Teropongistana.com Pandeglang – Di Pandeglang, Al Amin Maksum, seorang tukang ojek yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut di Gardu Tanjak, kini bersiap mengajukan gugatan hukum terhadap Gubernur Banten dan Bupati Pandeglang. Langkah ini diambil setelah pengacaranya, Raden Elang Mulyana, menilai bahwa aparat telah keliru dalam menetapkan status tersangka pada kliennya.
Menurut Elang, Al Amin sebenarnya juga merupakan korban dari kondisi jalan yang berlubang di ruas Labuan–Pandeglang. Ruas jalan tersebut berada dalam kewenangan UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PPJ) DPUPR Banten.
“Yang harus bertanggung jawab secara hukum adalah Gubernur Banten dan Bupati Pandeglang sebagai penyelenggara jalan. Jalan rusak membahayakan pengguna dan kerap memicu kecelakaan,” ujar Elang pada Senin (23/2/2026).
Pengacara tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 24 menyatakan bahwa penyelenggara jalan wajib segera memperbaiki jalan rusak atau memasang rambu peringatan jika belum dapat melakukan perbaikan. Sementara Pasal 273 mengatur sanksi pidana hingga enam bulan penjara atau denda maksimal Rp12 juta jika kelalaian tersebut menyebabkan kecelakaan.
Elang menyatakan bahwa gugatan yang akan diajukan tidak hanya untuk menuntut pertanggungjawaban atas dugaan perbuatan melawan hukum, tetapi juga untuk memperjuangkan pencabutan status tersangka terhadap Al Amin.
“Kami akan ajukan gugatan karena jalan itu menjadi tanggung jawab kepala daerah. Kami juga meminta aparat menghentikan proses hukum terhadap Al Amin demi hukum,” tegasnya.









