Menu

Mode Gelap
Hukum Harus Berjalan Tanpa Pandang Bulu: BEM Persatuan Indonesia Minta Lembaga Negara Sinergi Bukan Bertikai di Kasus Batu Bara Kejaksaan Agung: Hindari Spekulasi, Tunggu Hasil Penyidikan Resmi Sebelum Ambil Kesimpulan Bukan Amplop Biasa, MataHukum Ungkap Uang Suap Kuansing Diduga Melalui Tangan Dirjen Planologi Dazz Diduga Fasilitasi Judi, Formabes Desak Blokir Prof Abdul Fickar Hadjar Dukung Tindakan Polri, Dalami Kasus Korupsi dan TPPU Terkait Febrie Adriansyah IPSM Kabupaten Lebak Peringati HUT ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran untuk Pekerja Sosial

Nasional

FPN Minta Paus Tekan Israel Hentikan Genosida di Palestina


					FPN Minta Paus Tekan Israel Hentikan Genosida di Palestina Perbesar

Jakarta – Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, meminta Paus Fransiskus menggunakan wibawa dan pengaruhnya untuk menekan Israel menghentikan aksi genosida di Palestina. Seruan ini disampaikan Furqan dengan tegas, menekankan peran penting Paus dalam menghentikan kekerasan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

“Dengan wibawa dan kapasitas yang dimilikinya Paus seharusnya bisa menekan Israel untuk menghentikan genosida di Palestina. Kita berharap Paus menggunakan pengaruhnya” tegas Furqan.

Furqan juga mengungkapkan bahwa saat Paus Fransiskus memimpin Misa Akbar di Gelora Bung Karno, Kamis (5/9/2024), FPN berupaya menyampaikan pesan secara langsung melalui salah satu anggotanya, Daniel Ananda Pradipta, yang beragama Katolik dan sedang menempuh studi pascasarjana di Universitas Parahyangan.

Daniel hadir dengan membawa sebuah poser yang bertuliskan, “Message To His Holiness, Pope Francis: Please Pressure Israel To Stop Its Genocide Against Palestinians!”

Namun penjagaan yang sangat ketat di sekitar Paus tidak memungkinkan bagi Daniel untuk mendekat. Berharap mendapat perhatian, ia hanya bisa membentangkan poster tersebut ketika Paus mengitari stadion Gelora Bung Karno menyapa seluruh umat Katolik yang hadir.

Furqan menambahkan bahwa dalam kurun waktu 320 hari, genosida Israel telah merenggut 48 ribu nyawa, di mana 16 ribu di antaranya adalah anak-anak dan 10 ribu perempuan, berdasarkan data Euro-Med Human Right Monitor.

“Jumlah korban sebenarnya sangat mungkin jauh lebih besar dari angka yang tercatat, mengingat banyaknya korban di bawah reruntuhan maupun korban yang meninggal dalam perawatan,” jelas Furqan.

Selain itu terdapat 92 ribu warga yang mengalami luka-luka, 3.550 orang ditangkap dan hampir 2 juta orang terpaksa mengungsi. 1.235 tenaga kesehatan ikut terdampak, di mana 522 orang terbunuh dan 713 orang terluka. Sementara itu dari pertahanan sipil 76 orang yang gugur dan 225 orang luka-luka. Bahkan Israel juga telah membunuh 171 Jurnalis.

“Jika situasi seperti ini terjadi di Ukraina, dunia pasti sudah mengecam Rusia habis-habisan”, tambah Furqan.

Furqan juga menyoroti peghancuran besar-besaran oleh Israel yang telah menghancurkan setengah juta rumah warga Palestina, 171.500 di antaranya hancur total.

Selain itu, Israel juga menghancurkan 489 sekolah dan 393 fasilitas kesehatan, di antaranya 32 rumah sakit, 115 klinik dan 246 ambulan. 182 kantor media juga turut dihancurkan Israel, serta 760 masjid, 4 gereja, 203 heritage dan 2.830 fasilitas industri.

Melalui seruannya, FPN berharap agar Paus Fransiskus dapat memanfaatkan pengaruhnya untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina yang semakin mengkhawatirkan.

Baca Lainnya

Kejaksaan Agung: Hindari Spekulasi, Tunggu Hasil Penyidikan Resmi Sebelum Ambil Kesimpulan

9 Juli 2026 - 21:01 WIB

Kejaksaan Agung: Hindari Spekulasi, Tunggu Hasil Penyidikan Resmi Sebelum Ambil Kesimpulan

Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Tragedi Bekasi Timur: Bumn Harus Utamakan Keselamatan &Amp; Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

8 Juli 2026 - 07:52 WIB

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis Dengan Singapore Probono Dan Nyc Bar, Kembangkan Budaya Probono Di Indonesia
Trending di Nasional