Menu

Mode Gelap
IPSM Kabupaten Lebak Peringati HUT ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran untuk Pekerja Sosial Polda Banten Sita Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai, Tiga Terduga Pelaku Diringkus Investasi PT Kristalin Ekalestari Berdampak Baik Pembangunan dan Ekonomi Warga Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU: BaraNusa Minta Polri Panggil Menteri ESDM dan Dirut PLN Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

Nasional

Pengamat UNHAN Soroti Dominasi Superioritas Udara dalam Konflik Iran-Israel, Imbas bagi Indonesia Dinilai Terbatas


					Foto (Red). Perbesar

Foto (Red).

Teropongistana.com Jakarta – Pengamat militer dari Universitas Pertahanan (UNHAN), Ario Seno, menyoroti dinamika konflik Iran-Israel yang saat ini menunjukkan dominasi penggunaan kekuatan udara dan senjata jarak jauh. Menurutnya, hal ini tercermin dari aksi saling serang antara kedua negara melalui peluncuran rudal jarak jauh.

“Konflik ini menunjukkan bahwa superioritas udara dan penggunaan senjata jarak jauh menjadi faktor dominan. Kita melihat jual beli serangan rudal antara Israel dan Iran, serta intervensi Amerika Serikat yang mengirimkan pesawat pembom untuk menghantam fasilitas nuklir Iran,” jelas Ario Seno (25/6).

Ia menambahkan, hingga kini belum terlihat adanya pengerahan kekuatan laut secara signifikan dari negara-negara yang terlibat dalam konflik tersebut. Namun, Iran sempat melontarkan wacana pemblokadean Selat Hormuz sebagai upaya menekan suplai energi ke Amerika Serikat untuk mencegah turut campurnya Amerika pada konflik Iran-Israel.

“Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi distribusi minyak dunia, termasuk dari negara-negara sekutu Amerika. Dengan memblokade kawasan ini, Iran berharap pasokan energi ke Amerika dapat terganggu,” tambahnya.

Terkait dampaknya terhadap Indonesia, Ario Seno menilai pengaruh konflik ini terhadap pasokan energi nasional tidak terlalu signifikan.

“Meskipun konflik ini bisa memberi dampak global, Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada energi dari kawasan Selat Hormuz. Kawasan Laut China Selatan juga menyimpan cadangan energi besar dan saat ini kondisinya masih relatif stabil,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kemandirian energi bagi Indonesia guna mengurangi ketergantungan terhadap suplai global. Ia menyarankan agar pemerintah semakin serius mengembangkan sumber energi baru dan terbarukan (EBT).

“Indonesia memiliki potensi besar dalam energi baru dan terbarukan yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Ketimbang terus bergantung pada minyak bumi dari luar, sudah saatnya kita berinvestasi lebih serius pada EBT,” pungkas Ario Seno.

Baca Lainnya

Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Tragedi Bekasi Timur: Bumn Harus Utamakan Keselamatan &Amp; Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

8 Juli 2026 - 07:52 WIB

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis Dengan Singapore Probono Dan Nyc Bar, Kembangkan Budaya Probono Di Indonesia

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu

8 Juli 2026 - 07:36 WIB

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu
Trending di Nasional