Menu

Mode Gelap
Kejagung Geledah Kemenhut Terkait Dugaan Korupsi IUP Nikel Konawe Utara Pergunu Nilai KH Asep Saifuddin Chalim Figur Tepat Jaga Keulamaan NU Dana Haji Khusus Tertahan, Komisi VIII: Jangan Sampai Rugikan Jamaah Kasus Dugaan SARA Mandek, Fam Fuk Tjhong Desak Kapolres Lebak Bertindak PROJO Setujui Kompromi Pilkada: Gubernur Dipilih DPRD, Bupati dan Wali Kota Tetap Dipilih Langsung HAB ke-80, Menag Minta ASN Kemenag Warnai AI dengan Konten Mencerahkan

Politik

Isu Munaslub Golkar Menguat, Jabatan Bahlil Lahadalia di Ujung Tanduk?


					Foto Diduga Bahlil Saat Minum Alkohol . Perbesar

Foto Diduga Bahlil Saat Minum Alkohol .

Teropongistana.com Jakarta – Polemik internal Partai Golkar kembali mencuat. Setelah sebelumnya politisi senior Golkar Melchias Markus Mekeng membantah adanya wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk melengserkan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, kini suara dukungan terhadap isu tersebut mulai terdengar.

Mekeng sebelumnya menegaskan isu Munaslub hanya kabar tak jelas sumbernya.
“Kalau kita baca di media kan hanya isu-isu, tapi sumbernya dari mana tidak pernah jelas. Menurut hemat saya, itu berita hoaks,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (8/8).

Namun, Ridwan Hisjam, politisi senior Golkar asal Jawa Timur, menyatakan bahwa Munaslub bisa saja dilakukan jika memenuhi empat syarat sesuai AD/ART partai: ketua umum melanggar aturan partai, terlibat pidana, berhalangan tetap (meninggal dunia atau sakit permanen), atau mengundurkan diri.

Ridwan menambahkan, dorongan Munaslub bukan baru muncul belakangan ini. Menurutnya, sejumlah kader di daerah sudah lama menyuarakan hal tersebut karena menilai suara Golkar menurun di pemilu.

“Kader di bawah rutin menghitung suara Golkar di desa-desa. Mereka tahu suara kita turun, maka muncul ketidaksenangan dan dorongan Munaslub,” kata Ridwan, Kamis (7/8) malam.

Bagi Ridwan, isu Munaslub adalah hal biasa di Golkar. “Golkar itu disenggol mekar. Makin disenggol, akarnya makin kuat. Jadi ketum Golkar harus kuat senggol-senggolan,” tegasnya.

Sementara itu, sumber internal berinisial M menyebut saat ini terjadi krisis kepercayaan di tubuh Golkar. Faksi pendukung Bahlil disebut siap melawan, bahkan jika harus berhadapan dengan Istana, karena Bahlil dianggap memiliki hubungan kuat dengan Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, faksi yang ingin mengganti Bahlil dikabarkan sudah menggalang dukungan dari DPD tingkat I dan II. Bahkan, susunan alternatif DPP Golkar disebut telah disiapkan. Kritik terhadap Bahlil antara lain karena dianggap terlalu dekat dengan mantan Presiden Joko Widodo.

“Sekarang bukan eranya Jokowi, sekarang eranya Gemoy Prabowo Subianto,” ungkap sumber tersebut.

Baca Lainnya

Pakar Politik Sebut Pilkada Tak Langsung Perlemah Demokrasi

25 Desember 2025 - 19:03 WIB

Pakar Politik Sebut Pilkada Tak Langsung Perlemah Demokrasi

Camelia Petir Tekankan Kekompakan di Puncak HUT ke-1 dan Seminar Nasional

14 Desember 2025 - 12:55 WIB

Camelia Petir Tekankan Kekompakan Di Puncak Hut Ke-1 Dan Seminar Nasional

Pengamat Ungkap Sinyal Parpol Lain Agar Nyalakan Lampu Sen

10 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dugaan Musda Golkar Dpd Hanya Seremonial, Keputusan Ada Di Ujung Telunjuk Bahlil?
Trending di Politik