Menu

Mode Gelap
Harga Satuan Rp2,2 Miliar per Unit, Kesesuaian Mobil Derek Dishub DKI Dipertanyakan Kasus Penyekapan Bandung Ditangkap, Wakil Ketua Komisi III DPR: Hukum Seberat-beratnya Diduga Dimobilisasi, BaraNusa Minta Usut Sumber Dana Aksi Pro MBG di Depok Jamin Kualitas, Tim Kodam III Siliwangi Periksa Program Pembangunan di Pandeglang ​ Klausula Baku Tidak Adil, Konsumen Gugat Skema Refund PT Jaya Real Property Cetak Talenta dan Dosen Berdaya Saing Global, ADI Jalin Kerja Sama Strategis

News

GAS TERUS…!Anies Datang ke Banten, MPP Tolak Politik Identitas


					GAS TERUS…!Anies Datang ke Banten, MPP Tolak Politik Identitas Perbesar

Teropongistana.com SERANG – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan safari politik ke Provinsi Banten. Namun, kunjungannya ini dibarengi oleh deklarasi anti politik identitas oleh Masyarakat Peduli Pemilu (MPP).

Politik identitas kerap menjadi isu yang banyak dibahas jelang Pemilu, hal ini dikarenakan politik identitas sangat rawan memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh sebab itu, diperlukan peran aktif generasi muda untuk bersama-sama menangkal Politik Identitas pada Pemilu 2024 guna mewujudkan pesta demokrasi yang damai.

Baca juga : TOLAK…!Massa Aksi Tak Terima Sumatera Barat Dikunjungi Anies Baswedan

 

Koordinator Masyarakat Peduli Pemilu, Danti mengatakan, politik identitas ini adalah masalah serius yang muncul setiap momen pesta demokrasi, yang harusnya menjadi ajang bagi masyarakat untuk memupuk persaudaraan, justru membuat masyarakat terpecah.
“Politik identitas itu amat sangat berpotensi memecah belah bangsa kita, terlalu mahal yang harus kita bayar, hanya karena masalah seperti ini,” tuturnya, Selasa (24/1/2023).

Oleh karenanya, MPP melakukan deklarasi menolak politik identitas dalam rangka antisipasi polarisasi masyarakat menjelang Pilpres 2024. Aksi ini dilakukan di dua tempat, yakni Bawaslu Kota Serang dan KPU Provinsi Banten,

Danti menuturkan, Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang plural, tentu kita harus rawat kita harus jaga, agar pakem berbangsa dan bernegara berjalan baik.

Ia juga mengatakan, menolak segala bentuk kampanye yang dilakukan di rumah-rumah ibadah dan lembaga-lembaga pendidikan, karena hal tersebut ditakutkan dapat merusak keberagaman dan kondisi pendidikan yang saat ini sudah baik.

Pihaknya menilai bahwa kepentingan politik identitas cukup mengkhawatirkan serta menimbulkan keretakan terhadap akar persatuan dan keutuhan bangsa. Untuk itu, pihaknya juga mengajak kepada segenap elemen bangsa untuk menyuarakan tolak politik identitas sebagai alat untuk meraih suara elektoral pada Pemilu 2024 mendatang. [Dede]

Baca Lainnya

KOHATI Bogor Luncurkan Program TOKO HATI untuk Kemandirian Ekonomi Kader

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Kohati Bogor Luncurkan Program Toko Hati Untuk Kemandirian Ekonomi Kader

Anggaran Aki Truk Sampah Rp3,9 Miliar, GSBK Soroti Kualitas Barang

8 Juni 2026 - 19:56 WIB

Anggaran Aki Truk Sampah Rp3,9 Miliar, Gsbk Soroti Kualitas Barang

Setahun Berdiri Belum Terbuka, FPHI Sebut Danantara Jadi Kotak Hitam​

8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Setahun Berdiri Belum Terbuka, Fphi Sebut Danantara Jadi Kotak Hitam​
Trending di News