Menu

Mode Gelap
LPM RI dan BPDP Gelar Dialog Strategis, Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Desa Pengamat Sebut Kinerja Amburadul, Harus Ada Revolusi Total di Tubuh Kemenhan Persatuan adalah Harga Mati, Mukhsin Nasir: Jangan Biarkan Perpecahan Menghambat Bangsa Komitmen Jaksa Garda Desa, Kejari Jakpus Dukung Inovasi Pengawasan Desa Audiensi FPI dan Ulama, Pemkab Lebak Diminta Bertindak Lebih Konkret Independensi di Ujung Tanduk, Fenomena Rangkap Jabatan ASN sebagai Wartawan di Raja Ampat

Nasional

Persatuan adalah Harga Mati, Mukhsin Nasir: Jangan Biarkan Perpecahan Menghambat Bangsa


					Keterangan foto : Presiden Jokowi dan Ijazah, Senin (20/4/2026) Perbesar

Keterangan foto : Presiden Jokowi dan Ijazah, Senin (20/4/2026)

Teropongistana.com Jakarta – Di tengah riuh rendah perdebatan yang kadang menerpa bangsa ini, Sekretaris Jenderal Matahukum, Mukhsin Nasir, hadir membawa ketenangan. Dengan suara yang lembut namun sarat makna, pria yang akrab disapa Daeng ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menggunakan akal sehat dan hati yang bersih.

“Saudara-saudaraku, cobalah renungkan sejenak. Apa gunanya bagi hukum dan negara jika kita terus menerus memutar kembali hal yang sudah selesai dan tuntas?” ujar Mukhsin Nasir dengan nada mendalam, Senin (20/04/2026).

Jangan Gali Lubang Lama, Tutup Buku Sejarah dengan Bijak

Mukhsin menyoroti isu yang belakangan kembali diangkat mengenai mantan Presiden Joko Widodo. Baginya, hal tersebut adalah urusan yang sudah rampung dan tertutup rapat oleh hukum.

“Beliau sudah menyelesaikan amanah sebagai pemimpin bangsa. Selama memimpin, segala hal termasuk legalitas dan tanggung jawab sudah dipikul oleh negara dan hukum Indonesia. Itu sudah menjadi sejarah yang selesai,” tutur Daeng bijak.

Ia mengibaratkan, menggali hal yang sudah lewat itu ibarat mengaduk air yang sudah bening. Jika terus diaduk, air itu hanya akan menjadi keruh.

“Yang paling menyedihkan, itu hanya akan menggoreskan luka yang sudah kering, serta memecah belah tali persaudaraan yang sudah kita jaga bertahun-tahun,” tambahnya.

Alihkan Pandangan ke Depan, Dukung Pemerintahan Sekarang

Daeng mengajak masyarakat untuk berpikir dewasa. Masih begitu banyak hal mulia yang harus diperjuangkan bersama, sayang jika energi habis hanya untuk memunguti pecahan masa lalu.

“Alihkanlah pandanganmu ke depan. Arahkan perhatian untuk mengawal pemimpin yang sekarang memegang tampuk kekuasaan. Lihatlah dengan mata terbuka, bagaimana mereka bekerja dan berusaha menepati janji,” serunya.

Lihatlah hasilnya kini. Rakyat bisa tidur nyenyak, hidup aman, tentram, dan damai tanpa rasa gelisah. Itu bukti nyata bahwa pemimpin bangsa ini berkelas, memiliki jiwa negarawan yang besar, bukan sosok yang kaleng-kaleng yang hanya bisa membuat gaduh.

Persatuan adalah Harga Mati

Pesan utama yang ingin disampaikan Mukhsin Nasir adalah cinta untuk persatuan. Kita ini satu darah, satu tanah air, satu nafas.

“Perbedaan pendapat itu biasa, tapi jangan sampai jadi benih kebencian. Membahas hal lewat hanya menghambat laju pembangunan. Negeri ini butuh kita bersatu, bahu-membahu, saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.

“Mari jaga kerukunan seperti mata kepala sendiri. Kawal kebaikan, dukung apa yang sedang dibangun demi anak cucu nanti. Karena persatuan adalah harga mati, dan kedamaian adalah anugerah terindah. Mari melangkah ke depan dengan kepala tegak dan hati ikhlas,” pungkas Mukhsin Nasir.

Baca Lainnya

LPM RI dan BPDP Gelar Dialog Strategis, Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Desa

21 April 2026 - 00:35 WIB

Lpm Ri Dan Bpdp Gelar Dialog Strategis, Dorong Hilirisasi Dan Ekonomi Desa

Pengamat Sebut Kinerja Amburadul, Harus Ada Revolusi Total di Tubuh Kemenhan

21 April 2026 - 00:33 WIB

Pengamat Sebut Kinerja Amburadul, Harus Ada Revolusi Total Di Tubuh Kemenhan

Komitmen Jaksa Garda Desa, Kejari Jakpus Dukung Inovasi Pengawasan Desa

20 April 2026 - 22:46 WIB

Komitmen Jaksa Garda Desa, Kejari Jakpus Dukung Inovasi Pengawasan Desa
Trending di Hukum