Menu

Mode Gelap
Waketua SPN Nikomas Didugaaniaya Karyawan yang Ingin Mundur Bonnie: Aturan LPDP Sudah Baik, Masalah Ada di Individu BEM Untirta Ajukan 12 Tuntutan: Soroti Disparitas Pembangunan dan Dugaan Represif Aparat UTA’45 Jakarta Soroti Perlindungan Nelayan Kecil dalam Tata Kelola Ruang Laut Praperadilan di PN Jakarta Selatan Memanas, Ahli Sebut Penetapan Tersangka Cacat Formil dan Prematur PGN Area Jakarta Perkuat Sinergi Strategis di Bulan Ramadan, Gelar Buka Puasa dan Santuni Anak Yatim

Olahraga

Inter Tersingkir, Sacchi Sebut Alarm Bahaya untuk Serie A


					Inter Milan Perbesar

Inter Milan

Teropongistana.com Jakarta – Tersingkirnya Inter Milan dari Liga Champions oleh klub Norwegia, Bodo/Glimt, langsung mengguncang jagat sepak bola Eropa. Kekalahan tersebut tidak hanya dipandang sebagai kegagalan pertandingan semata, tetapi juga pukulan terhadap reputasi sepak bola Italia yang dinilai sedang mengalami penurunan kualitas.

Legenda kepelatihan Italia, Arrigo Sacchi, menilai hasil ini sebagai tanda bahaya bagi Serie A. Menurutnya, sulit diterima ketika klub dengan kekuatan finansial besar dan materi pemain papan atas bisa dikalahkan tim dengan kemampuan belanja jauh lebih kecil.

Inter harus mengakhiri langkahnya setelah tumbang 1-2 di San Siro, membuat agregat menjadi 2-5. Kekalahan di hadapan publik sendiri itu terasa semakin menyakitkan karena Nerazzurri sebelumnya lebih difavoritkan untuk lolos.

Dalam tulisannya di media Italia, Sacchi mengaku memperkirakan Inter akan melaju. Ia melihat tiga faktor yang seharusnya menjadi keunggulan: kualitas teknik pemain, performa yang cukup stabil di bawah pelatih Cristian Chivu, serta dukungan penuh suporter tuan rumah. Namun kenyataannya berbeda.

Ia menilai seluruh logika tersebut runtuh di lapangan. Jika dibandingkan dari nilai skuad, pemasukan klub, hingga kapasitas finansial, hasil pertandingan tersebut terbilang mengejutkan.

Sacchi kemudian menyoroti persoalan yang lebih besar. Menurutnya, dominasi di kompetisi domestik tidak lagi menjamin kekuatan di Eropa. Inter memang memimpin Serie A dengan selisih poin yang nyaman, tetapi terlihat rapuh ketika menghadapi kompetisi internasional.

Ia juga mengkritik performa Inter sejak fase grup. Setelah sempat meraih empat kemenangan beruntun, performa mereka menurun di akhir fase sehingga harus melewati jalur play-off yang lebih berisiko.

Kini, harapan Italia tersisa pada Juventus dan Atalanta. Juventus dituntut membalikkan keadaan usai kalah telak 2-5 dari Galatasaray, sedangkan Atalanta harus mengejar defisit dua gol dari Borussia Dortmund. Jika keduanya gagal, maka wakil Italia dipastikan tanpa prestasi berarti di Liga Champions musim ini.

Baca Lainnya

Momentum Lini Depan MU Jadi Alasan Diallo Dicadangkan

26 Februari 2026 - 02:15 WIB

Momentum Lini Depan Mu Jadi Alasan Diallo Dicadangkan

Newcastle Lolos 16 Besar Liga Champions, Siap Tantang Barcelona

26 Februari 2026 - 00:53 WIB

Newcastle Lolos 16 Besar Liga Champions, Siap Tantang Barcelona

Madrid Masih Andalkan Courtois di Bawah Mistar

26 Februari 2026 - 00:45 WIB

Madrid Masih Andalkan Courtois Di Bawah Mistar
Trending di Olahraga