Menu

Mode Gelap
Selesaikan Masalah Dana, Kadin Banten Siap Talangi dan Tempuh Hukum Jika Perlu Di Tengah Reruntuhan Atap, Babinsa Hadir Bawa Ketenangan bagi Warga Sukaratu Marwah Organisasi Dipertaruhkan, Kadin Banten Berdarah-darah Urusan Uang dan Kekuasaan Hati Warga Tangerang Terharu: Apresiasi Tinggi Kapolres yang Langsung Tindaklanjuti Keresahan Kasus Tambang Kalteng: Pemilik PT CBU MJE Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, Terkait Ekspor Batu Bara Ilegal Rapuhnya Komdigi di Tangan Meutya Hafid, MataHukum: Saatnya Dicopot

Nasional

Luka Belum Pulih, Pemkab Malang Tegas Tolak Derby Jatim di Kanjuruhan


					Keterangan foto : Stadion Kanjuruhan tidak akan direkomendasikan sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan bergengsi Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang direncanakan pada 28 April 2026 mendatang. Perbesar

Keterangan foto : Stadion Kanjuruhan tidak akan direkomendasikan sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan bergengsi Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang direncanakan pada 28 April 2026 mendatang.

Teropongistana.com Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengambil sikap tegas dan tegar. Stadion Kanjuruhan tidak akan direkomendasikan sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan bergengsi Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang direncanakan pada 28 April 2026 mendatang.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono, dalam kegiatan Sharing Session bertajuk ‘Malang Raya Roundtable: Mencari Konsensus Publik Jelang Derby Jatim’ yang digelar di Kota Malang, Rabu (15/4/2026).

“Pemkab Malang dengan tegas tidak merekomendasikan laga Derby Jatim digelar di Stadion Kanjuruhan. Alasannya sederhana namun sangat mendalam: di sana masih tersimpan luka yang sangat dalam, luka yang belum sembuh, dan belum bisa kita lupakan begitu saja,” ujar Rahmat dengan nada penuh penghormatan.

Ia menegaskan, sikap ini akan dibawa langsung oleh Bupati Malang, Sanusi, dalam rapat koordinasi keamanan bersama pihak kepolisian. Hingga saat ini, izin penyelenggaraan pertandingan tersebut juga dipastikan belum keluar.

“Nanti Bupati akan menyampaikan sikap ini dalam rapat di Polres. Posisi kami jelas, tidak merekomendasikan. Izin pun sampai hari ini belum terbit,” tegasnya.

Dua Pilar Menolak, Pertandingan Hampir Pasti Batal.

Sikap Pemkab Malang ini dinilai sangat krusial. Menurut Ketua PSSI Kabupaten Malang, Muhammad Ukasyah Ali Murtadho, penolakan dari pemerintah daerah sudah cukup menjadi alasan kuat untuk membatalkan pertandingan. Apalagi, ditambah dengan informasi bahwa pihak keamanan juga belum siap.

“Kalau Pemkab sudah menyatakan tidak merekomendasikan, itu sudah satu unsur kuat untuk pembatalan. Dan kami dapat informasi juga bahwa Kapolres Malang menyatakan tidak siap mengamankan. Ini sudah dua aspek yang menolak. Satu saja sudah cukup, apalagi dua. Tinggal menunggu kepastian hukumnya,” jelas Ali.

Baca Lainnya

Rapuhnya Komdigi di Tangan Meutya Hafid, MataHukum: Saatnya Dicopot

14 Mei 2026 - 12:21 WIB

Rapuhnya Komdigi Di Tangan Meutya Hafid, Matahukum: Saatnya Dicopot

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Dinilai Gila, Todung Mulya Lubis: Semangat Hukum Kalahkan Keadilan

14 Mei 2026 - 12:10 WIB

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Dinilai Gila, Todung Mulya Lubis: Semangat Hukum Kalahkan Keadilan

Ketua Komisi III DPR Dukung Polri Berantas Jaringan Judi Online Internasional di Jakarta Barat

13 Mei 2026 - 23:02 WIB

Ketua Komisi Iii Dpr Dukung Polri Berantas Jaringan Judi Online Internasional Di Jakarta Barat
Trending di Nasional