Menu

Mode Gelap
Dave Laksono: Iuran 1 Miliar Dolar untuk Dewan Perdamaian Sudah Dievaluasi Matang KPK Dituduh Hentikan Kasus Terlalu Cepat, MAKI Ajukan Gugatan Soal SP3 Aswad Sulaiman Transformasi Polri Tak Lepas dari Penguatan Teknologi IT MAKKI Dorong Audit Independen, Tantang Kejagung Tangani Kasus Pupuk Putusan Final, MAKI Minta Blokir Dana Jiwasraya Dibuka Mengendap 4 Bulan di Tahanan, 3 Tersangka Korupsi PDAM Lebak Masih Menunggu Sidang

Nasional

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Komitmen Jalankan Program Presiden Prabowo


					Keterangan foto : Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Selasa (25/2/2025) Perbesar

Keterangan foto : Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Selasa (25/2/2025)

Teropongistana.com MAGELANG – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyatakan siap melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Melalui Inpres tersebut, Presiden mengarahkan sejumlah pejabat negara, mulai dari para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, hingga Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk melaksanakan langkah-langkah efisiensi anggaran di berbagai sektor.

“Saya sampaikan langsung ke Pak Presiden Prabowo, saat pelantikan lalu itu, bahwa Kota Sukabumi akan patuh dan tegak lurus pada perintah Presiden. Jika Presiden mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025, maka pola efisiensi yang akan kami jalankan adalah dengan memperkuat sistem manajemen keuangan. Manakala sistem keuangan Pemkot (Pemerintah Kota) Sukabumi kuat, maka akan punya efek positif pada semua sektor, termasuk kesejahteraan,” ujar Ayep dalam keterangannya, Minggu (23/2/2025).

Ayep Zaki yang juga seorang pengusaha itu tahu betul cara melakukan pola efisiensi yang akan dijalankan, yakni dengan memperkuat sistem manajemen keuangan.

“Tatkala sistem keuangan Pemkot Sukabumi kuat, maka akan memiliki efek positif ke semua sektor termasuk pada kesejahteraan masyarakat. Tapi jika keuangan Pemkot tidak, bisa ditebak, akan banyak sektor yang terbengkalai,” terang Ayep Zaki.

Oleh karena itu, tambah Ayep, langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan stabilisasi sektor keuangan daerah meskipun ada kebijakan efisiensi. Apalagi Kota Sukabumi seperti diketahui, masih termasuk dalam kategori fiskal rendah yang Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya masih sangat kecil dibandingkan dengan transfer daerah.

“Kami akan memastikan bahwa kebijakan efisiensi Pak Presiden ini tidak berdampak negatif dalam jangka panjang. Pada 2025 mungkin ada penyesuaian, tapi pada 2026 nanti kami punya strategi agar keuangan daerah semakin kuat, besar, dan sehat,” jelasnya.

Salah satu strategi utama adalah membenahi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda).

“Kami akan memastikan aset-aset daerah bisa dikelola dengan baik, sehat, dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Sukabumi karena kunci keberhasilan sebuah kota terletak pada kekuatan ekonomi dan pengelolaan asetnya,” pungkas Ayep Zaki.

Baca Lainnya

KPK Dituduh Hentikan Kasus Terlalu Cepat, MAKI Ajukan Gugatan Soal SP3 Aswad Sulaiman

28 Januari 2026 - 01:13 WIB

Ott Inhutani V Meledak: Aktivis Teriak Audit Perhutani, Presiden Ingatkan Jangan Ada Yang Kebal!

Putusan Final, MAKI Minta Blokir Dana Jiwasraya Dibuka

27 Januari 2026 - 12:38 WIB

Putusan Final, Maki Minta Blokir Dana Jiwasraya Dibuka

Anggaran Perawatan Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Meledak hingga Rp722 Juta, Kejagung Diminta Telusuri

25 Januari 2026 - 21:43 WIB

Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pt Duta Palm Group Indragiri Hulu
Trending di Nasional