Menu

Mode Gelap
KUHAP Baru Berlaku, Keadilan di Kepolisian Masih Sulit Diakses ​ Kajati Jabar: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan Ketahanan Pangan Tak Hanya Produksi, Tapi Butuh Transformasi Digital Kapolda Cup II Resmi Bergulir, Perkuat Soliditas Personel Polri di Papua Barat Daya Melalui Nobar Piala Dunia 2026, Polda Banten Bangun Kedekatan dengan Warga Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Sorong Kota Sambangi dan Santuni Purnawirawan

News

Revitriyo Husodo, Pentingnya Pelestarian Budaya Dan Kearifan Lokal


					Ketua Umum Gerak 08 Revitriyoso Husodo Dorong Pemuda Jadi Agen Inovasi dan Transformasi Sosial Perbesar

Ketua Umum Gerak 08 Revitriyoso Husodo Dorong Pemuda Jadi Agen Inovasi dan Transformasi Sosial

Teropongistana.com, Jakarta — Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gerak 08), Revitriyoso Husodo, menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai agen inovasi dan transformasi sosial di tengah dinamika era digital. Menurutnya, semangat pembaruan yang dimiliki generasi muda adalah modal utama untuk membangun kemandirian dan kemajuan bangsa, dimulai dari desa.

“Pemuda hari ini bukan sekadar penonton perubahan, tapi pelaku utama. Mereka punya akses luas terhadap informasi dan teknologi, tinggal bagaimana mengolahnya menjadi solusi bagi masyarakat,” ujar Revitriyoso di Jakarat (31/10).

Ia mencontohkan berbagai inovasi yang telah muncul di tingkat lokal, seperti penerapan teknologi pertanian presisi yang membantu petani mengelola lahan secara efisien serta penggunaan platform digital untuk memasarkan produk-produk desa. Menurutnya, langkah-langkah ini bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menguatkan kemandirian ekonomi desa.

Revitriyoso menekankan, kemandirian ekonomi desa menjadi kunci utama terciptanya desa mandiri dan sejahtera. Ia mendorong pemuda agar berani menjadi wirausahawan muda berbasis potensi lokal seperti pengolahan hasil pertanian, kerajinan tangan, pariwisata desa, hingga kuliner khas daerah. “Kewirausahaan pemuda tidak hanya soal keuntungan pribadi, tapi juga soal tanggung jawab sosial — menciptakan lapangan kerja dan menurunkan pengangguran di desa,” tambahnya.

Selain ekonomi, Revitriyoso juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya dan kearifan lokal sebagai pondasi pembangunan berkelanjutan. Ia mengajak pemuda untuk aktif menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui kegiatan sosial, seni, dan budaya. “Festival budaya, pelatihan seni tradisional, hingga gerakan pelestarian lingkungan adalah bentuk nyata bagaimana pemuda bisa menjaga identitas desa sambil tetap maju,” katanya.

Lebih jauh, Revitriyoso menilai pemuda harus terlibat aktif dalam pengambilan keputusan di tingkat desa, mulai dari forum musyawarah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga program pembangunan lainnya. Partisipasi itu, katanya, bukan simbolik, melainkan kontribusi nyata untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Dalam pandangannya, membangun desa mandiri tidak bisa dilakukan secara individual.

Revitriyoso menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemuda, pemerintah, lembaga masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha. “Jejaring yang kuat membuka akses pada sumber daya, pelatihan, pendanaan, hingga transfer pengetahuan antar desa,” tuturnya.

Ia menutup dengan pesan tegas bahwa desa yang mandiri dan sejahtera bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan bila pemuda berani mengambil peran. “Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi membangun manusia dan peradaban. Pemuda adalah aktor utamanya. Saatnya mereka bangkit, berdaya, dan bersinar dari desa untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkas Revitriyoso.

Dyt

Baca Lainnya

KOHATI Bogor Luncurkan Program TOKO HATI untuk Kemandirian Ekonomi Kader

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Kohati Bogor Luncurkan Program Toko Hati Untuk Kemandirian Ekonomi Kader

Anggaran Aki Truk Sampah Rp3,9 Miliar, GSBK Soroti Kualitas Barang

8 Juni 2026 - 19:56 WIB

Anggaran Aki Truk Sampah Rp3,9 Miliar, Gsbk Soroti Kualitas Barang

Setahun Berdiri Belum Terbuka, FPHI Sebut Danantara Jadi Kotak Hitam​

8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Setahun Berdiri Belum Terbuka, Fphi Sebut Danantara Jadi Kotak Hitam​
Trending di News