Menu

Mode Gelap
Matahukum Kantongi Informasi A1 dari Internal Kemendag, Desak Kejagung Usut Mafia Izin Impor Dua Dirjen Mundur, Matahukum: Gaya Kerja Menteri KemenPKP Bikin Stres ​ Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka Tagih Pajak Door to Door: Jangan Sampai Jadi Pemicu Konflik Baru CBA Desak Audit dan Pemeriksaan, Abdi Rakyat Tegaskan Tarif di Kemenaker Tak Sesuai Tujuan Pelayanan Publik Kapal Pertamina Diawaki Penuh WNA, Matahukum: Minta Komisi VI DPR Panggil Pimpinan dan Kejagung Usut Kesalahan

Nasional

Gus Alam di Mata Kiai Maman: Rendah Hati dan Humanis


					Keterangan Foto : KH Maman Imanulhaq. Perbesar

Keterangan Foto : KH Maman Imanulhaq.

Teropongistana.com Jakarta — Duka menyelimuti parlemen dan keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hari ini, Selasa (6/5), KH Alamudin Dimyati Rois, Anggota DPR RI sekaligus tokoh muda NU, wafat setelah beberapa hari lalu terlibat dalam insiden kecelakaan tragis di Pemalang, Jawa Tengah. Kepergian mendadak sosok yang akrab disapa Gus Alam itu mengejutkan banyak pihak, termasuk sahabat sekaligus koleganya, KH Maman Imanulhaq.

Bagi Kiai Maman, begitu ia disapa, Gus Alam bukan sekadar rekan kerja di Senayan. Ia adalah sahabat dalam perjuangan, saudara dalam nilai, dan cerminan generasi penerus ulama yang menjembatani tradisi dan zaman.

“Kami kehilangan seorang pribadi yang hangat dalam tutur, rendah hati dalam laku, dan tulus dalam pengabdian,” ujarnya saat ditemui pada prosesi pemakaman Gus Alam di Kompleks Pesantren Al-Fadllu II di Srogo, Kaliwungu Kendal, Selasa (6/5).

Putra dari ulama kharismatik KH Dimyati Rais ini, dikenal membawa napas baru dalam politik kebangsaan. Di tengah dinamika parlemen yang kerap keras, Gus Alam hadir sebagai sosok yang meneduhkan. “Dalam ruang sidang, ia menyuarakan aspirasi rakyat dengan tenang namun tegas. Dalam pergaulan sehari-hari, ia menebar persaudaraan dan persatuan,” kenang Kiai Maman.

Meski masih muda, imbuh Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB ini, keulamaan Gus Alam tak diragukan. Ia tak hanya menguasai ilmu, tetapi juga mampu menjembatani berbagai kalangan dengan sikap arif dan terbuka. “Beliau membawa teladan bahwa menjadi ulama tidak cukup hanya mengajar dan berdakwah, tetapi juga hadir di tengah umat, menyerap aspirasi, dan ikut menentukan arah bangsa,” tambah Kiai Maman.

Terakhir Kiai Maman mendoakan seraya berharap agar almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT yang paling mulia, bersama para shalihin dan pejuang kebenaran.

“Selamat jalan, sahabatku. Semoga Allah menempatkanmu di sisi-Nya yang paling mulia, bersama para shalihin dan pejuang kebenaran. Jejakmu akan terus kami kenang, keteladananmu akan terus kami rawat,” kata Kiai Maman menutup.

Untuk diketahui, ribuan santri dan masyarakat luas memadati kompleks Pesantren Al-Fadllu II di Srogo, Kaliwungu Kendal untuk mengantarkan jenazah Almarhum Gus Alam dikebumikan. Terlihat juga saat prosesi pemakaman Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Maruf Amin, Ketua Umum PKB Gus Muhaimin Iskandar beserta para pengurus lainnya seperti Sekjen PKB Hasanudin Wahid, Wakil Ketua Umum PKB Cucun Syamsurijal, Hanif Dhakiri, dan Gus Yusuf Chudlori. Nampak juga jajaran Dewan Syura DPP PKB seperti KH. Subhan Makmun, KH. Zamzami, KH Taufiq Abdullah serta KH. Ahmad Baidhawi.

Baca Lainnya

Matahukum Kantongi Informasi A1 dari Internal Kemendag, Desak Kejagung Usut Mafia Izin Impor

27 April 2026 - 21:34 WIB

Matahukum Kantongi Informasi A1 Dari Internal Kemendag, Desak Kejagung Usut Mafia Izin Impor

Dua Dirjen Mundur, Matahukum: Gaya Kerja Menteri KemenPKP Bikin Stres ​

27 April 2026 - 21:01 WIB

Dua Dirjen Mundur, Matahukum: Gaya Kerja Menteri Kemenpkp Bikin Stres ​

Tagih Pajak Door to Door: Jangan Sampai Jadi Pemicu Konflik Baru

27 April 2026 - 13:12 WIB

Anggota Komisi Xi Dpr Ri Dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (Pkb), Marwan Jafar.
Trending di Nasional