Menu

Mode Gelap
Audiensi Mandek, KOMPAS-R Ultimatum Kementerian PU Soal Proyek Rp9,6 Miliar Wabup Lebak Akui Belum Awasi SPPG Cikulur, MBG Dinilai Menyimpang dari Perpres PPBN RI Hadiri Peringatan HUT ke-69 LVRI Transisi Penyelenggaraan Haji Dinilai Terburu-buru, SAPUHI Soroti Kesiapan Sistem dan Regulasi Kejagung Geledah Kemenhut Terkait Dugaan Korupsi IUP Nikel Konawe Utara Pergunu Nilai KH Asep Saifuddin Chalim Figur Tepat Jaga Keulamaan NU

News

Revitriyoso Husodo Dorong Pengarusutamaan Kearifan Lokal Sebagai Strategi Kebudayaan Nasional


					Keterangan Foto : Revitriyoso Husodo, Dewan Pengawas Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER). Perbesar

Keterangan Foto : Revitriyoso Husodo, Dewan Pengawas Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER).

Teropongistana.com Jakarta – Menghadapi tantangan global yang kian kompleks di abad ke-21, Revitriyoso Husodo, Dewan Pengawas Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER), menyerukan pentingnya strategi kebudayaan berbasis kearifan lokal sebagai langkah memperkuat rasa kebangsaan dan ketahanan budaya Indonesia.

Dalam rilisnya yang berjudul “Strategi Kebudayaan: Pengarusutamaan Kearifan Lokal sebagai Gerakan Penguatan Rasa Kebangsaan”, Revitriyoso menyoroti kondisi global yang memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Perubahan teknologi yang cepat, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI), dinilai berdampak pada struktur sosial dan budaya global, termasuk di Indonesia.

“Negara-negara miskin dan berkembang berisiko kehilangan identitas budayanya akibat dominasi nilai dan budaya negara maju yang dikendalikan sistem kapitalisme tahap akhir,” ujar Revitriyoso.

Mengacu pada teori Marxian dan pemikiran filsuf Belanda Cornelis Anthonie van Peursen, ia menjelaskan bahwa budaya berkembang secara berlapis dan bertahap, mulai dari nilai hingga bentuk fisik. Jika tidak diantisipasi, keberagaman lokal dikhawatirkan akan terserap dalam budaya global yang seragam.

Untuk itu, Revitriyoso mengusulkan lima langkah strategis penguatan kebudayaan nasional:

1. Menjadikan kebudayaan sebagai prioritas pembangunan nasional. 2. Menyusun roadmap pengembangan kebudayaan jangka panjang. 3. Melakukan riset dan pendataan terhadap warisan budaya dan kearifan lokal, baik yang tinggi secara estetik maupun keseharian. 4. Memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan dan mendiseminasikan budaya lokal. 5. Membangun sistem promosi dan perlindungan terhadap kekayaan budaya nasional.

Ia menegaskan bahwa strategi ini tidak hanya penting untuk menjaga identitas bangsa, tetapi juga untuk menciptakan ketahanan budaya dan ekonomi rakyat di tengah dominasi global.

“Indonesia harus berdiri di atas kekuatan budayanya sendiri agar bisa sejahtera dan memberi kontribusi pada dunia,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Ketua DPRD Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta ASN

5 Januari 2026 - 16:50 WIB

Ketua Dprd Kota Serang Dorong Penerapan Manajemen Talenta Asn

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

20 Desember 2025 - 11:51 WIB

Berani Mengangkat Perbedaan, Ragu Menyelesaikannya

Pamitan, Ditjen PHU Persembahkan Buku Memori Kolektif 75 Tahun Kemenag Kelola Haji

16 Desember 2025 - 21:51 WIB

Penyelenggaraan Haji 2025 Menjadi Tugas Terakhir Ditjen Penyelenggaraan Haji Dan Umrah (Phu) Kementerian Agama. Mulai Tahun Depan, Tanggung Jawab Mengurus Haji Diemban Oleh Kementerian Haji Dan Umrah.
Trending di News