Menu

Mode Gelap
Selesaikan Masalah Dana, Kadin Banten Siap Talangi dan Tempuh Hukum Jika Perlu Di Tengah Reruntuhan Atap, Babinsa Hadir Bawa Ketenangan bagi Warga Sukaratu Marwah Organisasi Dipertaruhkan, Kadin Banten Berdarah-darah Urusan Uang dan Kekuasaan Hati Warga Tangerang Terharu: Apresiasi Tinggi Kapolres yang Langsung Tindaklanjuti Keresahan Kasus Tambang Kalteng: Pemilik PT CBU MJE Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, Terkait Ekspor Batu Bara Ilegal Rapuhnya Komdigi di Tangan Meutya Hafid, MataHukum: Saatnya Dicopot

Nasional

Relawan Jokowi Murka: Jangan Klaim Kehendak Tuhan dan Rakyat Sebagai Jasa Pribadi


					Keterangan foto : Mantan wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Minggu (19/4/2026) Perbesar

Keterangan foto : Mantan wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Minggu (19/4/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mengaku berperan besar hingga Joko Widodo berhasil menjadi Presiden, menuai reaksi keras dari kalangan relawan. Pernyataan tersebut dinilai tidak etis, arogan, dan tidak menghargai proses demokrasi serta ketetapan Tuhan.

Ketua Umum Kornas Jokowi, Havid Permana, menegaskan bahwa kemenangan dan kepemimpinan Jokowi bukanlah hasil jasa satu orang semata, melainkan perpaduan antara kedaulatan rakyat dan kehendak Yang Maha Kuasa.

“Menjadi Presiden adalah kehendak Allah SWT dan mandat langsung dari rakyat Indonesia melalui proses demokrasi. Tidak ada satu individu pun yang boleh merasa paling berkuasa atau paling berjasa atas takdir-Nya,” ujar Havid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/04/2026).

Jangan Mengungkit, Fokus pada Persatuan

Havid juga menyayangkan momentum pernyataan tersebut. Di tengah situasi ekonomi dan politik global yang sedang tidak menentu, ucapan yang bersifat mengungkit jasa pribadi justru berpotensi memperkeruh suasana dan memecah belah.

Ia mengingatkan para tokoh bangsa, termasuk JK, untuk lebih bijak menyikapi situasi saat ini.

“Kita saat ini sedang berada dalam masa keprihatinan global. Yang kita butuhkan adalah persatuan untuk selamat dari krisis, bukan pernyataan yang memicu polemik tidak produktif,” tegasnya.

Pesan Moral: Energi Dihabiskan untuk Kebajikan

Lebih jauh, Havid mengajak semua pihak, terutama tokoh senior, untuk kembali pada nilai-nilai kerendahan hati. Ia berharap sisa pengabdian diisi dengan hal-hal positif yang bermanfaat bagi rakyat, bukan justru memunculkan kontroversi.

“Toh, pada akhirnya kita semua akan kembali kepada Sang Pencipta. Alangkah baiknya jika energi yang ada digunakan untuk memperbanyak amal saleh dan menjaga lisan agar tetap membawa kedamaian bagi rakyat Indonesia,” tutupnya.

Baca Lainnya

Rapuhnya Komdigi di Tangan Meutya Hafid, MataHukum: Saatnya Dicopot

14 Mei 2026 - 12:21 WIB

Rapuhnya Komdigi Di Tangan Meutya Hafid, Matahukum: Saatnya Dicopot

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Dinilai Gila, Todung Mulya Lubis: Semangat Hukum Kalahkan Keadilan

14 Mei 2026 - 12:10 WIB

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Dinilai Gila, Todung Mulya Lubis: Semangat Hukum Kalahkan Keadilan

Ketua Komisi III DPR Dukung Polri Berantas Jaringan Judi Online Internasional di Jakarta Barat

13 Mei 2026 - 23:02 WIB

Ketua Komisi Iii Dpr Dukung Polri Berantas Jaringan Judi Online Internasional Di Jakarta Barat
Trending di Nasional