Menu

Mode Gelap
Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang Chaos! Alun-Alun Lebak Rp4,9 Miliar Amburadul, PUPR Diduga Cawe-Cawe Diduga Ada Backing, JAN Desak Satgas PKH Bongkar Tambang Ilegal Curugbitung–Maja 1.000 Genset ESDM–PLN Jadi Cahaya Warga Aceh Pascabencana PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945 Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar

Nasional

Waspadai Kejahatan Siber jelang Pemilu 2024, Masyarakat Perlu Melek Digitalisasi


					Waspadai Kejahatan Siber jelang Pemilu 2024, Masyarakat Perlu Melek Digitalisasi Perbesar

Teropongistana.com Serang-Indonesia akan menggelar Pemilu 2024, yang membuat serangan siber semakin meningkat, masyarakat memanfaatkan layanan digital dalam mendapatkan informasi
semakin meningkat kita menggunakan digital, pada saat itu juga akan meningkatkan kerawanan.

Tentunya, dinamika akan berkembang, peningkatan (serangan siber) semakin kita menggunakan ruang siber,
saat itu kerawanan mengancam. Peretasan website dilakukan menggunakan teknik _Phising_ mengedepankan metode Social Enginering atau rekayasa Sosial untuk mendapatkan data pribadi dan dijual di _Dark Web_.(14/08/2023).

Peretasan webiste pemerintah, KPU, Bawaslu marak dilakukan oleh _Blackhat_ dengan tujuan beragam, salah satunya inisial (ZFR) siswa SMK di Kabupaten Serang yang menggeluti dunia hacking sejak duduk dibangku SMP, pernah melakukan _Defacement_ atau peretasan halaman muka website.

Pada tahun 2020 situs web Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember Jawa Timur pernah diretas dan masih bernasib mujur, diamankan oleh Polda Jatim dikembalikan kepada orangtuanya karena masih di bawah umur.

Menurut pengakuan ZFR sendiri bahwa “menyadari keliruannya, keahliannya sekarang digunakan membantu untuk mengungkap kelemahan sistem keamanan website atau _Bug Hunting_. Perlunya pengetahuan _Cyber Security_, untuk mencegah serangan siber jelang pemilu” Ungkapnya

Digitalisasi menjadi era zaman sekarang, dimana masyarakat perlu melek dan bijak dalam menggunakan media sosial, agar tidak menjadi korban kejahatan siber. Dimana identitas pribadi digunakan oleh orang lain untuk melakukan tindak kejahatan. Apalagi sekarang marak kebocoran data pribadi, sehingga perlu pemanfaatan ke arah yang lebih baik.

Pihak kepolisian dengan langkah cepat melakukan pengamanan bagi setiap masyarakat yang ahli dalam dunia hacking, agar mereka tidak menjadi alat untuk tindak pidana kejahatan, terlebih menjelang Pemilu 2024. Contohnya seperti ZFR, sehingga keahliannya dapat dipergunakan untuk hal hal positif. Agar kejadian pemilu tahun kemarin menjadi evaluasi besar bahwa peran media dan digitalisasi perlu langkah preventif dan mitigasi yang matang dalam menghadapai tantangan-tantangan Pemilu 2024 mendatang.

(Dede Djaelani/Red)

Baca Lainnya

Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang

11 Januari 2026 - 10:13 WIB

Matahukum : Data Di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah Kpk Terkait Kasus Tambang

PPBN RI–LVRI Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

10 Januari 2026 - 09:05 WIB

Ppbn Ri–Lvri Perkuat Warisan Nilai Kejuangan 1945

Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar

9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Audiensi Mandek, Kompas-R Ultimatum Kementerian Pu Soal Proyek Rp9,6 Miliar
Trending di Nasional