Menu

Mode Gelap
Hentikan! Oknum Polisi Diduga Bisnis Tambang Emas di Gunung Guruh Tudingan Dompet Security Dibantah, Kuasa Hukum PTPN IV Regional I Angkat Bicara King Naga Tantang APH Hingga Inspektorat Audit Alun-Alun Rangkasbitung Kemenag Kembali Membuka Penerimaan Murid Baru Madrasah Diklat Petugas Haji Hendaknya tidak Sekadar Formalitas Lurah Muara Ciujung Barat Dukung Perbaikan Jalan dan Drainase Kaum Lebak

Nasional

Unhan RI dan FSI Gelar Forum Group Discussion Bahas Strategi Indonesia Hadapi Eskalasi di Indo-Pasifik


					Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bekerja sama dengan Forum Sinologi Indonesia (FSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menghadapi Risiko Eskalasi di Indo-Pasifik Perbesar

Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bekerja sama dengan Forum Sinologi Indonesia (FSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menghadapi Risiko Eskalasi di Indo-Pasifik

Teropongistana.com ,Jakarta – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bekerja sama dengan Forum Sinologi Indonesia (FSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menghadapi Risiko Eskalasi di Indo-Pasifik: Strategi Indonesia Menjaga Kepentingan Nasional di Tengah Rivalitas China–Jepang” pada Senin, 8 Desember 2025 di Kampus Unhan RI, Salemba, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar pertahanan, intelijen strategis, dan hubungan internasional untuk membahas meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Indo Pasifik dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan nasional. Rivalitas China dan Jepang dinilai menjadi faktor signifikan yang dapat memengaruhi jalur perdagangan, keamanan maritim, serta posisi diplomasi Indonesia di tengah dinamika kawasan.

Dalam diskusi, para narasumber menyoroti tiga langkah strategis yang perlu diperkuat pemerintah Indonesia.

Pertama, peningkatan kapasitas pertahanan melalui modernisasi alutsista dan kesiapan sumber daya manusia. Kedua, pelaksanaan diplomasi aktif dan seimbang untuk menjaga kepentingan nasional tanpa terjebak dalam blok politik tertentu. Ketiga, penguatan kerja sama regional melalui mekanisme multilateral guna memastikan stabilitas dan keamanan jangka panjang.

Rekomendasi kebijakan dirumuskan sebagai keluaran dari FGD untuk disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan penyusunan strategi pertahanan dan diplomasi Indonesia ke depan. Tujuannya agar Indonesia tetap menjadi aktor kunci dalam arsitektur keamanan Indo-Pasifik.

Pengamat pertahanan sekaligus alumni Unhan RI, Ario Seno, menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap perkembangan geopolitik. Menurutnya, masyarakat tidak boleh bersikap pasif. “Dinamika global berkembang pesat, masyarakat harus tanggap dan responsif, bukan hanya menjawab ‘tidak tahu’ atau ‘tidak mengikuti’,” tegasnya.

Ario juga mengapresiasi penyelenggaraan FGD sebagai ruang pertukaran informasi dan ide untuk pengembangan strategi pertahanan nasional. Ia menyampaikan penghargaan kepada FSI yang menginisiasi kegiatan ini serta mendorong agar forum serupa terus dilakukan sebagai kontribusi pemikiran dalam upaya menjaga kepentingan strategis Indonesia di masa mendatang.

Dyt

Baca Lainnya

Kemenag Kembali Membuka Penerimaan Murid Baru Madrasah

13 Januari 2026 - 00:20 WIB

Kementerian Agama Kembali Membuka Penerimaan Murid Baru Madrasah (Pmbm) Tahun Pelajaran 2026/2027. Sejak Januari 2026, Seleksi Resmi Dimulai Dengan Satu Janji Klasik: Semuanya Diatur, Tertib, Dan Transparan—Setidaknya Di Atas Kertas Petunjuk Teknis.

Smelter Harita Group di Pulau Obi Diduga Lakukan Genosida Emisi

12 Januari 2026 - 17:25 WIB

Smelter Harita Group Di Pulau Obi Diduga Lakukan Genosida Emisi

Matahukum : Data di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah KPK Terkait Kasus Tambang

11 Januari 2026 - 10:13 WIB

Matahukum : Data Di Kemenhut Pintu Masuk Kejagung Gledah Kpk Terkait Kasus Tambang
Trending di Nasional