Menu

Mode Gelap
Menganyam Jaring Pengaman Industri: Sinergi LKS Bipartit, LKS Tripartite, dan Satgas Mitigasi PHK Komisi I DPR Pantau Penyanderaan Empat ABK WNI di Somalia, Opsi Operasi Pembebasan Disiapkan Perkuat Pasokan Energi, PGN SOR II Gelar GCM 2026 di Cibubur Jerry Massie Minta Relawan Jokowi Dibubarkan Demi Menjaga Keteduhan Politik Anggota MPR RI Ahmad Fauzi Tekankan Pentingnya Demokrasi Pancasila di Pandeglang Lebih dari Sekadar Asupan Gizi, MBG Gerakkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja

Politik

Isu Munaslub Golkar Menguat, Jabatan Bahlil Lahadalia di Ujung Tanduk?


					Foto Diduga Bahlil Saat Minum Alkohol . Perbesar

Foto Diduga Bahlil Saat Minum Alkohol .

Teropongistana.com Jakarta – Polemik internal Partai Golkar kembali mencuat. Setelah sebelumnya politisi senior Golkar Melchias Markus Mekeng membantah adanya wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk melengserkan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, kini suara dukungan terhadap isu tersebut mulai terdengar.

Mekeng sebelumnya menegaskan isu Munaslub hanya kabar tak jelas sumbernya.
“Kalau kita baca di media kan hanya isu-isu, tapi sumbernya dari mana tidak pernah jelas. Menurut hemat saya, itu berita hoaks,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (8/8).

Namun, Ridwan Hisjam, politisi senior Golkar asal Jawa Timur, menyatakan bahwa Munaslub bisa saja dilakukan jika memenuhi empat syarat sesuai AD/ART partai: ketua umum melanggar aturan partai, terlibat pidana, berhalangan tetap (meninggal dunia atau sakit permanen), atau mengundurkan diri.

Ridwan menambahkan, dorongan Munaslub bukan baru muncul belakangan ini. Menurutnya, sejumlah kader di daerah sudah lama menyuarakan hal tersebut karena menilai suara Golkar menurun di pemilu.

“Kader di bawah rutin menghitung suara Golkar di desa-desa. Mereka tahu suara kita turun, maka muncul ketidaksenangan dan dorongan Munaslub,” kata Ridwan, Kamis (7/8) malam.

Bagi Ridwan, isu Munaslub adalah hal biasa di Golkar. “Golkar itu disenggol mekar. Makin disenggol, akarnya makin kuat. Jadi ketum Golkar harus kuat senggol-senggolan,” tegasnya.

Sementara itu, sumber internal berinisial M menyebut saat ini terjadi krisis kepercayaan di tubuh Golkar. Faksi pendukung Bahlil disebut siap melawan, bahkan jika harus berhadapan dengan Istana, karena Bahlil dianggap memiliki hubungan kuat dengan Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, faksi yang ingin mengganti Bahlil dikabarkan sudah menggalang dukungan dari DPD tingkat I dan II. Bahkan, susunan alternatif DPP Golkar disebut telah disiapkan. Kritik terhadap Bahlil antara lain karena dianggap terlalu dekat dengan mantan Presiden Joko Widodo.

“Sekarang bukan eranya Jokowi, sekarang eranya Gemoy Prabowo Subianto,” ungkap sumber tersebut.

Baca Lainnya

PKB Banten Matangkan Struktur DPC, Fokus pada Keterwakilan Wilayah dan Kader Perempuan

18 Juni 2026 - 12:51 WIB

Pkb Banten Matangkan Struktur Dpc, Fokus Pada Keterwakilan Wilayah Dan Kader Perempuan

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai PKB Lebak

11 Juni 2026 - 15:16 WIB

Satu Komando Bersama Ahmad Fauzi, Acep Dimyati Kembali Nahkodai Pkb Lebak

Adde Rosi: Lebih dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin

10 Juni 2026 - 15:38 WIB

Adde Rosi: Lebih Dari Kuota, Perempuan Butuh Kesempatan Memimpin
Trending di Politik