Menu

Mode Gelap
Gawat, Dugaan Uang 1 Juta Dolar di Tangan ZA Bukti Pansus Haji Terkontaminasi PT KAI Gagal Total: Tragedi Bekasi Bukti Nyata Bobroknya Manajemen Sasar Peningkatan Ekonomi Kabupaten Lebak, Kemenkum Banten Sosialisasi Merek dan Perseroan Nasir Djamil: Bio Fit Tonggak Penting Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Adde Rosi di SMAN 1 Warunggunung: Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Harapan Pendidikan Kejati Sumsel Tetapkan 5 Tersangka Baru: Kasus Obstruction of Justice DPMD Muba dan Korupsi KUR Martapura

Politik

Ramai Gaji DPR RI Selangit, APBN Defisit Rakyat Diperas


					Foto (red). Perbesar

Foto (red).

Teropongistana.com Jakarta – Sebuah unggahan di akun TikTok @didilionrich mendadak viral setelah mengungkap rincian pendapatan anggota DPR RI yang dikutip dari BBC News Indonesia.

Dalam video tersebut, kreator terlihat geram dan berteriak-teriak menyoroti tingginya gaji dan tunjangan wakil rakyat di tengah kondisi keuangan negara yang disebut sedang “ancur” akibat defisit APBN.

Ramai Gaji Dpr Ri Selangit, Apbn Defisit Rakyat DiperasDalam unggahan itu, ditampilkan rincian pendapatan anggota DPR RI per bulan, antara lain:

Gaji pokok: Rp 4.200.000

Tunjangan istri/suami: Rp 420.000

Tunjangan anak: Rp 168.000

Uang sidang/paket: Rp 2.000.000

Tunjangan jabatan: Rp 9.700.000

Tunjangan beras per jiwa: Rp 30.090

Tunjangan PPh Pasal 21: Rp 2.699.000

Tunjangan kehormatan: Rp 5.580.000

Tunjangan komunikasi: Rp 15.554.000

Tunjangan peningkatan fungsi: Rp 3.750.000

Bantuan listrik dan telepon: Rp 7.700.000

Asisten anggota: Rp 2.250.000

Tunjangan rumah: Rp 50.000.000

Jika ditotal, jumlahnya mencapai Rp 104.051.903 per bulan untuk seorang anggota DPR RI.

Dalam videonya, akun @didilionrich tak bisa menahan amarah. Ia menilai angka tersebut sangat kontras dengan kondisi masyarakat. “Keuangan negara lagi ancur, APBN defisit, kita disuruh hemat, efisiensi, tapi gaji pejabat segini? Gila!” ujarnya lantang.

Lebih lanjut, ia menghitung total pengeluaran negara untuk menggaji 732 anggota DPR-MPR. Jika dikalikan, jumlahnya tembus Rp 73,2 miliar per bulan atau sekitar Rp 878,4 miliar setahun.

Yang paling ia soroti adalah tunjangan PPh Pasal 21. Menurutnya, hal itu berarti pajak yang dikutip dari rakyat justru dipakai kembali untuk membayari pajak penghasilan para pejabat.

“Secara nggak langsung rakyat diperas abis-abisan. Pajak kita yang diuber-uber ternyata buat bayarin PPh 21 mereka,” ucapnya kesal.

Unggahan ini pun menuai banyak komentar dari warganet yang senada, mengkritisi besarnya fasilitas para pejabat di tengah himpitan ekonomi rakyat.

Baca Lainnya

Tiga Faktor Penentu Reshuffle: Kinerja, Pertimbangan Pribadi, dan Dukungan Politik

26 April 2026 - 21:46 WIB

Tiga Faktor Penentu Reshuffle: Kinerja, Pertimbangan Pribadi, Dan Dukungan Politik

Batas Jabatan Ketum Partai: Antara Harapan Regenerasi dan Risiko Perpecahan Organisasi

26 April 2026 - 21:35 WIB

Pendaftaran Capres-Cawapres Dibuka, Cek Selengkapnya

Arifki Chaniago: Pernyataan JK Bukan Cuma Sejarah, Ada Dimensi Politik Kekinian

20 April 2026 - 14:48 WIB

Arifki Chaniago: Pernyataan Jk Bukan Cuma Sejarah, Ada Dimensi Politik Kekinian
Trending di Nasional