Teropongistana.com Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar akhirnya angkat bicara terkait tragedi pilu yang menimpa kader seniornya, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara yang menjadi korban pembunuhan.
Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyampaikan duka cita yang mendalam. Namun di tengah kesedihan itu, ia mengimbau seluruh keluarga dan kader partai untuk tetap berpikir jernih dan menempuh jalan yang benar.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Namun saya berpesan, mari serahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada aparat yang berwenang. Alhamdulillah, kabar baiknya pelaku sudah berhasil ditangkap dengan cepat oleh polisi,” ujar Doli, Senin (20/04/2026).
Apresiasi ke Polisi, Harap Kasus Bukan Politik
Doli memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja kepolisian yang bekerja sigap mengungkap kasus ini dalam waktu singkat. Ia pun berharap motif di balik kejadian ini murni urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan dinamika politik maupun kepentingan partai.
“Saya sangat berharap peristiwa ini tidak bersinggungan dengan urusan politik, apalagi melibatkan nama Partai Golkar. Jika ini murni masalah personal atau pribadi, maka penyelesaiannya pun harus lewat jalur hukum yang adil,” tegasnya.
Lebih jauh, Doli menegaskan dengan sangat keras agar tidak ada aksi balas dendam atau kekerasan yang dilakukan oleh pihak keluarga maupun simpatisan.
“Jangan merespons kekerasan dengan kekerasan lagi. Itu tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan memunculkan masalah baru. Kami imbau untuk tenang dan biarkan hukum yang bekerja,” tambahnya.
Imbauan Tegas ke Kader: Jaga Situasi, Dialog Adalah Kunci
Doli juga mengirimkan pesan khusus kepada seluruh jajaran kader Golkar di Maluku Tenggara agar dapat mengendalikan emosi dan tidak mudah terpancing.
“Kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar di daerah, saya minta untuk tetap menjaga ketenangan, mendinginkan situasi, dan ikut mengawal proses hukum ini berjalan lancar dan objektif,” pungkasnya.
Ia pun menyayangkan terjadinya kekerasan di tengah kemajuan bangsa. Menurutnya, di era modern ini, seharusnya segala perbedaan dan masalah bisa diselesaikan melalui dialog dan musyawarah dengan kepala dingin.
Latar Belakang Peristiwa
Perlu diketahui, penikaman terhadap Nus Kei terjadi pada Minggu (19/04) sekitar pukul 11.25 WIT di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, saat korban baru tiba dari Jakarta. Meski sempat dievakuasi ke rumah sakit, nyawanya tidak dapat tertolong.
Polres Maluku Tenggara bekerja sangat cepat, menangkap dua tersangka berinisial HR (28) dan FU (36) hanya dalam waktu dua jam setelah kejadian. Saat ini kedua pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk menggali motif di balik aksi kejam tersebut.









