Menu

Mode Gelap
IPSM Kabupaten Lebak Peringati HUT ke-51, Wabup Dorong Dukungan Anggaran untuk Pekerja Sosial Polda Banten Sita Ribuan Bungkus Rokok Tanpa Cukai, Tiga Terduga Pelaku Diringkus Investasi PT Kristalin Ekalestari Berdampak Baik Pembangunan dan Ekonomi Warga Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU: BaraNusa Minta Polri Panggil Menteri ESDM dan Dirut PLN Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

Nasional

Unhan RI dan FSI Gelar Forum Group Discussion Bahas Strategi Indonesia Hadapi Eskalasi di Indo-Pasifik


					Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bekerja sama dengan Forum Sinologi Indonesia (FSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menghadapi Risiko Eskalasi di Indo-Pasifik Perbesar

Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bekerja sama dengan Forum Sinologi Indonesia (FSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menghadapi Risiko Eskalasi di Indo-Pasifik

Teropongistana.com ,Jakarta – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bekerja sama dengan Forum Sinologi Indonesia (FSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menghadapi Risiko Eskalasi di Indo-Pasifik: Strategi Indonesia Menjaga Kepentingan Nasional di Tengah Rivalitas China–Jepang” pada Senin, 8 Desember 2025 di Kampus Unhan RI, Salemba, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar pertahanan, intelijen strategis, dan hubungan internasional untuk membahas meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Indo Pasifik dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan nasional. Rivalitas China dan Jepang dinilai menjadi faktor signifikan yang dapat memengaruhi jalur perdagangan, keamanan maritim, serta posisi diplomasi Indonesia di tengah dinamika kawasan.

Dalam diskusi, para narasumber menyoroti tiga langkah strategis yang perlu diperkuat pemerintah Indonesia.

Pertama, peningkatan kapasitas pertahanan melalui modernisasi alutsista dan kesiapan sumber daya manusia. Kedua, pelaksanaan diplomasi aktif dan seimbang untuk menjaga kepentingan nasional tanpa terjebak dalam blok politik tertentu. Ketiga, penguatan kerja sama regional melalui mekanisme multilateral guna memastikan stabilitas dan keamanan jangka panjang.

Rekomendasi kebijakan dirumuskan sebagai keluaran dari FGD untuk disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan penyusunan strategi pertahanan dan diplomasi Indonesia ke depan. Tujuannya agar Indonesia tetap menjadi aktor kunci dalam arsitektur keamanan Indo-Pasifik.

Pengamat pertahanan sekaligus alumni Unhan RI, Ario Seno, menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap perkembangan geopolitik. Menurutnya, masyarakat tidak boleh bersikap pasif. “Dinamika global berkembang pesat, masyarakat harus tanggap dan responsif, bukan hanya menjawab ‘tidak tahu’ atau ‘tidak mengikuti’,” tegasnya.

Ario juga mengapresiasi penyelenggaraan FGD sebagai ruang pertukaran informasi dan ide untuk pengembangan strategi pertahanan nasional. Ia menyampaikan penghargaan kepada FSI yang menginisiasi kegiatan ini serta mendorong agar forum serupa terus dilakukan sebagai kontribusi pemikiran dalam upaya menjaga kepentingan strategis Indonesia di masa mendatang.

Dyt

Baca Lainnya

Tragedi Bekasi Timur: BUMN Harus Utamakan Keselamatan & Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Tragedi Bekasi Timur: Bumn Harus Utamakan Keselamatan &Amp; Pelayanan, Bukan Sekadar Keuntungan

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis dengan Singapore Probono dan NYC Bar, Kembangkan Budaya Probono di Indonesia

8 Juli 2026 - 07:52 WIB

Peradi Profesional Jalin Kerjasama Strategis Dengan Singapore Probono Dan Nyc Bar, Kembangkan Budaya Probono Di Indonesia

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu

8 Juli 2026 - 07:36 WIB

Aliansi Pemuda Sulbar Guncang Polda: Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu
Trending di Nasional