Menu

Mode Gelap
Pesan Menyentuh Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus di Hari Pendidikan Nasional Pembangunan Jembatan di Cibaliung, Warga Doakan dan Terima Kasih ke Presiden Prabowo Matahukum: Dadan Hindayana Ngawur, Gizi Soal Uang Bukan Ijazah! Bantuan Rp40 Juta Per Unit! Adde Rosi Dampingi Menteri Wujudkan Rumah Layak Refleksi Hardiknas 2026, PB PII Serukan Aksi Lawan Penyimpangan Anggaran Pendidikan Lelang Rp12,8 Miliar Bermasalah, CBA Minta Kejati DKI Usut Proyek DLH

Nasional

Matahukum: Dadan Hindayana Ngawur, Gizi Soal Uang Bukan Ijazah!


					Keterangan foto : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Senin (19/1/2026) Perbesar

Keterangan foto : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Senin (19/1/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir, kembali melontarkan kritik yang sangat tajam dan pedas terhadap pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Kali ini sorotan tajam ditujukan terkait pernyataan Dadan yang menyandingkan kualitas gizi anak dengan latar belakang pendidikan orang tua. Pernyataan tersebut dinilai sangat melukai hati, tidak logis, dan menunjukkan ketidakpekaan seorang pejabat negara.

Soroti Pernyataan Kepala BGN

Diketahui, dalam sejumlah kesempatan, Kepala BGN Dadan Hindayana sempat menyinggung bahwa rendahnya pengetahuan gizi dan pola asuh dikaitkan dengan tingkat pendidikan orang tua murid. Hal ini yang kemudian menjadi sorotan tajam dan dinilai sebagai pemikiran yang sesat serta merendahkan martabat rakyat.

Banyak Anak Petani Sukses, Buktikan Pendidikan Bukan Penentu

Mukhsin Nasir menegaskan dengan tegas bahwa tidak ada kaitan sama sekali antara ijazah orang tua dengan kualitas gizi anak.

“Lihat realita di lapangan! Banyak orang sukses besar lahir dari keluarga petani, dari keluarga yang ekonominya terbatas, bahkan makan sehari-hari pun pas-pasan. Tapi anaknya bisa sukses luar biasa! Itu bukti nyata bahwa latar belakang pendidikan orang tua tidak ada hubungannya dengan kesuksesan atau gizi anak,” kata Mukhsin Nasir lewat pernyataanya, Minggu (3/5/2026)

“Harusnya si Kepala BGN itu fokus memperbaiki manajemen MBG, memastikan nilai gizinya seimbang, dan mengawasi anggaran negara agar tepat sasaran. Bukan malah menyerempet dan ngomong ngawur soal pendidikan orang tua,” tambah Mukhsin.

Pendidikan Itu Privasi, Faktornya Ekonomi Bukan Ijazah

Lebih jauh, Mukhsin menjelaskan bahwa pendidikan adalah hak privasi setiap orang dan tidak bisa dijadikan alat untuk membandingkan martabat atau kemampuan seseorang.

“Setiap orang tua, sekalipun tidak berpendidikan tinggi, pasti punya nurani dan kasih sayang. Mereka pasti memikirkan yang terbaik untuk anaknya. Memberi gizi baik itu bukan faktor pendidikan, tapi faktor kemampuan ekonomi! Tidak ada orang tua yang tega memberi makan anaknya sembarangan, semua ingin terbaik tapi kembali lagi pada apa yang mampu mereka bayar,” jelasnya.

“Ini dasar berpikir yang harus dimengerti Dadan Hindayana agar tidak terus-terusan bicara ngawur dan menyinggung harkat martabat rakyat,” tambahnya.

Lebih Baik Mundur Aja Daripada Nodai Nama Baik Presiden

Mukhsin menuntut agar sebagai pejabat negara, Dadan harus lebih berhati-hati dan punya rasa empati. Jangan sampai strata pendidikan dijadikan alasan untuk membenarkan kegagalan program.

“Dadan Hindayana harus punya hati nurani. Jangan sembarangan bicara yang menyentuh kerendahan martabat warga negara hanya karena latar belakang pendidikannya. Itu sangat tidak terhormat,” ujar Mukhsin.

Di akhir pernyataannya, Mukhsin memberikan saran yang pedas namun nyata.

“Menurut saya, jauh lebih terhormat kalau Dadan Hindayana memilih mundur dan mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN. Daripada seringkali membuat kegaduhan, bikin salah ucap, dan akhirnya program niat baik Presiden untuk MBG malah jadi ternoda dan rusak citranya karena ulah sendiri,” pungkas Mukhsin Nasir.

Baca Lainnya

Pesan Menyentuh Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus di Hari Pendidikan Nasional

3 Mei 2026 - 15:55 WIB

Pesan Menyentuh Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus Di Hari Pendidikan Nasional

Bantuan Rp40 Juta Per Unit! Adde Rosi Dampingi Menteri Wujudkan Rumah Layak

3 Mei 2026 - 14:20 WIB

Bantuan Rp40 Juta Per Unit! Adde Rosi Dampingi Menteri Wujudkan Rumah Layak

Refleksi Hardiknas 2026, PB PII Serukan Aksi Lawan Penyimpangan Anggaran Pendidikan

2 Mei 2026 - 23:01 WIB

Refleksi Hardiknas 2026, Pb Pii Serukan Aksi Lawan Penyimpangan Anggaran Pendidikan
Trending di Nasional