Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Desak Negara Perkuat Perlindungan Perempuan pada Momentum IWD 2026 Kejati Jateng Diminta Panggil Perhutani KPH Purwodadi Terkait Pengelolaan Hutan Dugaan Kapolda Sulbar “Main Mata” dengan Astra Agro, BADKO HMI Ancam Aksi Besar-Besaran Dari Humas Pimpin BNP Jabar, Brigjen Sulistyo Pudjo Bawa Harapan Lawan Narkoba Excavator Diduga Rusak Rumah Warga Disita, Polisi Lanjutkan Kasus Astra Agro Soroti Tambang Bermasalah di Maluku Utara, HANTAM-MALUT Minta Audiensi dengan Komisi XII DPR

Megapolitan

HANCUR…!Wacana Prabowo-Ganjar, Rusak Koalisi Gerindra-PKB


					HANCUR…!Wacana Prabowo-Ganjar, Rusak Koalisi Gerindra-PKB Perbesar

Teropongistana.com Jakarta – Koalisi Indonesia Raya (KIR) yang dibentuk oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpotensi akan bercerai dengan Partai Gerindra jika wacana Prabowo-Ganjar terealisasi di Pilpres 2024. Duet ini berpotensi merusak harapan Cak Imin untuk menjadi capres atau cawapres dari KIR.

Analis dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago menilai bahwa wacana duet Prabowo-Ganjar akan mendorong PKB mencari komposisi koalisi baru yang memberikan keuntungan untuk Cak Imin. Target Cak Imin di 2024 ini sudah jelas, ini terlihat dari pernyataan dan balihonyanya yang sudah terang-terangan maju sebagai capres atau cawapres. Jika Prabowo memilih Ganjar sebagai cawapres di Pilpres 2024, sama saja menjauhkan harapan yang sudah diperjuangkan Cak Imin sejak lama.

“Prabowo-Cak Imin ini secara tersirat sudah melakukan pertunangan politik. Sekarang, posisi Cak Imin sedang menunggu, apakah Prabowo akan sah menjadikannya sebagai cawapres atau ada figur lain yang akan digandengnya ke KPU. Nah, Cak Imin harus siap-siap juga nih, jika posisinya selama ini hanya sekadar menjaga Prabowo untuk diduetkan dengan Ganjar, “ujar Arifki.

Cak Imin harus membuka komunikasi dengan koalisi lain jika wacana Prabowo-Ganjar semakin menguat, karena dengan target yang ingin dicapainya di Pilpres 2024 Cak Imin harus punya alterantif-alternatif terhadap figur lain yang berpotensi berpasangan dengannya selain Prabowo. Langkah politik ini bagi Cak Imin akan memberikannya pilihan untuk melihat komposisi politik baru, jika Prabowo terlalu lama memberikannya kepastian sebagai cawapres.

Cak Imin harus belajar dengan peristiwa di Pilpres 2019. Pada saat itu Cak Imin punya kemungkinan besar berduet dengan Jokowi. Namun, dinamika yang terjadi di elite lintas partai dan jadwal pendaftaran ke KPU yang semakin dekat menyulitkan Cak Imin bernegosiasi atas posisinya. Lebih dari itu, tentu ada faktor lain yang menyebabkan Ma’ruf Amin yang terpilih sebagai cawapres Jokowi, bahkan Mahfud MD yang berpotensi kuat menjadi cawapres Jokowi juga harus gagal menjelang pendaftaran ke KPU. Artinya, koalisi yang terbentuk di menit-menit akhir akan melahirkan banyak kemungkinan. Oleh karena itu, mendorong agar duet Prabowo-Cak Imin deklarasi lebih cepat mungkin lebih realitis bagi Cak Imin dari pada menunggu terjadinya duet Prabowo dengan figur lain.

“Cak Imin harus memastikan posisinya di Koalisi Indonesia Raya (KIR) jika wacana duet Prabowo-Ganjar semakin kencang. Target Cak Imin tentu nama dan fotonya masuk di surat suara pilpres 2024, pilihan melirik koalisi lain yang mau tawarkan kursi cawapres, tentu realistis untuk diambilnya”, tutup Arifki. (Nanang)

Baca Lainnya

Mahasiswa Desak Negara Perkuat Perlindungan Perempuan pada Momentum IWD 2026

9 Maret 2026 - 05:33 WIB

Mahasiswa Desak Negara Perkuat Perlindungan Perempuan Pada Momentum Iwd 2026

Kejati Jateng Diminta Panggil Perhutani KPH Purwodadi Terkait Pengelolaan Hutan

8 Maret 2026 - 16:47 WIB

Hidupkan Umkm, Matahukum Minta Pengelolaan Mbg Dilakukan Oleh Kantin Sekolah

Dugaan Kapolda Sulbar “Main Mata” dengan Astra Agro, BADKO HMI Ancam Aksi Besar-Besaran

8 Maret 2026 - 13:44 WIB

Dugaan Kapolda Sulbar “Main Mata” Dengan Astra Agro, Badko Hmi Ancam Aksi Besar-Besaran
Trending di Hukum