandirian Ekonomi Kader Tolak Masuk Gedung Parlemen, BEM SI Desak DPR Temui Massa Aksi di Luar Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel untuk Pengamanan Unjuk Rasa di Jakarta BEM SI Jakarta Demo di DPR, Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM Komisi II DPR Setujui Pagu Indikatif KPU Rp4,68 Triliun dan Bawaslu Rp3,74 Triliun untuk RAPBN 2027 Kebijakan Presiden Prabowo Dinilai Salah Arah, Matahukum: Rakyat Marah

Hukum

Copot Mutia Hafid, FPPI Nilai Menkomdigi Tidak Becus Berantas Judi Online


					Keterangan Foto : Judi online yang semakin menjamur di media sosial 7 September 2025 Perbesar

Keterangan Foto : Judi online yang semakin menjamur di media sosial 7 September 2025

Teropongistana.com Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) menyoroti kinerja Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Mutia Hafid yang dinilai tidak serius memberantas maraknya praktik perjudian online di Indonesia.

Bidang Keamanan FPPI, Surahman, menyebut lemahnya peran pemerintah menjadi faktor utama suburnya perjudian daring di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. “Judol (judi online) ini banyak digemari karena modalnya kecil, tapi dianggap bisa menghasilkan untung besar. Padahal efeknya sangat merusak,” kata Surahman saat memberikan keterangannya di Jakarta 7 September 2025.

Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan transaksi judi online sepanjang 2023 mencapai Rp327 triliun.

Sementara Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring mencatat ada 2,37 juta orang terjebak judi online, 80 persen di antaranya dari kelompok ekonomi menengah ke bawah. Tak hanya itu, sekitar 960 ribu pelajar SMA dan mahasiswa juga dilaporkan terlibat.

Studi lain mengungkap 60 persen pengguna judi online berasal dari generasi milenial dan Z. Sebanyak 82 persen masyarakat yang menggunakan internet bahkan pernah terpapar iklan judi online, dengan Instagram dan Facebook menjadi platform penyebaran terbanyak, disusul situs film ilegal dan game daring.

Di sisi lain, Surahman menilai Menkomdigi justru lebih sibuk dengan program yang dianggap tidak relevan dengan tupoksinya. Ia mencontohkan kegiatan Mutia Hafid bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di BPK Penabur, Gading Serpong, pada 4 Agustus lalu.

“Seharusnya beliau fokus menutup akses judi online dan konten ilegal yang merusak generasi muda, bukan pencitraan semata. Sudah waktunya Menkomdigi diisi orang yang berani dan serius bekerja,” tegas Surahman.

Baca Lainnya

Kejari Sorong Libatkan Ahli Kemendagri dalam Kasus Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Bupati Sorong Selatan

10 Juni 2026 - 21:36 WIB

Kejari Sorong Libatkan Ahli Kemendagri Dalam Kasus Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Bupati Sorong Selatan

GEGER: KOSMAK Laporkan Rekening Gendut Pejabat Minerba Ke Kortas Tipikor Polri

10 Juni 2026 - 13:09 WIB

Direktur Eksekutif P3S Desak Evaluasi Menyeluruh Polri Usai Kasus Ojol Tertabrak Polisi Saat Demo 28 Agustus

Terpidana Kasus Talent Corner Divonis 4 Tahun, Kejari Sorong Setor Uang Negara Rp904 Juta

10 Juni 2026 - 11:16 WIB

Terpidana Kasus Talent Corner Divonis 4 Tahun, Kejari Sorong Setor Uang Negara Rp904 Juta
Trending di Hukum