Menu

Mode Gelap
Selisih Harga Capai 100 Persen, Pengamat Sebut Pengadaan Printer BGN Langgar Aturan Sudah 15 Tahun Jadi Warga, Dede Yusuf Saksikan Langkah Kemajuan Kabupaten Bandung Perkuat Sistem Presidensial, Golkar: Ambang Batas Parlemen Jangan Terlalu Tinggi atau Rendah PT Modern Beritikad Baik Dikorbankan, Matahukum Sebut Buruknya Administrasi Aset Daerah Banten Dave Laksono: Indonesia Harus Perkuat Kedaulatan di Tengah Geopolitik Global LPI Dukung Pemerintah Segera Eksekusi Pajak Kapal Asing di Selat Malaka

Nasional

Prihatin Kasus Aurelia, Camel Petir Ajak Perempuan Speak Up


					Foto/Camel Petir Perbesar

Foto/Camel Petir

Teropongistana.com Jakarta – Penyanyi dan publik figur Camel Petir menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa sahabatnya, Aurelia Moreman. Bagi Camel, peristiwa ini bukan sekadar berita, tetapi cermin nyata bahwa banyak perempuan masih menyimpan luka dalam diam.

Menurut Camel, buku Broken Strings yang menginspirasi Aurelia membawa pesan kuat tentang pentingnya keberanian untuk berbicara.

“Diam tidak selalu berarti kuat. Kadang diam justru membuat luka semakin dalam. Berani bersuara adalah langkah pertama untuk menyelamatkan diri,” ujar Camel, Jum’at (16/1/2026).

Ia menegaskan bahwa kasus seperti ini tidak boleh lagi dianggap tabu. Banyak korban memilih bungkam karena takut dihakimi, takut tidak dipercaya, atau merasa sendirian. Padahal, dukungan lingkungan adalah kunci pemulihan.

“Pelajaran terbesar dari Broken Strings adalah: rasa sakit tidak perlu ditanggung sendirian. Kita berhak mencari keadilan, berhak didengar, dan berhak pulih,” tambahnya.

Camel berharap masyarakat mulai mengubah cara pandang terhadap korban. Bukan menghakimi, melainkan merangkul. Bukan menyalahkan, melainkan mendengarkan.

“Kasus ini membuka mata kita semua bahwa kekerasan emosional maupun fisik bisa terjadi di sekitar kita. Jangan lagi bertanya ‘kenapa baru bicara sekarang’, tapi tanyalah ‘apa yang bisa kita bantu hari ini’.” tegasnya

Melalui rilis ini, Camel Petir mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk tidak takut speak up, mencari pertolongan, dan saling menguatkan.

“Seperti senar yang putus dalam Broken Strings, hidup memang bisa retak. Tapi dengan keberanian dan dukungan, kita bisa merangkainya kembali menjadi melodi yang lebih kuat,” tutup Camel. (Rohim)

Baca Lainnya

Selisih Harga Capai 100 Persen, Pengamat Sebut Pengadaan Printer BGN Langgar Aturan

23 April 2026 - 07:12 WIB

Selisih Harga Capai 100 Persen, Pengamat Sebut Pengadaan Printer Bgn Langgar Aturan

Sudah 15 Tahun Jadi Warga, Dede Yusuf Saksikan Langkah Kemajuan Kabupaten Bandung

23 April 2026 - 06:55 WIB

Sudah 15 Tahun Jadi Warga, Dede Yusuf Saksikan Langkah Kemajuan Kabupaten Bandung

Perkuat Sistem Presidensial, Golkar: Ambang Batas Parlemen Jangan Terlalu Tinggi atau Rendah

23 April 2026 - 06:13 WIB

Perkuat Sistem Presidensial, Golkar: Ambang Batas Parlemen Jangan Terlalu Tinggi Atau Rendah
Trending di Nasional