Menu

Mode Gelap
Reorientasi Strategi Ekonomi di Selat Malaka Tagih Pajak Door to Door: Jangan Sampai Jadi Pemicu Konflik Baru CBA Desak Audit dan Pemeriksaan, Abdi Rakyat Tegaskan Tarif di Kemenaker Tak Sesuai Tujuan Pelayanan Publik Kapal Pertamina Diawaki Penuh WNA, Matahukum: Minta Komisi VI DPR Panggil Pimpinan dan Kejagung Usut Kesalahan Usai Dua Kekalahan, Arsenal Kembali ke Jalur Juara dengan Kemenangan Tipis atas Newcastle Terdampak Proyek Strategis, KITA Banten Minta Bupati Pandeglang Segera Pindahkan Sekolah dan DPRD Bersuara

Opini

Bedug Peradaban Dipukul, Kampus Qur’ani Dibangun Ditengah Ketimpangan


					Foto/Dok: Kementerian Agama Republik Indonesia Perbesar

Foto/Dok: Kementerian Agama Republik Indonesia

Teropongistana.com Jakarta – Suara bedug menggema di Tanjung Priok. Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka pembangunan Kampus Peradaban Qur’ani Internasional PTIQ Jakarta.

Bedug jadi simbol, kampus jadi impian, sementara warga sekitar masih berkutat dengan kesenjangan sosial yang tak kunjung usai.

Dilansir dari Kemenag.go.id, Menag menyebut kampus ini akan menjadi “Baitul Hikmah masa kini”, mercusuar ilmu pengetahuan layaknya kejayaan Islam abad pertengahan. Inspirasi dari Jabir bin Hayyan hingga Ar-Razi pun dijadikan pijakan. Namun, bagi sebagian warga Rorotan, Baitul Hikmah itu mungkin terasa seperti menara gading yang menjulang di atas jalanan becek dan dompet yang tipis.

Gubernur DKI pun berharap kehadiran kampus bisa mengangkat derajat masyarakat sekitar. Harapan yang mulia, meski terdengar seperti janji-janji pembangunan lain yang sering berakhir lebih cepat usang daripada cat tembok kampus itu sendiri.

Kampus Qur’ani ini digadang-gadang melahirkan ilmuwan besar. Tapi, satirnya, sebelum lahir ilmuwan, yang lebih dulu lahir biasanya adalah patung peresmian, plakat nama, dan foto-foto pejabat dengan senyum paling meyakinkan.

Sementara bedug peradaban terus dipukul, rakyat kecil hanya bisa menunggu: apakah ini betul langkah menuju pencerahan, atau sekadar gema proyek megah yang bunyinya nyaring, tapi isinya masih kosong? (Kei)

Baca Lainnya

Kata Kasar Kian Lumrah, Inggrit: Batas Ekspresi dan Penghinaan Jadi Kabur

7 April 2026 - 22:18 WIB

Kata Kasar Kian Lumrah, Inggrit: Batas Ekspresi Dan Penghinaan Jadi Kabur

Diplomasi Prabowo Dihajar Sebelum Hasil Terlihat, Ngabalin: Jangan Menilai dari Tribun Moral

7 April 2026 - 00:11 WIB

Diplomasi Prabowo Dihajar Sebelum Hasil Terlihat, Ngabalin: Jangan Menilai Dari Tribun Moral

Pernyataan Saiful Mujani Dinilai Irasional, Diduga Upaya Goyang Pemerintahan Prabowo

5 April 2026 - 22:08 WIB

Pernyataan Saiful Mujani Dinilai Irasional, Diduga Upaya Goyang Pemerintahan Prabowo
Trending di Headline