Menu

Mode Gelap
IPSM Kabupaten Lebak Peringati HUT ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran untuk Pekerja Sosial Polda Banten Sita Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai, Tiga Terduga Pelaku Diringkus Investasi PT Kristalin Ekalestari Berdampak Baik Pembangunan dan Ekonomi Warga Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU: BaraNusa Minta Polri Panggil Menteri ESDM dan Dirut PLN Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

Nasional

Pengamat Intelijen: Kerusuhan Berpotensi Makar, Prabowo Minta Aparat Bertindak Terukur


					Pengamat Intelijen Wawan Purwanto. Perbesar

Pengamat Intelijen Wawan Purwanto.

Teropongistana.com Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan siaran pers penting di Istana Negara, Minggu (29/8/2025), terkait aksi kekerasan yang terjadi sejak Kamis (28/8) hingga Minggu (31/8) di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo yang didampingi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di sisi kiri serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani di sisi kanan, menyinggung adanya indikasi gejala makar di balik aksi tersebut. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak tampak hadir dalam kesempatan itu.

Pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai rangkaian demonstrasi itu cenderung mengarah pada makar karena eskalasi kerusuhan meningkat hingga menyasar penjarahan rumah tokoh politik serta perusakan fasilitas publik dan infrastruktur pemerintah, termasuk gedung DPR, DPRD, kepolisian, hingga kejaksaan.

“Jika fenomena ini terus terjadi, kerusuhan akan menjadi liar serta tidak terkontrol, dan pada akhirnya rakyat juga yang dirugikan. Mulai dari menurunnya kepercayaan publik terhadap supremasi hukum hingga terganggunya roda perekonomian,” ujar Wawan kepada wartawan, Senin (1/9/2025).

Menurutnya, aksi yang awalnya murni sebagai protes kenaikan tunjangan DPR kini melebar karena ada pihak lain yang diduga ikut bermain. Hal ini membuat situasi semakin ruwet. “Pergerakan seperti itu tentu membutuhkan logistik. Netizen pun sudah banyak yang menduga-duga siapa aktornya,” katanya.

Selain itu, Wawan mengingatkan soal potensi keterlibatan asing, sebagaimana pernah disampaikan mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono. “Jangan sampai kita masuk ke genderang mereka. Motivasi asing bisa politik, bisa juga ekonomi,” tegasnya.

Ia berharap semua pihak yang terlibat segera menyadari adanya penunggang gelap dalam aksi ini, lalu mengakhiri demonstrasi. “Aspirasi sudah tersampaikan, pemerintah pun mulai menindaklanjuti,” ujarnya.

Wawan menekankan pentingnya pendinginan situasi, dialog lintas pihak, serta langkah terukur dalam pemulihan stabilitas nasional. Menurutnya, status darurat militer belum diperlukan, selama sinergi antara TNI dan Polri berjalan efektif.

“Semua pihak harus mampu menahan diri, jangan sampai lepas kendali. Ini tanggung jawab bersama untuk menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Tragedi Bekasi Timur: Bumn Harus Utamakan Keselamatan &Amp; Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

8 Juli 2026 - 07:52 WIB

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis Dengan Singapore Probono Dan Nyc Bar, Kembangkan Budaya Probono Di Indonesia

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu

8 Juli 2026 - 07:36 WIB

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu
Trending di Nasional