Menu

Mode Gelap
Pemuda Katolik Komda Bali Serukan Generasi Muda Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi Buntut Kematian Driver Ojol, Sahabat Presisi Desak Puan Maharani Mundur dari Jabatan Bentuk Peduli, Kejari Lebak dan Yayasan Uswah Hasanah Perwira Gelar Bakti Sosial Waspada..! Banyak Warga Asing Terlihat di Tengah Aksi Demo Depan Gedung DPR Senayan Ribuan Pengemudi Ojek Online Gelar Demo di Depan DPR RI, Ricuh hingga Masuk ke Gedung Dapur Sekolah Bisa Membentuk Karakter Anak Mandiri dan Budaya Antri

Politik

Kekuatan Jokowi Masih Besar di Kabinet, PSI Berubah Wajah: Pertanda Arah Politik Baru?


Foto Bendera PSI. Perbesar

Foto Bendera PSI.

Teropongistana.com Jakarta — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi mengganti logo partainya dari simbol bunga mawar menjadi gambar gajah berwarna merah dan hitam. Pergantian ini menuai sorotan sejumlah pengamat, salah satunya datang dari Aang Hunapi, pengamat politik sekaligus pegiat lingkungan.

Menurut Aang, logo baru PSI memiliki makna simbolik yang lebih dalam, bukan sekadar upaya penyegaran visual partai.

“Gambar gajah berwarna merah dan hitam itu bukan tanpa alasan. Jangan-jangan ini strategi PSI untuk menyasar pemilih PDIP, yang selama ini punya irisan kuat dengan Jokowi,” ujar Aang, Rabu (16/7).

Ia menambahkan, “Merah di kepala gajah dan hitam di tubuhnya menggambarkan kekuatan dan kesiapan bertarung. Gajah itu sendiri simbol kekuatan, daya ingat, dan keteguhan.”

Lebih lanjut, Aang menyoroti tulisan “Super Tbk” yang ikut muncul dalam logo baru tersebut. Ia menduga ini berkaitan erat dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang sejak beberapa waktu lalu dikabarkan akan membentuk partai baru bernama “Super Tbk”.

“Ini bukan wacana baru. Sudah sejak lama beredar kabar bahwa Jokowi akan membuat kendaraan politik sendiri. Bisa jadi PSI adalah partai yang disiapkan untuk itu, dan penggantian logo ini adalah bentuk sinyal kepada publik dan lawan-lawan politiknya,” tambah Aang.

Aang menyebut bahwa hingga saat ini, kekuatan politik Jokowi masih signifikan. Ia menyatakan bahwa sekitar 78% anggota kabinet saat ini merupakan loyalis Jokowi dan sewaktu-waktu dapat bergeser mendukung langkah politik baru Jokowi jika dibutuhkan.

“Ini bisa menjadi ancaman serius bagi Presiden Prabowo Subianto. Jokowi sedang mengingatkan bahwa dia belum habis dan bisa kembali ke gelanggang politik kapan saja,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik Adi melihat pergantian logo PSI dari sudut yang lebih praktis. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk rebranding partai.

“PSI memang perlu penyegaran untuk menarik pemilih, terutama anak muda dan kalangan milenial yang pernah menjadi basis Jokowi. Tapi simbol dan warna yang digunakan menunjukkan upaya mempertebal asosiasi PSI sebagai partainya Jokowi,” ungkap Adi.

Ia menambahkan, “Huruf ‘P’ dalam logo pun bisa ditafsirkan sebagai simbol pengaruh Presiden. Semua ini memperkuat kesan bahwa PSI ingin mengukuhkan diri sebagai rumah politik baru bagi pendukung Jokowi.”

Baca Lainnya

Direktur Eksekutif P3S Soroti Narasi DPR dan Tunjangan Rp50 Juta

28 Agustus 2025 - 19:38 WIB

Direktur Eksekutif P3S Soroti Narasi Dpr Dan Tunjangan Rp50 Juta

Pengamat : Bahlil Bergeser ke Istana, Prabowo Diyakini Tak Mudah Di Olah-olah

28 Agustus 2025 - 14:12 WIB

Pengamat : Bahlil Bergeser Ke Istana, Prabowo Diyakini Tak Mudah Olah-Olah

Akun Facebook Deddy Corbuzier Dibanjiri Komentar Usai Wawancara Mahfud MD Soal Wacana Pembubaran DPR

28 Agustus 2025 - 04:48 WIB

Akun Facebook Deddy Corbuzier Dibanjiri Komentar Usai Wawancara Mahfud Md Soal Wacana Pembubaran Dpr
Trending di Politik